5 Sosok Kreatif yang Berkarya dengan Penuh Gairah

Powered by Go Ahead Challenge

Oleh
Joko Anwar, Kartika Jahja, Reza 'Asung' Afisina, Auguste Soesastro, Indra Perkasa

Industri kreatif Indonesia terus berkembang. Para pelakunya tak kunjung usai mengerahkan energi dan gairahnya di bidang masing-masing. Dengan konsistensi dan keunikan karya, mereka terus menginspirasi banyak pihak tidak hanya generasi muda, tetapi juga generasi terdahulunya.

Berikut adalah lima sosok kreatif yang berkarya dengan penuh gairah di bidangnya masing-masing. Ada yang di jalur seni rupa, seni musik, tata busana hingga sinema. Yang pasti kelimanya sukses memberi inspirasi lewat karya-karya yang istimewa dan jujur.

Reza ‘Asung’ Afisina

Reza 'Asung' Afisina.

Reza Afisina atau yang kerap disapa dengan nama Asung adalah seorang seniman jebolan Insititut Kesenian Jakarta. Awalnya Asung merupakan mahasiswa fakultas film yang berubah pikiran dan lebih memilih tenggelam di dunia seni. Salah satu karya Asung yang paling diingat adalah sebuah video performance art berjudul What! pada 2001. Video itu membuat dunia seni Asung semakin melebar. Ia diundang di banyak perhelatan seni lintas negara seperti menjadi residensi di Belo Horizonte, Brazil (2003); menjalani workshop di Mumbai, India (2004); terlibat di Gang Festival Project, Sydney, Australia (2006); hingga menghadiri undangan European Performance Art Festival di Dublin, Polandia (2012). Jimi Multhazam, sahabat sekaligus teman satu band Asung di band punk veteran bernama Bequiet, membanggakan kiprah Asung di dunia seni lewat karya "Rayakan Pemenang" milik Morfem dengan lirik: "Dulu kau bahan olokan utama. Dengan pola fikiran yang tak masuk akal. Kau tiada pernah terbantahkan. Semua baru terbukti di zaman sekarang."

Kartika Jahja

Kartika Jahja.

Dikenal sebagai motor dari band indie rock Tika & The Dissidents, Kartika Jahja adalah salah satu musisi yang memuat gairah berlapis di setiap karyanya. Ketertarikannya dengan musik sudah Tika alami sejak masih di bangku sekolah dasar. Kemudian ia menjalani pendidikan di Art Institute of Seattle, Amerika Serikat, yang membuat jiwa aktivismenya mulai membara setelah menyadari ketimpangan kehidupan sosial di sana. Tika & The Dissidents kini menjadi band yang lantang menyuarakan ketimpangan-ketimpangan tersebut tak terkecuali di area feminisme. Nomor segar berjudul "Tubuhku Otoritasku" dari album Merah adalah salah satu buktinya. "Sebagai seruan ke semua, perempuan dan laki-laki; bahwa tubuh kita milik kita, kita lah yang mengatur, kita lah yang pegang otoritas atas tubuh kita. Bukan orang lain, bukan keluarga, bukan pasangan, bukan media, dan bukan negara," ujar Tika.

Joko Anwar

Joko Anwar.

Lahir dan tumbuh besar di keluarga kelas menengah tak menyusutkan gairah seorang Joko Anwar untuk menjadi seorang penggemar film. Saat masih tinggal di Medan, ia dan keluarganya sering menyaksikan film layar lebar meski jumlah bioskopnya tak sebanyak sekarang. Masuk di usia tiga belas tahun atau ketika Joko berstatus siswa kelas satu Sekolah Menengah Pertama, ia membuat play/theater pertama dengan mengadaptasi cerita Shakespeare, The Merchant of Venice. Kini Joko Anwar adalah salah seorang pelaku industri film tanah air yang berpengaruh. Tidak hanya menjadi sutradara, Joko melesatkan gairahnya di dunia film baik mejadi penulis ataupun berperan di depan kamera. Film-film Indonesia ternama yang melibatkan seorang Joko Anwar di dalamnya adalah Arisan!, Janji Joni, Quickie Express, Rumah Dara, Modus Anomali, A Copy of My Mind, hingga serial televisi HBO berjudul Halfworlds.

