Extreme Decay Terlibat Dalam Album Kompilasi Persembahan untuk Terrorizer

Menjadi satu-satunya wakil Indonesia pada album kompilasi berskala internasional tersebut

Oleh
Extreme Decay Facebook Extreme Decay

Unit grindcore Malang, Extreme Decay, menjadi satu-satunya band Indonesia yang termuat dalam album kompilasi internasional persembahan untuk legenda grindcore asal Los Angeles, Terrorizer. Dalam album kompilasi ini, Extreme Decay bersanding dengan nama-nama seperti Misery Index, Haemorrhage, Nyctophobic, dan Plague Rages.

Bertajuk Tribute to Terrorizer, album kompilasi ini merupakan proyek dari Mediaplan Group Records yang berbasis di Pleven, Bulgaria. Label rekaman yang dijalankan oleh Chris Hristov tersebut sempat membuka pendaftaran bagi band yang ingin terlibat dalam proyek kompilasi ini. Kemudian pihak Mediaplan Group Records melakukan proses kurasi dan penilaian atas hasil demo rekaman yang masuk.

Pada album kompilasi ini, Extreme Decay mengusung lagu Terrorizer yang berjudul "Condemned System". Sebelumnya, track tersebut sempat masuk dalam album kedua Extreme Decay bertajuk Sampah Dunia Ketiga (2000) rilisan Extreme Souls Production. Proses rekaman lagu itu dikerjakan oleh Afrl (vokal), Ravi (gitar), Eko (drum), dan Yuda (bas) di Studio Natural, Surabaya.

"Awalnya kami iseng kirim email dan menawarkan diri untuk terlibat dalam kompilasi itu. Dari situ kami dikasih beberapa syarat dan ketentuan teknis apa saja yang dibutuhkan supaya bisa lolos seleksi," jelas Afrl lewat rilis pers menceritakan proses keterlibatan Extreme Decay dalam proyek ini. "Kebetulan Extreme Decay sudah pernah punya stok rekaman lagu Terrorizer dari materi lama kami. Rekaman lagu itu kami mixing ulang, lalu kirim ke mereka. Ternyata lolos seleksi dan diterima masuk kompilasi."

Hingga proses akhir kurasi, terpilih delapan belas band dari berbagai penjuru dunia yang dianggap cukup apik dalam menggubah ulang lagu-lagu kepunyaan Terrorizer. Tribute to Terrorizer sudah dirilis untuk pasar internasional dalam format cakram padat per 1 Maret. Sementara untuk pasar Indonesia, album kompilasi tersebut kabarnya bakal didistribusikan secara terbatas oleh label rekaman Grindtoday (Jakarta).

Terrorizer berdiri sejak tahun 1986. Salah satu albumnya,World Downfall (Earache Records, 1989), kerap disebut sebagai album yang esensial bagi kancah musik grindcore dunia. Rilisan itu dianggap berpengaruh sangat besar bagi pertumbuhan band-band yang memainkan musik sejenis. Lagu-lagu Terrorizer seperti "Dead Shall Rise", "Corporation Pull-In", "Condemned System", "Fear of Napalm", atau "After World Obliteration" sudah pasti masuk daftar wajib dengar bagi setiap penggemar musik grindcore yang taat.

Sementara itu, Extreme Decay dibentuk pada Januari 1998. Mereka sudah produktif mengeluarkan berbagai rilisan sejak era awal berdiri. Dalam waktu dua tahun pertama, mereka merilis tiga album studio dan dua demo melalui berbagai label rekaman nasional maupun internasional. Belum lagi sejumlah proyek album split dan kompilasi selama hampir dua dekade eksistensi mereka. Extreme Decay terakhir mempersembahkan album pada 2010 silam lewat Holocaust Resistance yang dirilis Armstretch Records. (rn)

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. SORE Merekam Ulang Lagu Grup Fariz RM dan Erwin Gutawa
  2. Killing Me Inside Kolaborasi dengan Aiu eks-Garasi, Rilis Single Baru “Fractured”
  3. Harry Styles: Superstar Pop Dunia
  4. Grup Folk Rock asal Bandung, Rusa Militan, Merilis Album Perdana
  5. Jazz Gunung Bromo 2017 Siap Diselenggarakan

Add a Comment