Kisruh Delegasi Musik Indonesia ke SXSW 2017, The Trees and The Wild dan KimoKal Batal Berangkat

"Kami nggak menyangka juga bisa sampai terundang tiga (band)," ujar Wakil Kepala Bekraf

Oleh
Lightcraft menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia yang bakal tampil di panggung SXSW 2017. Dok. Lightcraft

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga band indie lokal; KimoKal, The Trees and the Wild, dan Lightcraft akan mewakili Indonesia dalam festival South by Southwest (SXSW) 2017 di Austin, Texas, AS pada 10 hingga 19 Maret 2017 mendatang.

Ketiganya terpilih berdasarkan seleksi terbuka yang sebelumnya dibuka oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerjasama dengan panitia SXSW 2017 pada Desember 2016. Bekraf rencananya akan membiayai keberangkatan ketiga band tadi ke salah satu festival industri kreatif terbesar di dunia tersebut.

Namun belakangan muncul desas-desus di media sosial yang mempertanyakan tentang kejelasan keberangkatan ketiga band ini. Rumor muncul dalam bentuk percakapan linimasa Twitter, yang salah satunya dikicaukan oleh pemilik akun @devadevadeva.

"@dailysocial @BekrafID Kok jadinya startup aja yang dikirim? Karena ongkosnya murah? 3 band kita yang tembus @sxsw g jadi ya om @Triawan?" tulis akun @devadevadeva.

Pertanyaan ini lantas memicu obrolan di linimasa Twitter antara @devadevadeva bersama ketiga temannya dan akhirnya memunculkan kabar bahwa akhirnya hanya satu band saja yang jadi terbang ke SXSW 2017, yaitu Lightcraft.

Menanggapi rumor tersebut Bekraf beberapa hari yang lalu kemudian memberikan klarifikasi tertulis melalui akun Twitter resmi @BekrafID yang berisi dua belas pernyataan.


Salah satu pernyataannya menjelaskan bahwa Bekraf memiliki keterbatasan terkait anggaran untuk SXSW 2017. Imbas dari keterbatasan anggaran ini, Bekraf pun meralat jumlah kuota dukungan yang akan diberikan kepada delegasi band yang diberangkatkan. Jumlah ini berbeda dari pernyataan sebelumnya pada siaran pers Bekraf Desember 2016 lalu yang menyatakan akan mendukung sejumlah maksimal 10 musisi/band.

"Bekraf menetapkan untuk wakil Indonesia bidang musik, Bekraf hanya dapat mendukung biaya pengiriman maksimal 5 orang per grup. Sementara untuk bidang film dan interaktif hanya 1 orang," tulis Bekraf dalam pernyataan keempat pada klarifikasi itu.

Bekraf pada klarifikasi tersebut juga menjelaskan akhirnya hanya satu band saja yang bersedia berangkat dengan bantuan Bekraf. "Sampai batas waktu, kemudian hanya Lightcraft yang menyatakan kesediaan untuk menerima fasilitas pengiriman maksimal 5 orang dengan syarat prosedur yang sudah ditetapkan," tulis @BekrafID.

Bekraf menambahkan, sementara dua grup musik terpilih lainnya, KimoKal dan The Trees and the Wild melalui surat elektronik ke sekretariat Bekraf yang mengurus kesertaan SXSW menyatakan tidak bersedia menerima fasilitas maksimal lima orang dan hal-hal lainnya.

"Mereka menyatakan secara tertulis lewat surat elektronik akan mengurus sendiri pencarian dana bagi seluruh tim mereka yang berangkat. Bekraf menghormati pilihan tersebut dan tetap akan membantu dalam batas kewenangan Bekraf apabila diperlukan, namun Bekraf memang tidak pernah dihubungi lagi sejak dikirimnya surat elektronik tersebut," tutup Bekraf di poin tersebut.

Ketika dikonfirmasi oleh Rolling Stone mengenai kekisruhan yang terjadi, The Trees and The Wild menolak memberikan komentar terkait klarifikasi Bekraf tersebut. "Sudah males ngebahas sih anak-anak," ujar salah seorang nara sumber dari band asal Bekasi ini.

Sementara duo pop elektronik KimoKal, diwakili oleh anggotanya, Kimo Rizky, angkat bicara. Ia membenarkan bahwa KimoKal tidak mengambil fasilitas untuk lima orang yang diberikan Bekraf dan menyangsikan langkah mereka sendiri untuk melanjutkan keberangkatan ke Austin, Texas, AS.

"Karena formasi KimoKal saja sudah berempat (plus dua musisi tambahan), ditambah satu sound engineer dan satu kru, jadi sudah berenam. Dalam waktu sesingkat itu kami pesimis untuk bisa mengurus visa, ditambah lagi komunikasi yang tidak erat antara pihak KimoKal dengan Bekraf," ungkap Kimo.

Komunikasi yang tidak erat ini disebutkan oleh Kimo akibat mereka tidak pernah bertatap muka langsung dengan pihak Bekraf.

"Cuma kurang komunikasi saja sebenarnya. Kami berharap komunikasi yang lancar antara KimoKal dengan agency Bekraf atau dengan pihak Bekrafnya langsung, dan akan lebih baik ke depannya bila diinformasikan dari awal secara lengkap mengenai prosedur dan benefit untuk band yang terpilih. Karena asumsi kami beberapa waktu lalu itu investasi Bekraf kepada sektor musik di SXSW 2017 adalah 10 musisi per band," jelas Kimo panjang lebar.

