Teks Eksplanasi dan Contohnya

Posted on

Rollingstone.co.id – Saat sedang membutuhkan informasi, secara otomatis seseorang akan mencari tahu informasi tersebut melalui artikel teks eksplanasi maupun video yang berkaitan. Baik itu melalui buku, website, media sosial, maupun youtube. Secara sadar seseorang akan mencari artikel maupun video dengan informasi yang jelas.

Semakin jelas informasi yang tercantum dalam suatu tulisan, maka seseorang akan semakin puas dengan tulisan tersebut. Di sinilah pentingnya teks eksplanasi untuk memberi penjelasan dengan runut dan mendetail terkait informasi yang harus disampaikan kepada pembaca maupun pendengar.

Teks eksplanasi memiliki pengertian lain sebagai teks penjelasan karena diambil dari kata dalam bahasa Inggris yaitu explanation. Sekilas teks jenis ini hampir mirip dengan jenis teks lain seperti teks deskriptif, informatif, maupun eksposisi. Namun, tentu saja teks jenis eksplanasi juga memiliki ciri dan struktur yang berbeda.

Pengertian Teks Ekspalansi

pengertian-teks-eksplanasi

Secara bahasa, pengertian teks eksplanasi diartikan sama dengan kata serapannya explanation yang berarti teks penjelasan. Teks ini memberi penjelasan yang lengkap tentang suatu peristiwa yang terjadi maupun kejadian yang menghasilkan suatu hubungan sebab-akibat.

Teks ini banyak digunakan untuk memberikan informasi atau penjelasan dengan detail terkait fenomena sosial maupun alam. Namun, tema-tema lain seperti budaya, ilmu pengetahuan, politik, dan pendidikan pun bisa dijelaskan dengan menggunakan teks eksplanasi.

Kejadian atau peristiwa yang dijelaskan melalui teks eksplanasi ditujukan untuk memberikan pelajaran dan wawasan baru kepada pembaca maupun pendengarnya. Sehingga siapapun yang membaca teks eksplanasi tersebut bisa mendapatkan jawaban dari pertanyaan pokok tentang apa, siapa, mengapa, kapan, di mana, dan bagaimana.

Pengertian Teks Eksplanasi Menurut Para Ahli

Selain pengertian secara bahasa, teks eksplanasi juga diungkapkan oleh beberapa ahli dan ditulis dalam buku dengan pengertian yang berbeda. Berikut ini ulasan dengan penjelasan yang serupa dari beberapa ahli yang mengemukakan pendapatnya tentang pengertian teks eksplanasi, di antaranya:

  1. The Contemporary English-Indonesian Dictionary (651)

Dalam kamus kontemporer Inggris-Indonesia, disebutkan bahwa teks eksplanasi merupakan suatu teks yang membahas proses-proses yang memiliki hubungan dengan terjadinya fenomena sosial, budaya, alam, pengetahuan, dan lainnya.

  1. Menurut Restuti (2013 : 85)

Restuti berpendapat bahwa teks ekplanasi merupakan suatu teks atau tulisan yang memberi penjelasan atau keterangan tentang suatu proses dan fenomena yang terjadi baik fenomena sosial maupun alam.

  1. Menurut Mahsun (2013 : 189)

Menurut Mahsun, teks eksplanasi merupakan teks yang susunannya terdiri dari pembukaan (pernyataan umum), isi (deretan penjelasan), dan penutup (interpretasi). Bagian pembukaan biasanya berisi tentang infromasi singkat terkait apa yang dibicarakan. Sedangkan uraian tentang peristiwa yang terjadi ditulis pada bagian isi dan opini penulis tentang peristiwa tersebut ditulis pada bagian penutup.

  1. Anderson & Anderson (2003 : 81)

Menurut Anderson, pengertian eksplanasi merupakan ungkapan baik yang ditulis maupun diucapkan secara lisan tentang bagaimana dan mengapa suatu peristiwa bisa terjadi.

  1. Wahidi (2009)

Wahidi berpendapat bahwa teks eksplanasi memberi penjelasan tentang suatu proses yang berkaitan dengan peristiwa alam, fenomena sosial, budaya, dan sains atau ilmu pengetahuan. Teks eksplanasi banyak ditemukan dalam berbagai literatur seperti buku geografi, ensiklopedi ilmu pengetahuan, dan buku sejarah.

  1. South Australia Department of Education and Child Development (2012)

Pengertian teks eksplanasi merupakan suatu wacana yang menjelaskan urutan dan penyebab secara teoritis dari suatu fenomena atau peristiwa yang terjadi. Tujuan dari teks eksplanasi sendiri adalah untuk menjabarkan dan menggambarkan peristiwa yang terjadi secara logis baik tentang alam, teknologi, maupun sosial.

  1. NWS Department School and Education, Stubbs (2000 : 76)

Pengertian teks eksplanasi merupakan jenis teks yang memiliki tujuan untuk menjelaskan bagaimana dan mengapa suatu fenomena terjadi di dunia.

  1. Blake Education

Teks eksplanasi merupakan jenis teks yang berhubungan dengan IPTEK (ilmu pengetahuan dan teknologi). Teks tersebut menjelaskan tentang fenomena alam maupun non-alam yang dieksplorasi dan dikaitkan dengan manusia, masyarakat, dan lingkungan sekitarnya.

Tujuan Teks Eksplanasi

tujuan-teks-eksplanasi

Apapun jenis teks yang ditulis, setiap penulis tentu memiliki maksud dan tujuan yang ingin disampaikan tak terkecuali teks jenis eksplanasi. Berikut ini beberapa tujuan teks eksplanasi beserta fungsinya, di antaranya adalah:

  • Menjelaskan kepada pembaca tentang proses terjadinya sesuatu secara alamiah atau proses terjadinya fenomena alam maupun sosial
  • Menjelaskan kepada khalayak tentang bagaimana dan mengapa sesuatu bisa bekerja dan terjadi
  • Membandingkan perbedaan dan persamaan suatu peristiwa atau objek yang terjadi
  • Menjelaskan dengan rinci pendekatan pemecahan masalah atas suatu kejadian untuk mencari penyelesaiannya
  • Menjelaskan urutan kejadian atau peristiwa secara rinci
  • Membangun dan menyimpan ilmu pengetahuan yang dituliskan dalam teks eksplanasi
  • Sebagai bagian integral dari teks prosedurial yang memberi penjelasan tentang bagaimana cara melakukan sesuatu dengan terperinci.

