Live Review: Musik Bagus Day vol.4

Oleh
Kelompok Penerbang Roket. Mohammad Zaki

Musik Bagus Day volume 4 sembari merayakan Hari Musik Nasional

"Woohoooooo!" teriak Glenn Fredly dari barisan paling belakang penonton trio rock ibukota, Kelompok Penerbang Roket, saat mereka sedang akan mulai menutup gelaran keempat #MusikBagusDay pada 9 Maret lalu di Cilandak Town Square (CITOS), Jakarta Selatan. Sambil berteriak, Glenn mengepalkan tangannya ke atas, sambil berulang-ulang berteriak "yeah!..wohoo.."

Teriakan itu spontan ia lontarkan beberapa kali, setelah melihat kerumunan penonton Kelompok Penerbang Roket bersenang-senang, melakukan moshing hingga crowd surfing di barisan terdepan dari bibir panggung. Kerumunan itu tampak begitu menikmati lagu demi lagu yang diberikan trio Coki (vokal, bass) Rey (gitar), dan Viki (drum).

"Gue kira dengan manggung di mall bakal ketemu penonton wangi. Eh, ketemunya elo-elo juga," canda gitaris Rey dari atas panggung, yang kemudian disambut gelak tawa ratusan penonton yang tersisa, menunggu Kelompok Penerbang Roket hingga pukul sebelas malam.

Ekspresi Glenn itu menunjukkan rasa puas. Selain karena akhirnya bisa mengundang band rock terkini yang sedang digemarinya itu bermain di acaranya, ada optimisme lebih yang tergambar di raup wajahnya untuk menghelat #MusikBagusDay volume 5, 6, 7 hingga seterusnya.

"Semangat musik untuk berbagi kebaikan di #MusikBagusDay ini akan selalu menjadi agenda utama di setiap episode mendatang sebagai sebuah tanggung jawab sosial," ungkapnya dalam sebuah tulisan di Rolling Stone.

Musik Bagus Day digelar di hari Kamis minggu pertama setiap bulan sejak Desember 2016 lalu. Adalah label musik gagasan Glenn, Musik Bagus bersama dengan pengelola Cilandak Town Square yang menjadi mesin penggerak kegiatan bulanan ini. Dengan tujuan membuat titik temu dalam membangun ekosistem musik dimulai dari Jakarta, #MusikBagusDay terus bergulir hingga kali keempatnya pada Kamis (9/3) lalu.

Yang menjadi istimewa, digelar sedari matahari masih menjulang di atas kepala, #MusikBagusDay volume 4 kemarin diselenggarakan bertepatan dengan perayaan Hari Musik Nasional.

Selain masih menyuguhkan enam workshop dan bincang-bincang seputar musik, serta pasar musik yang berisi tiga puluh lapak penjual vinil, CD, kaset, merchandise, buku, dan instrumen musik lokal, #MusikBagusDay kali ini menampilkan Noh Salleh, Deredia, dan Jumero di Promenade Stage, serta Mondo Gascaro, Kunokini, hingga Kelompok Penerbang Roket yang malam harinya bermain di Atrium Stage.

Tak ketinggalan Hip Hop Stage yang dibawakan Wizzow, Della MC, DJ Cruzzy dan Mdee menampilkan barisan penampil hip hop seperti Medium Rare, Bozbeat, Kojek, Romy JakBoyz, Big Noeng, dan Sweet Martabak. Di sela-sela penampilan kolektif hip hop, hadir pula gitaris Muhammad Ridwan Hafiedz, atau yang lebih dikenal sebagai Ridho 'Slank' turut berkolaborasi dengan Bing Leiwakabessy, maestro musisi Hawaiian Jakarta pada sore harinya.

Ridho Hafiedz dan Bing Leiwakabessy, maestro musik Hawaiian. (Indra Suhyar)

Sesi #DengerBareng , salah satu konten tetap #MusikBagusDay sejak penyelenggaraannya yang pertama, kali ini diisi oleh gitaris Dewa Budjana. Bersama dengan moderator, pemerhati musik Dion Momongan, Budjana mengupas tuntas album Zentuary miliknya.

Meski meniadakan konten reguler khas kelas musik, seperti "Bass Klinik" dan "Drum Klinik", di edisi kali ini #MusikBagusDay menghadirkan konten baru, "Seluk Beluk Lirik". Dalam diskusi ini hadir Iga Massardi dari Barasuara, Anto Arief dari 70"sOC, dan Rizma serta John Paul Patton (Coki) dari Kelompok Penerbang Roket yang masing-masing membahas proses kreatif pembuatan lirik dalam lagu-lagu mereka.

Sementara itu, konten "Diskusi Musik" pun dibuat dengan lebih berbobot membahas tema "Menghadapi Persaingan Ekonomi dan Industri Kreatif Asia" bersama narasumber Winanto Adi, Consulat General Indonesia for New York Asia Economy Affair, Ary Juliano, Deputi Hak Kekayaan Intelektual Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), serta Randolph S. Bubu, Direktur Utama CITOS. Meski berbobot, diskusi ini berjalan dengan pembawaan santai oleh moderator Dr. Tompi dan Glenn sendiri.

Di malam harinya, seusai Hip Hop Stage menyelesaikan sesi mereka dengan penampilan Sweet Martabak membawakan lagu andalan "Ti Di Dit", Kunokini mengambil alih panggung Atrium, mengajak penonton berjoget dengan lagu-lagu mereka selama lebih dari satu jam. Hadir senagai kolaborator, duta musik Jamaika untuk Indonesia, Ras Muhammad membawakan lagu "Leluhur" dan Della MC yang ditarik kembali ke atas panggung oleh Kunokini membawakan repertoar "Tuhan Tak Perlu Dibela".

Setelah Kunokini, hadir Mondo Gascaro yang masih setia ditemani gitaris Lafa Pratomo, pemain bass Petrus Bayu (eks-The Monophones), dan pemain drum Dimas Pradipta. Mereka membawakan nomor-nomor dari album Rajakelana, seperti "Naked", "Dan Bila", hingga single "A Deacon"s Summer".

Mondo Gascaro. (Mohammad Zaki)

#MusikBagusDay malam itu pun ditutup dengan penampilan ganas khas Kelompok Penerbang Roket. Membuka penampilan dengan "Anjing Jalanan" dan "TO", trio rock ibukota ini menjadikan lobi CITOS layaknya stadium kecil arena digelarnya moshing akibat deruan musik rock di atas panggung.

Gimmick membawa pemain cadangan pun kembali dilakukan. Mengganti gitaris Rey Marshall di tengah penampilan dengan gitaris muda belia berusia 19 tahun, Arya Novanda, formasi ini pun tetap garang membawakan nomor instrumental "Cekipe" yang dipadu padankan dengan nomor instumental baru yang belum mereka beri judul.

Pada akhirnya, #MusikBagusDay pun ditutup dengan klimaks oleh nomor "Mati Muda" dan crowd surfing gitaris Rey, yang diarak dari dan kembali ke atas panggung. Menutup Hari Musik Nasional dengan penuh energi dan optimisme tersimpan untuk gelaran April mendatang. (wnz)

Editor's Pick

Add a Comment