Vokalis Agnostic Front Siap Menerbitkan Memoar tentang Dirinya

Di balik melesatnya nama Roger Miret bersama Agnostic Front, masih banyak cerita seru lainnya

Oleh
Roger Miret, vokalis Agnostic Front. Henry Laurisch

Sebuah buku memoar berjudul My Riot: Agnostic Front, Grit, Guts & Glory karya seorang penggawa kancah musik hardcore New York City, Amerika Serikat, Roger Miret siap diluncurkan lewat penerbit Lesser Gods pada 29 Agustus mendatang.

Vokalis band Agnostic Front ini memiliki sekelumit permasalahan dan rintangan yang cukup besar dalam hidupnya. Miret berhasil hengkang ke Amerika Serikat bersama keluarganya dari negeri di mana ia dilahirkan di Kuba pada saat rejim Fidel Castro berkuasa. Begitulah salah satu cerita yang ditulis dalam buku ini.

Dalam proses penulisan buku ini Miret mengajak Jon Wiederhorn penulis buku ternama untuk menulis bukunya tersebut. Jon Wiederhorn dikenal sebagai penulis buku berjudul Louder Than Hell: The Definitive Oral History of Metal.

Roger Miret pada buku tersebut menceritakan tentang kisah hidupnya yang membawanya ke mana saja hingga hari ini. Walaupun memiliki berbagai pengalaman bermain musik, ia fokus bercerita tentang tumbuh besar dan hidup di New York City pada dekade '80-an lewat gambar dan bahasa yang cukup eksplisit.

Di balik melesatnya nama Miret bersama Agnostic Front, rupanya masih banyak cerita seru yang belum orang lain ketahui. Hidup dengan kemiskinan dan kekerasan bersama ayah tirinya yang tiran, Miret pernah masuk ke lembah hitam narkotika demi membiayai keluarganya. Ia pun menjadi salah satu pelopor kancah musik tempat tersebut.

Hingga saat ini, Roger Miret masih berdiri bersama Agnostic Front. Band tersebut merupakan sumber inspirasi bagi para penggemar maupun Miret sendiri.

Dilansir dari sebuah wawancara dengan Invisible Oranges pada 2015 silam, Miret angkat bicara tentang perjalanan kariernya bersama Agnostic Front. "Saya rasa rahasia umur panjang kami adalah bahwa kita benar, kita nyata, kita bergairah tentang apa yang kita lakukan. Dan orang ingin berhubungan dengan itu. Tidak ada yang ingin menjadi bagian dari sesuatu yang palsu," tutur Miret. "Saya pikir itulah mengapa orang tertarik pada kami," tambahnya.

Sampul buku memoar Roger Miret. (Lesser Gods)

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. Iko Uwais Melawan Alien di Candi Prambanan dalam Trailer 'Beyond Skyline'
  2. 17 Lagu Indonesia Bertema Kebangsaan Terbaik
  3. We The Fest 2017 (Hari ke-3)
  4. Kahitna, Slank, hingga Superman Is Dead Siap Ramaikan Synchronize Fest 2017
  5. SORE Merekam Ulang Lagu Grup Fariz RM dan Erwin Gutawa

Add a Comment