Oh, Nina! Tujuh Hari dalam Tujuh Lagu di Album Baru Bebas Unduh

Bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-9, Oh,Nina! merilis album terbaru bertajuk God Moods. Arief “Auf” Nugroho dan Marselinus Krishna kali ini menawarkan konsep tujuh hari dalam seminggu.

Oleh
Bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-9, Oh,Nina! merilis album terbaru bertajuk God Moods. Arief "Auf" Nugroho dan Marselinus Krishna kali ini menawarkan konsep tujuh hari dalam seminggu. "Kami pengen coba keluar dari zona nyaman. Kami juga pengen membangun sebuah album yang dimulai dari sebuah konsep," ujar mereka melalui surat elektronik.

Menurut Auf dan Krishna, hari adalah konsep yang paling dekat dengan kehidupan manusia. "Ini adalah hal paling duniawi yang bisa kami tangkap di era manusia modern ini. Coba tengok lagi, manusia sekarang kebanyakan hidup dalam sebuah rat race. Mereka mengejar keju di depannya yang tanpa mereka sadari mereka pada akhirnya tidak akan pernah bisa mendapatnya," beber mereka.

Perlu waktu dua tahun untuk album yang dalam pengerjaanya banyak dibantu oleh Teguh Hari Prasetya, bassis Melancholic Bitch, ini. Alasannya, "Kami melakukan brainstorming dulu dan merancang sebuah gambaran besar konsep, baru memunculkan kespontanan kami di dalam proses brainstorming dan jamming. Ini juga dalam rangka mendapatkan mood dan membangun mood-nya,". Disela-sela pengerjaan itu, Auf dan Krishna sempat mengeluarkan single berjudul "Tosca" pada awal tahun kemarin.

Hasil dari proses intensif tersebut adalah album yang sangat berbeda baik dari segi aransemen musik maupun lirik. Di departemen musik, Auf dan Krishna merancang alur musik sesuai interpretasi mereka terhadap karakter masing-masing hari. "Kami mencoba mendobrak zona nyaman kami. Bermain kord yang jarang dipakai, bernyanyi dengan karakter yang berbeda, dan bermain di birama yang ganjil," terang mereka.

Album yang jadi album studio keempat Oh, Nina! setelah Enjoy The Euphoria Of Anti-Cliche World, Shinny Day Has Come, Eppi Space Creature: ZAAPP...!!!, serta Highway ini menjadikan Massive Attack, Gorillaz, Coldplay, Radiohead, Dewa 19, Blur, Depeche Mode, Beirut, Sting hingga Maher Zain sebagai referensi.

Sedangkan di sektor lirik, keduanya memaknai masing-masing hari melalui lirik kontemplatif tentang relasi manusia dari banyak sisi. Mulai dari sisi intrapersonal, relasi dengan orang lain sampai hubungan dengan Sang Pencipta. Di nomor "Monday" yang jadi pembuka misalnya, mereka berkisah tentang hari di awal minggu yang jadi pijakan mula untuk memulai hidup.

Sedang di track "Friday," hari Jumat sebagai hari istimewa umat Islam ditampikkan lewat unsur sholawat. Begitu juga nomor penutup "Sunday." Auf dan Krishna memasukkan unsur string yang kerap ditemui di musik gerejawi serta refrain yang mengambil bait doa Budha, Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta. Semoga semua makhluk berbahagia.

Jika di album sebelumnya, Eppi Space Creature: ZAAPP...!!! yang dirilis tahun 2008 oleh Blossom Records mereka mendapat predikat sebagai The Best Electropop Band from DIY. Calm, Cool, and Shady dari Rolling Stone Indonesia, kali ini ekspektasi Auf dan Krishna lebih sederhana.

"Kami hanya ingin lagu-lagu kami memberi impact positif di setiap orang yang mendengarkan untuk bisa menjalani hari mereka," jelasnya. Mereka juga mempasrahkan pada resensi masing-masing media.

Album yang berisi tujuh lagu dengan judul sesuai nama-nama hari ini bisa diunduh secara gratis lewat situs berikut ini.


Editor's Pick

Most Viewed

  1. Mundur dari Payung Teduh, Is: “Saya Enggak Egois”
  2. SORE Merekam Ulang Lagu Grup Fariz RM dan Erwin Gutawa
  3. Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak
  4. 10 Destinasi Wisata Musik Legendaris di Inggris
  5. Perpaduan Gairah Musik dan Skateboard di Volcom: Road to Cakrawala

Add a Comment