Ciri-ciri Teks Eksplanasi

ciri-ciri-teks-eksplanasi

Setiap jenis teks atau artikel tentu memiliki unsur-unsur yang menjadi ciri khasnya sehingga bisa menjadi pembeda dengan artikel jenis lainnya. Begitupun dengan jenis eksplanasi yang memiliki unsur dan ciri tertentu sehingga suatu teks bisa disebut sebagai tulisan eksplanasi. Berikut ini ciri-ciri teks eksplanasi, di antaranya:

  1. Memiliki struktur penulisan yang benar

Teks eksplanasi terdiri dari tiga bagian utama, yaitu pernyataan umum, hubungan sebab-akibat, dan interpretasi atau pendapat penulis. Masing-masing bagian harus ditulis sesuai dengan kaidah struktur yang sesuai.

  1. Informasi harus sesuai dengan fakta dan kenyataan

Penjelasan yang disampaikan dalam jenis teks ini harus berdasarkan fakta dan kenyataan dengan bukti-bukti yang ada. Fakta tersebut harus bersifat keilmuan atau ilmiah seperti ilmu sosial, budaya, maupun fenomena alam.

Dalam menulis informasi tersebut, penulis harus menjelaskan pengertian dari fenomena atau peristiwa yang diangkat dan dijelaskan dengan detail pada bagian isi. Selain itu, fenomena atau peristiwa yang diangkat harus memberikan gambaran tentang hubungan sebab-akibat yang terjadi.

  1. Terdapat unsur ilmu pengetahuan

Karena informasi yang disampaikan harus berdasarkan fakta atau kenyataan, maka teks eksplanasi harus mengandung unsur ilmu pengetahuan. Penulis harus menggunakan dasar ilmu yang jelas dan bukan opini semata.

Ilmu yang bisa digunakan untuk memperdalam pembahasan fenomena yang ada bisa dikaji dari ilmu ekonomi, ilmu, psikologi, dan sains. Dalam ilmu yang dikaji tersebut biasanya terkandung istilah asing dan sulit yang berkaitan dengan fenomena yang terjadi yang harus dijelaskan dalam teks eksplanasi.

  1. Bersifat informatif dan tidak persuasif

Pembahasan yang disampaikan dalam tulisan eksplanasi harus bersifat informatif karena bertujuan untuk memberikan informasi pengetahuan kepada pembaca. Namun, informasi tersebut tidak berusaha untuk mempengaruhi pembaca terhadap apa yang ditulis dalam teks tersebut.

Pembaca pun diberi kebebasan dengan bebas  untuk menyimpulkan sendiri isi dari teks tersebut. Apakah akan mengambil hal positif maupun positif sebagai tindakan antisipasi dan hal yang pantas ditiru atau tidak.

  1. Menggunakan sequence markers atau penanda

Dalam penulisan naskah eksplanasi, biasanya terdapat kata yang digunakan untuk mengurutkan fenomena atau peristiwa yang terjadi. Kata-kata yang sering digunakan seperti kata pertama, kedua, ketiga, selanjutnya, berikutnya, kemudian, setelah itu, terakhir, dan lain sebagainya.

Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi

kaidah-kebahasaan-teks-eksplanasi

Dalam penulisan teks eksplanasi yang sesuai, maka harus memperhatikan kaidah bahasa dan penulisan yang benar dan tepat. Berikut ini kaidah bahasa teks eksplanasi yang harus diikuti, di antaranya:

  1. Fokus pada hal umum yang terjadi

Teks eksplanasi memiliki tujuan untuk mengangkat peristiwa dan fenomena yang terjadi sehingga lebih berfokus pada hal tersebut dibanding partisipan manusia. Objek yang biasanya diangkat pun seperti peristiwa gempa bumi, gunung meletus, banjir, tanah longsor, hujan, pengangguran, inflasi, dan lain sebagainya.

  1. Menggunakan kata kerja material dan relasional

Kata kerja material merupakan kata kerja yang menunjukkan subjek melakukan aktivitas fisik yang dapat dilihat secara nyata. Contoh katanya seperti berlari, berjalan, membaca, menonton, memegang, memotong, dan lain sebagainya. Untuk contoh kalimatnya bisa dilihat dalam kalimat berikut ini:

  • Mama sedang memotong wortel
  • Roni berlari cepat di lapangan sepak bola
  • Nana membaca buku novel

Sedangkan kata kerja relasional merupakan kata kerja yang digunakan sebagai penghubung kata pelengkap dan subjek. Struktur kalimatnya terdiri dari Subjek + Kata Kerja Rasional + Kata Pelengkap (objek + keterangan). Kata kerja relasional harus diikuti kata pelengkap agar maknanya tidak rancu.

Contohnya bisa dilihat dalam kalimat berikut:

  • Ayah memiliki kandang yang luas

Kata kerja relasional = memiliki, kata pelengkap = kandang yang luas

  • Ani menduduki peringkat terbaik olimpiade matematika

Kata kerja relasional = menduduki, kata pelengkap = peringkat terbaik olimpiade matematika

  • Ibu merupakan wanita karir

Kata kerja relasional = merupakan, kata pelengkap = wanita karir

  1. Menggunakan konjungsi waktu dan kausal

Konjungsi merupakan kata hubung yang digunakan untuk menyatakan hubungan waktu seperti kata setelah, kemarin, nanti, kemudian, dan lain sebagainya. Sedangkan kausal merupakan kata hubung yang menyatakan sebab dan akibat seperti kata jika, jadi, karena, sehingga, demikian, dan lain sebagainya.

  1. Menggunakan kalimat pasif

Kalimat pasif merupakan kalimat yang memiliki struktur Objek + Predikat + Subjek. Kalimat jenis ini biasanya ditandai dengan predikat yang menggunakan awalan di-, ke-, dan ter-.

Tujuan digunakannya kalimat pasif adalah untuk mengurangi penggunaan subjek manusia dan berfokus pada peristiwa yang terjadi. Selain itu, kalimat pasif juga digunakan untuk menegaskan bahwa peristiwa yang diangkat terjadi secara alamiah atau karena sebuah ketidaksengajaan.

