Ice Cube

Sang aktor dan rapper berbicara tentang dilantik ke Hall of Fame bersama N.W.A., kebrutalan polisi di masa lalu dan masa kini, serta rapping untuk David Bowie

Oleh
Ice Cube N.W.A

Belakangan ini, tampaknya setiap hari adalah hari indah bagi Ice Cube. Dalam lima bulan terakhir, grup lamanya, N.W.A., dilantik ke Rock and Roll Hall of Fame; Straight Outta Compton, film tentang kemunculan grup pionir gangsta rap tersebut di akhir ’80-an yang juga melibatkannya sebagai co-producer, meraup 200 juta dollar AS di seluruh dunia; dan ia akan tampil untuk pertama kalinya di Coachella–akan berlangsung seminggu setelah upacara pelantikan Hall of Fame pada April mendatang. “Di antara semua itu, yang terbesar bagi saya adalah masuk ke Hall of Fame,” kata sang rapper sekaligus aktor. “Pencapaian besar bagi saya, tapi juga pencapaian besar bagi Hall of Fame agar memberi tahu dunia bahwa isinya bukan hanya rock & roll.” Untuk saat ini, ia sedang sibuk mempromosikan Ride Along 2, sekuel dari komedi yang dibintanginya bersama Kevin Hart (2014). Di situ Cube memerankan detektif asal Atlanta. “Fase film Oscar sudah lewat, kini saatnya bersenang-senang lagi,” katanya. “Saya dan Kevin adalah duo terbaik.”

Mana yang lebih tak terduga bagi Anda pada 1988: Anda akan dilantik masuk Rock and Roll Hall of Fame, atau memerankan polisi di film?
Memerankan polisi. Dulu saya tak pernah terpikir untuk bermain film. Pada ’88 saya hanya berusaha menjadi rapper terbaik di dunia. Musik adalah hobi yang menjadi pekerjaan penuh waktu. Saya tidak tahu apakah kami akan dilirik, atau ke mana tujuan hidup saya setelah itu.

Dulu Anda menjadi suara yang kuat melawan kebrutalan polisi lewat lagu-lagu seperti “Fuck tha Police”. Bagaimana rasanya saat melihat begitu banyak berita tentang polisi yang membunuh orang-orang kulit hitam tak bersenjata bertahun-tahun kemudian?
Membuat saya merasa seperti pria kulit hitam. Sama saja seperti dulu. Sebagai orang kulit hitam, sejak dulu rasanya seperti ada perang melawan kami. Sungguh mengerikan. Mereka berpikir apakah masih ada yang patut saya keluhkan dalam hidup saya saat ini. Saya beri tahu: Orang-orang lain hanya ramah kepada saya karena mereka tahu saya siapa dan mereka suka karya saya. Seharusnya tak seperti itu untuk bisa dihargai orang lain.

Apa pendapat Anda tentang persaingan calon presiden? Adakah kandidat yang Anda suka?
Tidak. Kita bisa mendukung, tapi tak pernah bisa memilih. Itu dilemanya. Itulah bedanya antara buruk dan lebih buruk.

Apa pendapat Anda tentang Donald Trump?
Menurut saya dia adalah pria kulit putih yang kaya. Dia tak mungkin tahu rasa sakit orang-orang miskin.

Anda akan tampil di Coachella pada malam yang sama dengan Guns N’ Roses. Anda akan menonton mereka?
Ya, saya tertarik melihat akan jadi seperti apa. Dulu saya menganggap mereka yang terbaik, saya selalu suka gaya Slash. Lalu, seperti halnya banyak band bagus, mereka terlalu cepat bubar.

Omong-omong soal reuni, tahun lalu ada rumor tentang para anggota N.W.A. yang masih hidup akan bersatu kembali untuk melakukan tur. Apakah itu akan terjadi?
Saya tidak terlalu tahu. Membuat filmnya adalah pekerjaan berat, dan kami harus berkonsentrasi untuk itu. Beberapa hal lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Semoga orang-orang bisa menonton kami bersama-sama di atas panggung dalam waktu dekat, tapi sebenarnya itu tergantung pada Dr. Dre, MC Ren, dan DJ Yella.

Anda sempat mengerjakan remix lagu “I’m Afraid of Americans” milik David Bowie. Apakah itu hal besar bagi Anda?
Ya. Dia seorang inovator hebat, dan lagu-lagunya fenomenal. Saat pertama kali mendengar “Fame” di radio, saya kira dia orang kulit hitam. Sungguh funky!

Apa film favorit dari tahun lalu yang tidak melibatkan Anda?
Saya suka Spotlight. Kisah tentang politik Boston diceritakan dengan bagus. Rasanya seperti All the President’s Men, mereka menyelidiki apa yang terjadi. Rasanya nyata. Saya suka The Revenant juga, tapi seperti terlalu lama bagi saya.

Straight Outta Compton membuat orang-orang kembali membicarakan insiden 1991, saat Dr. Dre menyerang jurnalis Dee Barnes karena wawancaranya bersama Anda setelah keluar dari N.W.A. Apa pendapat Anda tentang situasi ketika itu?
Saya turut prihatin bagi Dee. Ketika itu saya marah terhadap Dre. Saya tidak bersimpati baginya.

Lalu mengapa insiden itu tidak ada di film? Banyak orang jadi kecewa.
Silakan buat film sendiri tentang N.W.A. Anda bisa memasukkan apa saja yang diinginkan.

Putra Anda tampil dengan menawan di film itu, sebagai Anda di saat muda. Bagaimana rasanya saat melihatnya di peran itu?
Senang melihat putra saya beraksi. Saya yakin dia bisa melakukannya. Sebagai ayah, itu yang membuat saya puas.

Dia tampak cukup keren dengan rambut Jheri curl Anda yang dulu. Pernahkah Anda berpikir untuk memakai gaya rambut itu lagi?
Tidak [tertawa]. Saya mempersilakan Anda untuk mempopulerkan Jheri curl lagi.

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. 17 Lagu Indonesia Bertema Kebangsaan Terbaik
  2. Kahitna, Slank, hingga Superman Is Dead Siap Ramaikan Synchronize Fest 2017
  3. Pesta Death Metal Maksimal di Everloud III
  4. Rich Chigga Siap Tur Konser Keliling Amerika Serikat Kedua Kalinya
  5. Bag Raiders, Pendulum dan Colour Castle Akan Tampil di Bestival Bali 2017

Add a Comment