KimoKal. (Narendra Kameshwara)

Lebih lanjut, Kimo juga menyebutkan hal memberatkan lainnya jika mereka masih melanjutkan menerima fasilitas dari Bekraf tersebut. Bekraf tidak mengizinkan pihaknya untuk mencari sponsor lain untuk mendukung keberangkatan mereka.

"Persiapan paling berat adalah visa yang tidak dijamin dan kami tidak diizinkan mendapatkan sponsor lain selain Bekraf (jika memutuskan berangkat dengan fasilitas Bekraf). Sedangkan kami sangat butuh sponsor lain dalam bentuk funding maupun non-funding untuk program ini," jelas Kimo.

Menanggapi hal tersebut, Rolling Stone kemudian menghubungi Wakil Kepala Bekraf, Ricky Josep Pesik guna mencari kejelasan atas silang sengkarut ini. Menurut Ricky, apa yang diungkapkan Kimo tersebut ada benar dan tidaknya.

"Masalah administrasi pemerintah ini kan cukup kompleks. Kami kan nggak bisa melanggar sistem dalam pemerintahan. Kami itu tidak bisa membiayai sebuah kegiatan yang biayanya sudah di-cover oleh pihak lain. Itu selalu jadi masalah, (tapi) kalo sponsor sifatnya donatur itu nggak ada masalah," jelas Ricky.

Menurutnya Bekraf banyak mengalami masalah, terutama saat menjalani audit anggaran 2016, terkait permasalahan pemberian sponsor seperti ini. "Masalah berat itu, kami banyak mengalami masalah di laporan audit tahun 2016 dengan hal-hal seperti itu. Makanya sejak awal kami bilang kalo ada sponsor (lain) dan mencantumkan logo, ya masalah," jelasnya.

Sementara terkait pernyataan Bekraf yang siap mendukung maksimal sepuluh musisi/band, Ricky mengakui bahwa keputusan itu sebenarnya belum final. Anehnya, keputusan itu diumumkan melalui siaran pers resmi yang dimuat oleh situs resmi Bekraf.

Ricky yang dihubungi via telepon kemudian menjelaskan kronologisnya. "Waktu press conference pertama kami belum tahu band mana yang terundang oleh SXSW, kami kan baru open call, silahkan mendaftar. Tapi kami tidak bisa menentukan, itu kan kurasi SXSW, itu kan panggungnya mereka. Waktu itu ditanya (oleh SXSW) "Bekraf bisa ngirim berapa orang?" Lalu, berdasarkan anggaran, kami bilang, "bekraf ini bisa terbatas, bisa tidak terbatas anggarannya untuk ini"."

Ricky Joseph Pesik, Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia. (dok. Bekraf)

Ia menambahkan bahwa Bekraf bisa mengirim hingga tiga grup, dengan total jumlah orang di dalamnya adalah lima belas orang. Ia menekankan persoalan jumlah orang per grup tidak selalu harus berisi lima orang. Jika salah satu grup hanya berisi dua orang, maka sisa jatah orang per grupnya dapat dialihkan ke grup lain.

"Atau ternyata yang terseleksi oleh SXSW cuma dua grup, yang satu (misalnya) cuma terisi tiga orang, satu grup lagi bisa kami isi dua belas orang. Jadi waktu itu (saat ditanya SXSW) ya saya bilang "dari satu sampai sepuluh orang lah kira-kira,"" ungkapnya

Nyatanya, begitu pengumuman dari panitia SXSW keluar, hasilnya menyebutkan tiga band Indonesia; Lightcraft, KimoKal, dan The Trees and The Wild lolos untuk tampil di Austin, Texas pada Maret mendatang.

"Waduh, kalo begini, ada tiga, berarti maksimal lima orang biar adil," ujar Ricky yang diakuinya penjelasan ini juga telah dijelaskan kepada tiga band Indonesia terpilih.

"Kami nggak menyangka juga bisa sampai terundang tiga. Harus saya akui dalam SXSW pertama kali pemerintah (terlibat) ini, aturan pemerintah yang rigid ini tidak terlalu fleksibel," ucapnya lagi.

Dia lalu menjelaskan bahwa dalam keberangkatan di tahun-tahun sebelumya ke SXSW, Indonesia biasanya selalu mengirimkan satu band (tanpa dukungan Bekraf). Seperti Shaggydog pada tahun lalu atau White Shoes and The Couples Company pada 2008, dan seterusnya.

The Trees and The Wild dan KimoKal bukanlah delegasi musik Indonesia pertama yang gagal untuk berangkat ke SXSW di Austin, Texas, US. Sebelumnya, kolektif rock asal Bandung, Sigmun juga batal berangkat ke SXSW 2014 akibat terganjal masalah visa kerja.

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. 5 Cerita Tentang Lagu-Lagu Efek Rumah Kaca
  2. Sick Of It All: "Sepertinya Donald Trump Sengaja Ditempatkan untuk Melumpuhkan Negara"
  3. Movie Review: Posesif
  4. Bersenang-senang di Perhelatan Oktobeerfeast 2017
  5. SORE Merekam Ulang Lagu Grup Fariz RM dan Erwin Gutawa

Add a Comment