  1. Menggunakan istilah ilmiah

Mengingat penjelasan yang ditulis bersifat informatif dan ilmiah, tak jarang banyak istilah ilmiah yang digunakan untuk mempertegas informasi yang disampaikan. Istilah ilmiah tersebut digunakan untuk menjelaskan peristiwa yang diangkat berdasarkan disiplin ilmu yang berkaitan.

Istilah ilmiah tidak terbatas hanya dalam bahasa Indonesia saja, penggunaan bahasa asing seperti bahasa Inggris dan latin pun bisa digunakan jika memang diperlukan. Agar pembaca awam tetap dapat memahami istilah asing tersebut, maka sangat perlu untuk diberi penjelasan detail mengenai pengertian istilah ilmiah tersebut.

Struktur Teks Eksplanasi

struktur-teks-eksplanasi

Struktur naskah eksplanasi yang benar harus terdiri dari bagian-bagian berikut ini:

  1. Judul

Judul merupakan salah satu bagian wajib yang harus ada dalam sebuah teks eksplanasi. Tujuannya adalah untuk menarik pembaca agar berminat membaca keseluruhan isi artikel dan mengetahui poin yang akan disampaikan dalam artikel tersebut dari awal.

Judul yang bagus harus ditulis dengan singkat, padat, jelas, dan tidak bertele-tele karena tujuannya adalah untuk menarik perhatian membaca. Tidak perlu menulis judul yang terlalu panjang hingga keluar dari konteks tulisan yang akan disampaikan.

  1. General Statement/Pernyataan Umum (Pembukaan)

Bagian paling pertama setelah judul adalah pembukaan yang berisi general statement atau pernyataan umum. Pada bagian ini, penulis harus menyampaikan topik atau masalah yang akan dibahas dalam bentuk gambaran secara umum tentang topik tersebut.

Seperti halnya judul, bagian general statement memiliki tujuan yang sama untuk menarik perhatian pembaca. Sehingga sangat penting untuk membuat pernyataan umum yang menarik sehingga pembaca mau melanjutkan membaca isi artikel secara keseluruhan.

  1. Sequence of Explanation/Deretan Penjelas (Isi)

Bagian inti dari tulisan eksplanasi harus dicantumkan pada bagian deretan penjelas ini. Bagian ini harus mengandung penjelasan dan pembahasan secara mendalam dari topik yang akan dibahas.

Penjelasan tersebut harus mampu menjawab pertanyaan utama berupa apa, siapa, bagaimana, kapan, di mana, dan mengapa. Selain itu, pada bagian ini penulis juga harus menyajikan penjelasan proses terjadinya peristiwa tersebut secara urut dan detail.

  1. Interpretasi (Penutup)

Bagian terakhir dari artikel eksplanasi adalah penutup yang berisi interpretasi atau opini dari penulis yang mengandung kesimpulan dari intisari yang dibahas sebelumnya. Penulis juga bisa menambahkan saran, pesan, dan tanggapan terhadap peristiwa yang diangkat dalam tulisan.

Jenis-jenis Teks Eksplanasi

jenis-jenis-teks-eksplanasi

Untuk memudahkan pengklasifikasiannya, teks eksplanasi dibagi ke dalam beberapa jenis berdasarkan isi penjelasannya, di antaranya::

  1. Eksplanasi Kausal

Kausal memiliki pengertian sebagai hubungan sebab-akibat atau asal-muasal atas terjadinya suatu peristiwa secara bertahap. Contoh: proses terjadinya tsunami, proses meletusnya gunung berapi, proses fotosintesis tanaman, dan lain sebagainya.

  1. Eksplanasi Sequential

Dalam teks eksplanasi jenis ini, fenomena atau peristiwa yang diangkat akan dijelaskan secara rinci dengan urutan dan tahapan yang detail. Contoh: siklus rantai makanan, siklus terjadinya hujan, siklus global warming, dan lain sebagainya.

  1. Eksplanasi Teoritis

Tulisan eksplanasi teoritis merupakan jenis teks yang mengandung spekulasi-spekulasi dari kemungkinan yang bisa terjadi di balik terjadinya suatu peristiwa. Contoh: gempa bumi di Palu yang mengakibatkan terjadinya tsunami dan likuifaksi.

  1. Eksplanasi Faktorial

Dalam penulisannya, teks eksplanasi faktorial memberi penjelasan tentang hasil atau efek dari terjadinya suatu proses. Contoh: dampak global warming terhadap perubahan iklim.

Contoh Teks Eksplanasi Sosial dan Strukturnya Singkat

Berbagai topik dalam kehidupan sehari-hari bisa dituliskan dalam bentuk teks eksplanasi. Salah satunya adalah topik sosial dengan mengangkat berbagai peristiwa dan fenomena yang terjadi. Berikut ini beberapa contoh teks eksplanasi sosial, di antaranya:

  1. Judul: Fenomena Urbanisasi di Kota-kota Besar dan Dampak Negatifnya

Contoh-Teks-Eksplanasi-Sosial-dan-Strukturnya

Pernyataan Umum

Fenomena urbanisasi di Indonesia sebenarnya sudah terjadi lama bahkan sejak zaman penjajahan Belanda. Urbanisasi biasa terjadi terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, dan lain sebagainya. Pengertian urbanisasi merupakan suatu perpindahan penduduk desa yang berpindah ke kota dengan tujuan untuk merantau dan menetap dalam kurun waktu tertentu.

Jumlah penduduk kota pun semakin padat dari tahun ke tahun karena semakin banyaknya masyarakat yang datang dari luar kota untuk mengadu nasib di kota. Mereka pun tidak datang sendiri namun biasanya membawa sanak saudara untuk ikut mencari peruntungan. Apalagi ketika masa kelulusan sekolah SMA atau kuliah sudah selesai, fenomena urbanisasi besar-besaran pun selalu terjadi.

Hal ini mengakibatkan ketidakseimbangan jumlah penduduk antara di kota dan desa. Maraknya arus urbanisasi ternyata tidak diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja yang cukup memadai sehingga hal ini mengakibatkan masalah baru di kota-kota besar.

