Indonesia adalah Negara dengan Pertumbuhan Pengguna Spotify Tercepat di Asia

Data ini diumumkan dalam rangka satu tahun Spotify masuk ke Indonesia

Oleh
Sunita Kaur, Managing Director Spotify Asia Dok. Spotify

Setahun sudah layanan streaming musik raksasa asal Swedia, Spotify menginjakan kaki di tanah air. Terhitung sejak dirilis akhir Maret 2016 silam, Indonesia diklaim sebagai pasar Spotify dengan pertumbuhan tercepat.

Total hampir 4 miliar jumlah lagu dengan waktu pemutaran lebih dari 11 miliar menit lagu dan musik telah diputar dalam aplikasi ini. Jumlah ini praktis melampaui rekor Spotify di Filipina, yang ketika usia satu tahun beroperasi hanya menembus di angka 2,5 miliar jumlah lagu pada 2015 lalu.

"Masyarakat Indonesia sangat menyukai lagu-lagunya, terutama jika tersedia di sebuah platform yang dapat mempertemukan masyarakat dan komunitas. Kami ingin terus mengembangkannya, dan memastikan bahwa setiap orang dapat menikmati lagu favoritnya, dan berkesempatan untuk mendapatkan lagu-lagu terbaru dari artis-artis lokal yang sedang naik daun," ungkap Sunita Kaur, Managing Director Spotify untuk Asia.

Lebih lanjut, dalam jumpa pers belum lama ini di Cloud Lounge & Dining, Plaza Indonesia, Jakarta, Sunita menjabarkan pula temuan data-data terkait pengguna Spotify di Indonesia selama setahun belakangan.

Dance, pop, dan musik indie disebut-sebut sebagai tiga genre teratas yang paling banyak diputar oleh para pengguna di Indonesia. Dari tiga genre itu, tercatat per Januari 2017, lagu "Shape of You" milik Ed Sheeran sukses menjadi paling populer.

Sementara untuk playlist, "Top Hits Indonesia" menjadi salah satu playlist lokal paling sering diputar, menyusul playlist "Hits Banget" dan "Kopikustik".

Terkait dengan playlist "Kopikustik", Sunita mengatakan ini adalah salah satu yang menjadi keunikan Indonesia. "Dalam sebuah tea moment, ketika editor-editor kami berkumpul dan membicarakan tentang playlist di Indonesia, data pertama yang kami temukan adalah sebegitu pentingnya kopi bagi orang Indonesia. Oleh sebab itu kami membuat playlist yang berhubungan dengan kopi," beber Sunita.

"..dan satu yang saya ingat begitu trending di Indonesia saat ini adalah playlist "Mager Parah". Tentunya dengan penyebaran #MagerParah pula turut tersebar bersamanya," tambah sang Managing Director.

Terkait data demografis, Sunita membocorkan bahwa data pengguna di Indonesia sebanyak 60 persen berada di usia 18 hingga 34 tahun. Sementara untuk jenis kelamin, pengguna perempuan lebih banyak ketimbang pengguna laki-laki.

Dangdut pun secara mengejutkan juga banyak diputar oleh pengguna Indonesia, dimana ketika dibandingkan dengan playlist pop, lagu-lagu dari playlist dangdut tak tertinggal jauh secara angka.

Sayangnya ketika ditanya terkait jumlah persis data pengguna yang berlangganan (subscribers) di Indonesia, Sunita malah menjawabnya dengan jumlah data pengguna Spotify secara global di 60 negara mencapai angka lebih dari 100 juta pengguna aktif dan lebih dari 50 juta pengguna berbayar. Data pengguna aktif tercatat pada Juni 2016 sementara data pengguna berbayar tercatat di Maret 2017.

Berdasarkan data temuan di Indonesia yang cukup unik ini, Spotify lantas kian melokalkan konten mereka dengan merangkul enam musisi baru dalam negeri dalam sebuah playlist bertajuk Early Noise 2017. Mereka di antaranya adalah Bakhes, Gloria Jessica, Maruli Tampubolon, Rendy Pandugo, Soundwave, dan Vira Talisa.

Spotify sendiri hadir di Indonesia sejak 30 Maret 2016. Ketika itu Spotify hadir dengan menawarkan lebih dari 30 juta koleksi lagu, mulai dari musik Indonesia hingga lagu populer dari musisi mancanegara.

Editor's Pick

Add a Comment