Indra Perkasa

Indra Perkasa.

Indra Perkasa adalah salah satu pelaku industri scoring tanah air yang sudah tidak diragukan lagi kualitasnya. Sejak masa remaja Indra yang menggemari karya John Williams dan Danny Elfman, sudah mencicipi berbagai alat musik mulai dari gitar, bas, terompet, baritone horn, hingga tuba. Sekarang Indra dikenal dengan kepiawaiannya bermain contra bass bersama super grup jazz-eksperimental, Tomorrow People Ensemble. Pada akhir 2016 kemarin Indra bersama Tomorrow People Ensemble menjalani tur konser Jepang di mana salah satunya tampil di kelab jazz legendaris bernama Motion Blue. Tidak hanya tampil di atas panggung, Indra juga berhasil menyalurkan gairahnya dalam menggarap musik di belakang layar lewat pentas musikal fenomenal, Onrop!; menggarap latar musik untuk film Tabula Rasa; juga memimpin orkestra Gadgadasvara untuk menyanyikan dan melakukan aransemen ulang lagu-lagu dari film musikal Indonesia legendaris, Tiga Dara.

Auguste Soesastro

Auguste Soesastro.

Auguste Soesastro adalah seorang fashion designer kelahiran Jakarta yang sukses membesarkan brand miliknya bernama Kraton. Lahir di Jakarta 35 tahun lalu, Auguste sempat menjalani pendidikan arsitektur di University of Sydney, Australia. Kemudian ia lulus di jurusan film dan seni digital di Australian National University. Selama sepuluh tahun hidup di sana, Auguste juga sempat bekerja di National Gallery of Australia sebagai kurator muda untuk seni Indonesia. Perjalanan dunia fashion Auguste dimulai ketika ia mengambil pendidikan fashion design di Ecole de la chamber syndicale de la couture parisienne, Paris. Saat memutuskan pindah ke Amerika Serikat – Auguste sempat menjadi asisten untuk Ralph Rucci selama tiga bulan di sana – ia mendapat kesempatan untuk memperkenalkan Kraton di New York Fashion Week. Pada 2012 Auguste memperkenalkan brand selanjutnya yang diberi nama Kromo. Auguste adalah seorang fashion designer yang berkarya dengan misi sosial dibaliknya. Selain ia adalah seorang feminisme, Auguste juga menaruh rasa peduli akan lingkungan alam dengan menggunakan bahan dasar tekstil alami biodegradable di pakaian-pakaiannya.

Kelima sosok di atas merupakan contoh nyata dari semangat dan gairah berkarya para pelaku dunia kreatif Indonesia. Mereka berhasil mewujudkan mimpinya lewat karya-karyanya yang kini terus menginspirasi.

Go Ahead People bisa memberi inspirasi seperti kelima sosok di atas dengan menyalurkan karya-karyanya sesuai dengan gairah masing-masing lewat Go Ahead Challenge. Go Ahead people masih berkesempatan untuk submit karya kalian lewat situs goaheadpeople.id karena pemenang yang terpilih akan mengikuti perjalanan inspiratif ke Amerika Serikat.



Related

Most Viewed

  1. 17 Lagu Indonesia Bertema Kebangsaan Terbaik
  2. Lagu "Rock Da Mic" dari Shaggydog Digubah Ulang Menjadi Empat Versi Berbeda
  3. Rich Chigga Siap Tur Konser Keliling Amerika Serikat Kedua Kalinya
  4. Kahitna, Slank, hingga Superman Is Dead Siap Ramaikan Synchronize Fest 2017
  5. Iko Uwais Melawan Alien di Candi Prambanan dalam Trailer 'Beyond Skyline'

Editor's Pick

Add a Comment