Deretan Penjelas

Mengadu nasib adalah kata-kata yang sering dilontarkan para perantau dari desa dan kota yang ingin mengejar kesuksesan di kota. Gemerlapnya kota dengan setiap sudutnya yang berbau modern, keren, dan trendi menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat desa yang ingin mengubah nasibnya.

Tak heran jika tren urbanisasi semakin terus meningkat mengingat perkembangan teknologi yang semakin canggih sehingga memudahkan setiap orang untuk mengakses informasi. Bahkan Badan Pusat Statistik pun telah memprediksikan bahwa pada tahun 2025, sebanyak 68% orang di Indonesia akan tinggal di perkotaan.

Minat pekerja muda milenial yang ingin mencari penghidupan layak di kota tidak lepas dari faktor kurangnya lapangan kerja di lingkungan pedesaan. Mereka berpikir bahwa kerja di desa tidak akan membawa mereka pada kesuksesan karena mereka hanya bisa beternak dan bertani saja.

Mereka menganggap bahwa impian untuk sukses dan terlepas dari kemiskinan hanya bisa didapatkan ketika tinggal di kota. Pekerjaan di sektor formal dan informal pun banyak mereka incar untuk dilakukan ketika tinggal di kota. Memang tak bisa dipungkiri lagi bahwa kesempatan dan lapangan kerja di kota lebih banyak dibandingkan di desa.

Fenomena urbanisasi ini memberikan dampak positif sekaligus negatif. Dampak positif paling banyak dirasakan oleh masyarakat pedesaan yang berpindah karena tidak sedikit dari mereka yang akhirnya bisa sukses di kota. Namun, dampak buruk urbanisasi pun banyak dirasakan oleh masyarakat yang tinggal di perkotaan, di antaranya adalah:

  • Perumahan semakin sempit seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan tidak sesuai dengan standar kesehatan
  • Tingkat pengangguran semakin tinggi karena jumlah penduduk yang berpindah tidak diimbangi dengan jumlah lapangan kerja yang ada
  • Tingkat kriminalitas yang semakin tinggi karena faktor uang dan tingkat stress yang meningkat
  • Tenaga kerja muda yang produktif di pedesaan semakin menurun pesat sehingga banyak tanah dan sawah yang akhirnya terbengkalai tidak diurus
  • Jalanan di kota-kota semakin macet karena meningkatnya jumlah pengendara kendaraan bermotor
  • Sampah pun semakin meningkat dan menimbulkan masalah baru seperti tersebarnya penyakit di titik-titik tempat pembuangan sampah

Interpretasi

Urbanisasi besar-besaran yang semakin meningkat dari tahun ke tahun tentu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi sebagian besar orang. Bagi masyarakat kota, jumlah kepadatan yang semakin meningkat akan menimbulkan dampak buruk seperti tersebut di atas jika tidak diantisipasi atau dicari solusi pemecahan masalahnya.

Tidak terkecuali bagi masyarakat desa yang semakin khawatir anak muda yang berpotensi di desanya bukannya membangun desanya untuk maju akan tetapi malah mencari peruntungan di kota. Memang tidak bisa menyalahkan siapa-siapa karena setiap orang berhak menentukan langkah yang akan diambil untuk meraih kesuksesan.

Sehingga tergantung dari kesadaran masing-masing individu apakah akan terus membiarkan fenomena urbanisasi semakin meningkat atau mencoba mengembangkan potensi yang ada di desanya. Dengan demikian, kemajuan pun akan semakin merata dan bisa dirasakan juga oleh masyarakat pedesaan.

  1. Judul: Alasan Dibalik Adanya Program Transmigrasi

Transmigrasi

Pernyataan Umum

Program transmigrasi sudah dirintis sejak zaman penjajahan Belanda dan cukup populer pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Pengertian transmigrasi merupakan suatu program yang dicanangkan untuk memindahkan penduduk di daerah yang penduduknya padat ke daerah lain yang penduduknya masih sedikit.

Pengertian lainnya adalah untuk memindahkan penduduk dari kota ke desa dan merupakan kebalikan dari urbanisasi. Namun, perpindahan ini tidak terbatas pada satu pulau atau provinsi saja akan tetapi bisa dilakukan dari satu pulau yang lebih padat ke pulau yang masih jarang penduduk.

Para transmigran atau istilah bagi orang yang melakukan transmigrasi dapat memulai hidup baru dan membangun desa di mana mereka akan tinggal nantinya. Bahkan untuk menarik agar lebih banyak transmigran berminat melakukan transmigrasi, pemerintah pun memodali mereka dengan tanah, rumah, dan perlengkapannya.

Deretan Penjelas

Program transmigrasi memiliki tujuan resmi untuk mengurangi kepadatan penduduk dan kemiskinan di Pulau Jawa. Pemerintah ingin memberikan kesempatan bagi orang yang mau bekerja dengan mengolah sumber daya alam di pulau-pulau lain di Indonesia seperti Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Berikut ini beberapa alasan pemerintah mencanangkan program transmigrasi bagi penduduk di Pulau Jawa untuk pindah ke pulau lainnya, di antaranya:

  • Memeratakan jumlah penduduk di seluruh wilayah di Indonesia mengingat jumlah kepadatan penduduk di Pulau Jawa lebih meningkat tajam dibandingkan pulau-pulau lainnya
  • Untuk mendukung ketahanan pangan dan penyediaan lahan untuk diolah para transmigran sehingga bangsa Indonesia bisa lebih mandiri dalam menjaga ketahanan pangan
  • Masalah pengangguran dan kemiskinan yang semakin meningkat di kota-kota besar sehingga perlu diatasi melalui program transmigrasi
  • Untuk mendukung ketahanan nasional khususnya di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar Indonesia

Seiring perkembangannya, program transmigrasi kini tidak lagi terfokus pada program pemindahan penduduk saja. Metode yang dulunya bersifat sentralistik dan top down dari Jakarta kini sudah diubah menjadi kerjasama antar daerah pengirim transmigran dengan daerah tujuan transmigrasi.

