Dua Lipa

Penyanyi pendatang baru London-Kosovo ini memperkenalkan dirinya lewat album debut

Oleh
Dua Lipa Mohammad Zaki/ Warner Music

Dua Lipa baru berusia 21 tahun saat meluncurkan album debutnya 2 Juni lalu, Dua Lipa. Jauh sebelum tanggal perilisan itu, sejumlah single yang turut menjadi bagian di dalamnya sudah dirilis. Sebut saja "Be The One", single kedua yang melejitkan namanya di Inggris dan memberinya sertifikasi platinum di Australia, Belgia, dan Italia, atau "Blow Your Mind (Mwah)" yang mengantarkannya menembus tangga lagu Billboard Hot 100 dan membuatnya dikenal dunia.

Meski terhitung baru, deretan nama kolaborator tenar telah bersanding dengan Dua Lipa. Mulai dari Sean Paul, Martin Garrix, Major Lazer, WizKid, hingga Chris Martin dari Coldplay tercatat pernah bekerja sama dengan penyanyi kelahiran London, Inggris ini.

Pada tahun ini, selain memenangkan tiga penghargaan dari platform musik Eropa, Eurosonic Noorderslag, Lipa juga memenangkan kategori Best New Artist dalam NME Awards. "Menjadi salah satu penampil di Glastonburry (2017) hingga menjadi bintang tamu dalam The Tonight Show Jimmy Fallon membuatku mencapai rekorku dengan cepat," ungkapnya dalam dokumenter tentang dirinya di kanal The Fader.

Namun semua pencapaian cepat tadi, tak dapat mengalahkan antusiasme Lipa menunggu album debutnya. Sempat tertunda setahun, album bertajuk Dua Lipa ini ia ibaratkan seperti, "bayiku yang akan lahir" dan ia tak sabar untuk segera memperkenalkannya kepada khalayak luas.

Didaulat menjadi salah satu penampil di festival musik We The Fest 2017 di Jakarta Agustus mendatang, secara mengejutkan Lipa mampir ke Indonesia lebih cepat dari yang telah dijadwalkan. Salah satu stasiun televisi swasta mengundangnya, serta memberikannya penghargaan untuk kategori Young and Promising International Artist pada pertengahan Mei lalu.

Rolling Stone pun berkesempatan berbicara padanya sehari setelah malam penghargaan itu. Di sebuah ruangan di kantor Warner Music Indonesia, label rekaman yang menaungi album debutnya, penyanyi muda keturunan Albania ini mengungkapkan banyak hal, mulai dari album debut hingga kegemarannya akan sebuah film Quentin Tarantino.

Apa yang membuat Anda begitu antusias menunggu album debut ini?

Semua orang tahu saya menunggu perilisan album ini dalam waktu yang begitu lama, tentu saja saya akan merasa sangat antusias. Apalagi setelah apa yang saya kerjakan sejauh ini, jika orang-orang ingin mengenal sisi lain saya di dunia musik, maka harus mendengarkan album ini. Ya, tentu saja saya sangat tidak sabar menunggu album ini keluar.

Apa yang Anda ingin sampaikan melalui lagu-lagu Anda di album yang akan rilis nanti?

Semua lagu yang ada di dalam album nanti layaknya otobiografi, karena semuanya saya sendiri yang menulis. Ketika itu saya merasa belajar banyak tentang diri saya. Juga hal-hal baru yang saya alami, karena itu yang paling mudah, seperti tentang cinta dan kehilangan yang terjadi dalam hidup saya. Hingga akhirnya saya di titik bisa menjelaskan siapa diri saya kepada penggemar (melalui lagu-lagu di album).

Bagaimana ide dalam lagu-lagu Anda biasanya muncul? Bagaimana proses kreatifnya?

Kapanpun suatu hal yang penting terjadi dalam diri saya, saya akan menyanyikanya dan memainkannya (dengan musik), atau misal saya sedang memikirkan, saya pasti langsung menulisnya, entah itu di atas kertas, di telepon seluler saya, di catatan kecil, dimanapun, bisa dalam bentuk kalimat atau puisi sederhana. Lalu saya membawanya ke studio kepada produser, jika saya masih merasakan perasaannya maka saya langsung merekamnya dan menggabungkannya dengan melodi.

