Rapper Kripik Peudeus Rilis Album Solo Perdana, 'Produced By'

DRT juga memperkenalkan single "#Kitorang"

Oleh
DRT Facebook Page DRT

David Rafael Tandayu selaku rapper dari unit rap rock Kripik Peudeus belum lama ini merilis album solo perdana bertajuk Produced By. Album ini dirilis empat tahun setelah David bersama Kripik Peudeus kembali aktif lewat gerakan yang diberi nama Rap Rock United.

Beberapa proses kemudian, terbentuklah DRT (dibaca : di-ar-ti) yang tak lain merupakan akronim dari nama lengkap sang rapper. Sebagai perkenalan dari album perdana, DRT menelurkan single "#Kitorang" yang diambil dari bahasa kampung halamannya, Manado.

"(Lagu ini) bercerita tentang indahnya persatuan. Saya sendiri suka mempelajari tentang budaya yang kemudian dituangkan dalam video musik '#Kitorang' dengan para penari dari DVK Art Production," ungkap DRT melalui rilis pers yang diterima Rolling Stone.

Kentalnya unsur budaya lokal dalam karya DRT ternyata juga dipengaruhi oleh latar belakang sang rapper yang berprofesi sebagai dosen di bidang seni dan desain, khususnya mata pelajaran sejarah.

Ia menyambung, "Buat gue roots itu penting, makanya dalam video musik '#Kitorang' ada keragaman budaya kita dari tarian hingga musik dengan cameo dari Kripik Peudeus, Bangsat Beriman, produser album, sampai tim yang menggarap video musik."

Mengenai kronologi terwujudnya album perdana Produced By, kembalinya Kripik Peudeus empat tahun silam ditunjuk DRT sebagai asal mula proyek ini. Ketika itu Kripik Peudeus dan sejumlah band dengan idealisme serupa membuat gerakan Rap Rock United yang berujung kepada rilisnya single "Fist Up United".

Setelah proyek itu rampung, DRT lantas bertemu dengan Erik Blakumuh pada acara BRANDALFEST. "Dari ngobrolin Rap Rock United berlanjut sampai Erik bilang kalau sudah saatnya gue bikin solo," ungkap DRT yang mengaku terinspirasi oleh Wu-Tang Clan dan Insane Clown Posse ini.

Tidak ada satu pun alat musik yang dikuasai sang rapper menjadi penyebab ia tak lekas membuat musik secara mandiri. Lantas, dengan bantuan gitaris Rifo Suryadharma dari band hardcore Bangsat Beriman, DRT pun memulai eksperimennya. "Gue ingin eksperimen, bagaimana kalau musik hip hop dibuat sama anak metal," ujarnya.

Kerja sama tersebut kemudian berlanjut dengan Tori Sudarsono, pendiri GUEST Music yang memproduseri album-album Iwa K, Sania, dan kompilasi Pesta Rap. Album perdana Kripik Peudeus pun tercatat diproduseri oleh Toni di bawah bendera Sirkus Records.

"Makanya gue bilang pada intro album, kalau ini kolaborasi tiga generasi. Rifo dari tahun 2000-an, gue '90-an, Mas Tori '80-an," ungkap DRT.

Album perdana DRT sudah bisa dinikmati lewat sejumlah layanan streaming musik seperti Spotify, Deezer, Joox, dan iTunes. (rn)

Editor's Pick

Most Viewed

  1. Konferensi Musik Indonesia, Archipelago Festival, Siap Diselenggarakan Oktober Mendatang
  2. SORE Merekam Ulang Lagu Grup Fariz RM dan Erwin Gutawa
  3. Film 'Turah' Dipilih untuk Mewakili Indonesia pada Oscars 2018
  4. Saksikan Trailer Film ‘Chrisye’ yang Menampilkan Vino G. Bastian
  5. Proyek Musik Elektronik Putra Bungsu Addie MS, Mantra Vutura, Rilis Album Mini

Add a Comment