Bagi warga negara yang ingin menjadi transmigran, maka harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  • Merupakan WNI (Warga Negara Indonesia) yang berdomisili di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia
  • Menunjukkan surat nikah dan kartu keluarga sebagai bukti sudah berkeluarga
  • Memiliki KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan berusia antara 18 – 50 tahun sesuai KTP
  • Menunjukkan Surat Keterangan dari Kepala Desa setempat sebagai bukti belum pernah berdomisili sebelumnya
  • Menunjukkan Surat Keterangan Dokter sebagai bukti berbadan sehat
  • Memiliki keterampailan untuk mengembangkan sumber daya yang tersedia di tempat transmigrasi
  • Menandatangani Surat Pernyataan kesanggupan untuk melaksanakan kewajiban sebagai tranmigran di tempat tujuan transmigrasi nantinya

Interpretasi

Meskipun dinilai sangat bagus untuk kemajuan negara Indonesia, faktanya program ini masih menuai pro-kontra dan sering menimbulkan percekcokan antara transmigran dengan penduduk aslinya. Selain itu, terkadang timbul masalah lainnya seperti lahan yang tidak subur sehingga mengakibatkan penurunan taraf hidup masyarakat transmigran.

Program transmigrasi sebenarnya menjadi harapan baru baik bagi penduduk yang melakukan transmigran maupun bagi pemerintah. Dengan berpindah ke tempat yang baru diharapkan mereka dapat memperbaiki taraf hidupnya. Sehingga masalah-masalah yang sering terjadi dan menimpa para transmigran harusnya bisa diatasi dan diantisipasi sejak dini.

  1. Judul: Penyebab Tingginya Tingkat Kriminalitas Tinggi di Jakarta

kriminalitas

Pernyataan Umum

Mendengar berita tindak kriminal seperti pencopetan, penjambretan, pencurian, dan perampokan seperti sudah biasa dan sering kita dengar di Jakarta. Tindak kriminalitas ini menjadi masalah sosial yang mengkhawatirkan semua orang yang tinggal di ibukota ini.

Para pelaku kejahatan seperti tidak peduli tempat apakah sepi atau tidak untuk melakukan kejahatan. Mereka bisa melakukan tindakan kejahatan tersebut di mana saja seperti di bis, pasar, kompleks perumahan, pertokoan, di jalanan, dan tempat-tempat umum lainnya.

Maraknya kriminalitas membuat tingkat kepercayaan terhadap orang lain yang belum dikenal menjadi menurun. Karena faktanya banyak orang-orang melakukan modus kejahatan dengan berpura-pura baik dan seolah minta dikasihani. Maka tingkat kewaspadaan ketika berada di kota harus selalu ditingkatkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Deretan Penjelas

Kasus kriminalitas yang semakin meningkat di kota besar menjadi perhatian tersendiri bagi para ahli sosiologi. Dampak buruk bisa semakin menyebar dan membuat masyarakat sekitar semakin cemas jika tindak kriminalitas tidak segera diatasi. Terdapat beberapa alasan atau penyebab tingkat kriminalitas di kota Jakarta tinggi berdasarkan studi kasus tertentu, di antaranya:

  • Proses sosialisasi yang semakin rendah di kota dan menyebabkan penduduknya bersikap antipati atau loe-loe gue-gue terhadap orang lain
  • Faktor ekonomi yang memburuk karena meningkatnya tingkat kemiskinan sehingga orang-orang berlomba-lomba untuk mendapatkan uang dengan cara apapun tanpa peduli tindakan yang dilakukan benar atau salah
  • Terbatasnya lapangan pekerjaan sehingga tingkat pengangguran meningkat dan orang-orang terpaksa melakukan tindakan kejahatan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya
  • Pengaruh lingkungan yang buruk yang menyebabkan seseorang terdidik untuk melakukan perbuatan kriminal tersebut karena mencontoh orang-orang di sekitarnya seperti teman atau orang tuanya

Dampak kriminalitas akan semakin memburuk jika tidak ada tindak tegas baik dari pemerintah maupun lembaga penegak hukum. Bahkan jika dibiarkan dampaknya pun akan semakin parah baik terhadap individu maupun dalam lingkup masyarakat yang lebih luas. Berikut ini dampak buruk tindak kriminalitas, di antaranya adalah:

  • Kriminalitis dapat menjadi penyakit sosial yang berdampak pada mundurnya pembangunan baik yang berkaitan dengan karakter individu maupun dalam hubungannya dengan sosial masyarakat
  • Dapat memunculkan masalah baru seperti bentrok, tindakan anarkis, ketakutan lingkungan sekitar, rusaknya fasilitas, dan lain sebagainya
  • Merugikan orang lain karena dapat melukai target korban bahkan bisa menyebabkan kematian
  • Berpengaruh buruk terhadap psikologis korban sehingga mengakibatkan trauma mendalam atas tindak kriminalitas yang pernah dialami
  • Tingkat keamanan menjadi terganggu

Interpretasi

Melihat dampak buruk yang begitu mengerikan jika tidak segera ditanggulangi, maka sangat perlu adanya keterlibatan pemerintah dan semua pihak untuk mengatasinya. Cara yang paling sederhana adalah dengan membangun sosialisasi yang baik dengan orang lain sehingga akan timbul rasa kepedulian yang tinggi dan tidak akan tega untuk melakukan kejahatan kepada orang lain.

Selain itu, dari dalam diri individu juga harus ditanamkan sifat jujur, sederhana, tidak iri, dan merasa bersyukur serta cukup dengan apa yang dimiliki. Hindari sifat malas dan harus berusaha untuk bekerja dengan cara yang benar demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

  1. Judul: Maraknya Kenakalan Remaja

kenakalan-remaja

Pernyataan Umum

Anak muda atau remaja adalah harapan bangsa yang nantinya akan menjadi pemegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa. Banyak harapan yang ditaroh di pundak anak muda demi Indonesia yang lebih maju dan lebih baik. Sayangnya fenomena yang ada menunjukkan sebaliknya. Banyak anak muda yang justru menjadi sampah masyarakat karena maraknya kenakalan remaja yang terjadi.

Fenomena tersebut tentu menjadi keprihatinan tersendiri karena khawatir akan semakin sedikit orang-orang yang nantinya diharapkan dapat membangun Indonesia agar lebih baik lagi. Pengertian kenakalan remaja sendiri merupakan suatu kelainan tingkah laku dan sikap yang melanggar nilai dan norma yang berlaku yang dilakukan oleh anak remaja.