Anda memulai karier bermusik dengan memainkan cover song di YouTube. Menurut Anda seberapa penting YouTube saat ini?

YouTube memainkan peranan sangat besar saat ini. Sebelumnya saya tidak pernah mendapatkan efek viral seperti itu. Tapi viral seperti itu tak lebih dari cara baru saya menggunakan media sosial, karena awalnya saya tidak tahu apa-apa ketika pertama kali merekam lagu cover pertama. Ketika itu saya hanya menyanyikan lagu yang saya sukai lalu mengunggahnya melalui Facebook, sehingga seseorang dari teman-teman saya di sekolah bisa tahu bahwa saya sedang melakukan sesuatu. Jika saya bertemu seseorang yang juga menyukai musik, maka saya tinggal bilang, "Kamu harus lihat cover saya, jika kamu suka, mari kita bekerja sama," dan saya rasa, ketika saya bertemu artis lain ceritanya jadi berbeda-beda tiap orang (dalam menggunakan YouTube).

Bagaimana awalnya Anda mengenal musik? Siapa idola Anda?

Ayah saya adalah seorang musisi. Jadi saya selalu dikelilingi musik sejak kecil dan musik selalu menjadi bagian dalam hidup saya. Itulah salah satu alasan terbesar saya ingin mendedikasikan musik dalam karier saya, karena saya selau bernyanyi di dalam rumah, bernyanyi di sekolah. Entahlah, itu tersimpan jauh di dalam diri, dimana sejak kecil saya juga bercita-cita ingin menjadi penyanyi.

Saya rasa orang tua saya mendengarkan David Bowie, Radiohead, Stereophonics, Oasis, dan Haim. Sementara saya lebih mendengarkan artis-artis pop seperti Nelly Furtado, Pink, Destiny's Child, dan Christina Aguilera. Lalu ketika saya pindah ke Kosovo (Albania) di usia 11, semuanya mendengarkan hip-hop, konser pertama saya pun di acara hip-hop ketika itu, semuanya mendengarkan 50 cent dan Snoop Dog. Semuanya terasa bercampur dari beragam artis. Referensi yang berbeda inilah yang memengaruhi saya dalam menulis sebuah lagu.

Selain musik Anda memiliki selera visual yang sama baiknya. Hal visual apa yang mempengaruhi selera Anda tersebut? Jika ada film yang mempengaruhi selera visual Anda, film apakah itu?

Saya rasa pengaruh terbesar dalam selera visual saya adalah London. Banyak tempat-tempat istimewa di London yang dapat menginspirasi Anda untuk membuat karya. Untuk film, saya menyukai film-film Quentin Tarantino.

Oya? Film Tarantino yang mana?

Kill Bill, entahlah, karakter The Bride sangat menginspirasi sebagai sosok wanita tangguh

Bagaimana rasanya bekerja sama dengan Chris Martin?

Dia sangat luar biasa. Saya merasa sangat terhormat dan bersyukur bisa secepat ini langsung bekerja sama dengannya. Dia adalah salah seorang seniman yang hebat, musisi yang terpandang, ya, saya sangat beruntung. Saya rasa saya sangat tidak sabar untuk memperdengarkan hasil kerjasama ini.

Dalam kunjungan pertama Anda ke Indonesia, bagaimana Indonesia menurut Anda?

Dalam kunjungan kali ini saya baru sampai di sini kemarin dan seharian kemarin saya langsung shooting untuk SCTV Awards sampai malam. Tapi sebelumnya saya sudah pernah ke Bali dan saya sungguh-sungguh menikmatinya. Seperti saat berada di Pulau Gili, walaupun ketika itu hanyalah sebuah kunjungan singkat, tapi saya menyetir terus saat di sana, menikmati setiap pemandangan di sana. Jadi, ketika nanti saya akan kembali lagi di Agustus untuk We The Fest saya sudah mengalokasikan waktu saya, "saya harus ke sana lagi, harus!"

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. Mundur dari Payung Teduh, Is: “Saya Enggak Egois”
  2. Inilah Para Pemenang AMI Awards 2017
  3. SORE Merekam Ulang Lagu Grup Fariz RM dan Erwin Gutawa
  4. Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak
  5. 17 Lagu Indonesia Bertema Kebangsaan Terbaik

Add a Comment