Deretan Penjelas

Terjadinya kenakalan remaja yang semakin memprihatinkan seperti tindakan tawuran, mabuk-mabukan, bolos sekolah, melawan guru dan orang tua tentu ada penyebabnya. Berikut ini beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kenakalan remaja baik dari faktor intern maupun ekstern, di antaranya:

  • Watak dan sifat pembawaan yang cenderung negatif dan dibiarkan begitu saja tanpa adanya bimbingan
  • Terjadinya konflik di lingkungan keluarga akibat kemiskinan dan kekurangan
  • Memiliki kelemahan dalam mengendalikan diri dikarenakan kurangnya pembinaan mental dan karakter
  • Kurangnya kemampuan untuk beradaptasi dengan lingkungan sosial yang ada sehingga menyebabkan seseorang harus mencari pelarian ke lingkungan dan kelompok remaja nakal
  • Kurang perhatian dari orang-orang terdekatnya seperti keluarga, kakak, orang tua, guru, teman, tetangga, dan masyarakat sekitarnya
  • Proses pendidikan yang kurang bagus dari lingkungan terkecil keluarga, sekolah, hingga masyarakat
  • Kurangnya apresiasi atau penghargaan dari orang-orang di sekitarnya
  • Sarana dan prasarana atau fasilitas yang kurang sehingga tidak bisa dimanfaatkan untuk mengisi waktu senggang dengan hal-hal yang bermanfaat
  • Adanya kesempatan yang membuat anak muda atau remaja berpeluang melakukan hal-hal negatif

Untuk menghindari maraknya kenakalan remaja yang terjadi tentu sangat penting untuk mengantisipasinya bersama. Mengingat remaja merupakan aset bangsa yang menjadi harapan besar untuk menjadi penerus generasi pendahulunya. Berikut ini beberapa langkah preventif yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah kenakalan remaja, di antaranya:

  • Mengentaskan kemiskinan terutama untuk keluarga yang masih berada di bawah garis kemiskinan
  • Melakukan pemerataan pembangunan di semua wilayah dengan fasilitas-fasilitas yang memadai untuk melakukan hal-hal yang positif
  • Menyediakan lembaga-lembaga yang menampung anak-anak terlantar, gelandangan, dan anak-anak kurang mampu
  • Menyediakan fasilitas kesehatan yang memadai
  • Menyediakan lembaga perlindungan dan pembinaan anak seperti Balai Latihan Kerja (BLK)
  • Mengadakan diskusi-diskusi kelompok dengan lingkungan yang positif untuk mengisi waktu luang dengan hal yang bermanfaat
  • Membangun fasilitas yang bisa digunakan untuk menyalurkan bakat dan minat para anak muda atau remaja seperti untuk kesenian, olahraga, bidang penulisan, dan lain sebagainya

Interpretasi

Dampak buruk kenakalan remaja yang semakin dibiarkan tentu akan semakin merugikan orang lain. Dampak nyata pada diri sendiri jelas akan berpengaruh seperti dikucilkan dari lingkungan, memiliki masa depan yang suram, beban psikologis yang mengakibatkan stress tinggi, dan lain sebagainya.

Dampaknya untuk masyarakat dan lingkungan pun bisa terlihat dari rusaknya fasilitas-fasilitas yang ada karena tawuran, mengganggu ketentraman warga sekitar, serta dapat mengganggu ketertiban. Untuk mengatasinya, semua pihak harus menyadari dan bersama-sama saling bahu membahu mulai dari pemerintah, keluarga, lembaga masyarakat, kepolisian, dan lingkungan sekitar.

Contoh Teks Eksplanasi Budaya Beserta Strukturnya

  1. Judul: Asal Usul Tradisi Sekaten

Contoh-Teks-Eksplanasi-Budaya-dan-Strukturnya

Pernyataan Umum

Bagi warga Jogja, upacara tradisional sekaten merupakan salah satu acara yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Karena selain dalam rangka memeriahkan peringatan kelahiran Nabi Muhammad, sekaten juga menghadirkan berbagai rangkaian acara budaya yang menarik.

Acara sekaten di Jogja diawali dengan adanya permainan gamelan Kyai Guntur Madu dan Kyai Nogowilogo yang dimainkan beberapa hari sebelum 12 Rabiul Awal tepatnya sekitar tanggal 6 Rabiul Awal (Maulud). Selain itu, terdapat pula acara Pasar Malam Perayaan Sekaten sejak sebulan sebelum acara inti yang bisa dihadiri seluruh masyarakat maupun wisatawan.

Menariknya lagi, terdapat dua tradisi penting yang menjadi rangkaian acara sekaten ini yaitu Tumplak Wajik dan Tradisi Grebeg Maulud. Sebelum Tradisi Grebeg dimulai, diadakan upacara pembuatan wajik (makanan khas yang terbuat dari beras ketan dan gula jawa) sebagai awal dari pembuatan pareden.

Setelah upcacara Tumplak Wajib selesai, barulah diadakan puncak peringatan Sekaten yang disebut sebagai Tradisi Grebeg Muludan pada tanggal 12 Rabiul Awal sejak pukul 08.00 pagi. Acara budaya yang diadakan sejak abad ke-16 ini menjadi tradisi setiap tahun yang dilakukan Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat dan Keraton Surakarta Hadiningra (Solo).

Deretan Penjelas

Di balik meriahnya upacara tradisi sekaten, tentu tidak terlepas dari asal-usul yang melatarbelakanginya. Menurut pendapat yang paling populer, istilah sekaten berasal dari bahasa arab Syahadataini yang mewakili dua kalimat Syahadat yang merupakan kalimat wajib sebagai syarat masuk agama Islam.

Upacara Sekaten sudah dimulai sejak zaman Kerajaan Demak, yaitu ketika Kerajaan Islam Muncul setelah Kerajaan Majapahit runtuh pada tahun 1478 Masehi. Tradisi ini merupakan salah satu warisan budaya Islam di Tanah Jawa yang dilaksanakan turun-temurun oleh nenek moyang sebagai salah satu bentuk budaya hasil akulturasi.

Diadakannya upacara sekaten ini berawal ketika pada masa Kerajaan Hindu raja-rajanya mengadakan upacara serupa yang berwujud sesaji atau selamatan untuk arwah para leluhur. Upacara tersebut terdiri dari Aswameda dan Asmaradana.

Pada perkembangan selanjutnya, agam Islam mulai masuk dan berkembang di tanah Jawa pada abad ke-14 dengan dibawa oleh para Walisongo. Setiap tahun para tokoh agama Islam mengadakan pertemuan tahunan di Kota Demak untuk mengetahui perkembangan Islam di tanah Jawa.

Pertemuan tersebut biasanya diadakan selama satu minggu di bulan Rabiul Awal dan biasanya diadakan keramaian untuk merayakan Maulud Nabi sebagai penutupnya. Melalui saran Sunan Kalijaga, agar perayaan Maulud Nabi bisa menarik perhatian rakyat, maka pelaksanaannya disesuaikan dengan tradisi dan budaya Jawa.

Mirip dengan perayaan yang dilakukan agama Hindu sebelumnya, acara tersebut diawali dengan membunyikan prangkat gamelan karya Sunan Giri. Kemudian setelah acara tersebut selesai, masyarakat yang ingin memeluk agama Islam dibimbing untuk mengucapkan syahadat. Sehingga dari kata syahadatain ini kemudian muncul istilah sekaten sebagai akibat perubahan pengucapan.

Interpretasi

Acara sekaten pun menjadi salah satu tradisi yang selalu dilakukan rutin setiap tahunnya di area Keraton Jogja dan Keraton Solo sebagai bentuk nguri-uri kabudayan. Artinya upacara sekaten ini diadakan untuk melestarikan kebudayaan yang sudah ada sejak zaman Kerajaan Islam.

Masyarakat pun banyak yang berbondong-bondong ke acara sekaten ini bahkan tidak terbatas penduduk asli Jogja saja, wisatawan pun banyak yang antusias menyaksikan upacara ini. Upacara sekaten seperti menjadi sebuah tradisi yang menggabungkan rasa cinta Islam dan rasa cinta akan budaya secara bersamaan.

  1. Judul: Uniknya Tradisi Pacu Jawi di Minangkabau

pacu-jawi

Pernyataan Umum

Bagi masyarakat Minangkabau, tentu tidak asing lagi dengan acara olahraga tradisional Pacu Jawi atau balapan sapi ini. Jika perlombaan pacu pada umumnya menggunakan kuda, di Tanah Datar, Sumatera Barat justru menggunakan sapi.

Perlombaan ini tidak seperti perlombaan pacu kuda yang mengharuskan ada seseorang yang naik ke atas kuda dan berpacu di area pacu yang tersedia. Namun, Pacu Jawi melombakan sepasang sapi untuk berlari di lintasan sawah berlumbur. Panjang lintasannya tidak main-main yaitu sekitar 60 – 250 meter dan terdapat seorang joki di belakang kedua ekor sapi tersebut untuk memegangnya.

Uniknya lagi, dalam pertandingan ini tidak ada yang namanya pemenang secara resmi dan sapi-sapi tersebut hanya dilepas sepasang tanpa lawan. Sapi-sapi tersebut akan diminta berlari secara bergiliran dan para penonton bisa menilai sapi-sapi yang berlari di lintasan sawah tersebut berdasarkan kemampuan berjalan lurus dan kecepatannya.

Sebagai bentuk reward atau apresiasi, sapi-sapi yang unggul akan memiliki harga jual yang jauh di atas harga normal. Acara yang sudah berabad-abad dirayakan olah penduduk di Tanah Datar ini menjadi atraksi wisata sekaligus acara budaya yang turun-temurun masih terus dilestarikan.

Deretan Penjelas

Menurut tradisi yang dipercayai masyarakat di Tanah Datar, Gunung Merapi setinggi 2.891 mdpl yang terdapat di tanah Sumatera Barat harus terlihat jelas sebagai syarat penyelenggaraan pacu jawi. Ketika sawah sudah kosong setelah dipanen dan belum ditanami lagi, acara pacu jawi sudah bisa dimulai.

Acara pacu jawi awalnya diadakan sebagai acara hiburan setelah panen untuk warga desa yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Acara yang dulu diselenggarakan 2 kali setahun ini kini diadakan berdasarkan siklus panen yang memungkinkan diselenggarakan lebih sering lagi dalam satu tahun.

Para penonton boleh menyaksikan acara ini dari tanah kering di pinggir sawah dan melihat atraksi sapi-sapi yang terkadang sulit diatur sehingga menyebabkan joki sering jatuh. Banyak atraksi unik yang bisa dilihat selama proses pertandingan, seperti joki yang terkadang harus menggigit ekor salah satu sapi agar lebih cepat berlari.

Tak jarang sapi-sapi pun ada yang berlari ke arah penonton dan menyipratkan lumpur tersebut ke wajah penonton. Sorak horai dan gelak tawa para penonton yang menyaksikan acara ini pun menjadi pemandangan lain dalam acara pacu jawi ini.

Kemampuan sapi untuk berlari lurus menjadi salah satu poin penilaian penting karena mengajarkan filosofi bahwa dengan mengikuti jalan yang lurus seseorang akan dihargai lebih. Sapi yagn tangkas dalam pacu jawi pun menjadi sumber kebanggaan bagi pemiliknya karena dapat meningkatkan nilai jual yang lebih.

Dalam tradisi pacu jawi, terdapat pula sebuah pesta alek pacu jawi yang mengiringinya. Acara ini biasanya diiringi permainan musik menggunakan gendang tasa, pertunjukan talempong pacik atau tari piring, permainan tradisional, panjat pinang, pasar dadakan, dan lomba layang-layang. Sapi-sapi yang terlibat dalam balapan pun akan didandani dengan suntiang.

Interpretasi

Acara yang sangat menarik ini menjadi salah satu hiburan yang ditunggu-tunggu masyarakat di Tanah Datar. Bahkan acara ini juga termasuk dalam salah satu kekayaan budaya yang mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata setempat. Sebuah tradisi yang turun-temurun ini patut membuat bangga bangsa Indonesia yang begitu kaya dengan budayanya yang unik dan filosofis.

  1. Judul: Tradisi Adu Pantun Betawi yang Sarat Makna

tradisi-palang-pintu

Pernyataan Umum

Di setiap acara pernikahan masyarakat suku Betawi asli, tentu identik dengan acara adu pantun yang biasa dikenal dengan tradisi palang pintu. Tradisi ini menjadi salah satu bagian dalam proses upacara pernikahan dalam adat Betawi yang sudah ada sejak zaman nenek moyang.

Salah satu ciri khas dalam tradisi palang pintu ini adalah perpaduan silat dan seni pantun yang jenaka. Dua hal mendasar ini pun akhirnya menjadi landasan digelarnya Festival Palang Pintu yang digelar setiap tahunnya berbarengan dengan acara ulang tahun Jakarta.

Dalam tradisi ini, perwakilan mempelai laki-laki dan perempuan yang disebut sebagai jawara akan saling menunjukkan kemampuan silat dan pantunnya. Setelah saling berbalas pantun, barulah mempelai pria dipersilakan masuk ke rumah mempelai perempuan untuk proses akad nikah.

Tidak hanya dilakukan saat acara pernikahan adat Betawi saja, akan tetapi tradisi palang pintu juga bisa digunakan di acara-acara seperti peresmian kantor dan penyambutan tamu. Para penonton yang menyaksikan prosesi palang pintu ini juga bisa menimpali atau menyemangati para jawara yang sedang beraksi.

Deretan Penjelas

Tradisi palang pintu yang dilakukan sebelum acara pernikahan dimulai menjadi sebuah simbol ujian yang harus dilalui pihak laki-laki sebelum meminang. Di sinilah peran penting para jawara sebagai perwakilan agar bisa mengalahkan jawara dari pihak perempuan.

Adu pantun yang dilakukan para jawara pun dimaknai sebagai suatu bentuk diplomasi atau manifestasi. Adanya tradisi palang pintu ini diharapkan dapat mendekatkan dan mengakrabkan hubungan antar kampung dan antar keluarga.

Tradisi palang pintu sudah begitu melekat sebagai salah satu tradisi kebudayaan Betawi yang terus dijaga oleh penerusnya. Dalam pengertiannya, palang pintu berarti penghalang untuk memasuki area tertentu yang dijaga oleh jawaranya. Rebana ketimpring, petasan, kembang kelape, pantun, sirih dare, silat betawi dan sikeh menjadi perlengkapan yang harus ada dalam tradisi ini.

Dalam penampilannya, seorang jawara harus tampil dengan kostum pemain palang pintu berupa pakaian adat Betawi sehari-hari. Para jawara diharuskan memakai baju koko (sadariah) yang berwarna polos, celana panjang dengan corak batik yang warna dasarnya putih/coklat/hitam, serta sarung yang diletakkan di pundak lengkap dengan peci hitamnya.

Dalam arti lain, palang pintu juga berarti menyambut di mana dalam sambutannya yang pertama pihak laki-laki akan memberi salam kepada pihak perempuan. Tradisi yang ada sejak tahun 1993 ini juga menjadi salah satu cara pihak perempuan untuk melihat kemampuan mengaji dari pihak laki-laki. Karena dalam tradisi ini juga terdapat pembacaan ayat suci Al Quran setelah adu pantun.

Tradisi palang pintu juga mengandung pesan yang ingin disampaikan bahwa ikatan pernikahan merupakan ikatan ritual yang terjadi sekali seumur hidup. Sehingga dalam proses menuju pernikahan tersebut terdapat banyak tahapan yang harus dilalui untuk menjaga keskralannya.

Secara filosofis, tradisi palang pintu mengandung 3 makna penting, yaitu:

  • Adu pantun, sebagai simbol bahwa sang suami harus bisa membahagiakan istri dan anak-anaknya kelak
  • Silat, sebagai simbol bahwa sang suami harus mampu menjaga dan melindungi keluarganya dari berbagai gangguan baik dari dalam maupun luar
  • Sholawat, sebagai simbol bahwa sang suami harus menjadi tuntunan bagi anak istrinya dalam hal agama

Interpretasi

Tradisi yang sangat unik dan menarik ini mungkin semakin lama akan semakin hilang jika tidak ada generasi muda yang melestarikannya. Sebagai salah satu bentuk cara untuk melestarikan budaya ini maka diadakanlah acara Festival Budaya Betawi setiap tahunnya.

Selain untuk mengenalkan kepada generasi yang masih kecil tentang budaya ini, diharapkan para generasi selanjutnya dapat lebih mencintai budayanya dengan ikut terlibat dalam setiap perayaan Betawi. Berikut ini sedikit pantun sebagai penutup:

Dari Ciawi ke Cabang Bugin,

Ke Cipete lewat Semanggi,

Ini Budaya Betawi kudu dikembangin,

kalau bukan kita siapa lagi?

Contoh Teks Eksplanasi Banjir dan Strukturnya

  1. Judul: Penyebab Terjadinya Banjir di Jakarta

banjir

Pernyataan Umum

Banjir bagi Jakarta bukan lagi bencana yang cukup mengagetkan bagi mereka, karena hampir setiap tahun warga Jakarta sudah langganan terkena banjir. Mereka pun sudah bisa bersiap-siap jika tanda-tanda banjir akan segera datang. Bahkan beberapa rumah di Jakarta sengaja ditinggikan karena tahu bahwa banjir yang terjadi setiap tahun pasti akan mengenai rumah mereka.

Genangan banjir yang terjadi di jalanan dan rumah-rumah penduduk pun menimbulkan dampak buruk lainnya seperti timbulnya berbagai macam penyakit. Selain itu, aktivitas warga pun menjadi terkendala seperti aktivitas bekerja, sekolah, dan lainnya.

Melihat kerepotan orang-orang Jakarta yang bersiap setiap menghadapi banjir datang seolah tidak ada habisnya. Meskipun pemerintah sudah berusaha keras mengantisipasi terjadinya banjir, dukungan dari perilaku masyarakat pun tetap diperlukan agar masalah banjir ini segera bisa diselesaikan bersama.

Deretan Penjelas

Selain faktor alam seperti curah hujan yang tinggi, banjir juga bisa disebabkan oleh beberapa faktor berikut ini:

<

  1. Kurangnya lahan serapan karena penduduk yang semakin padat

Sudah menjadi rahasia umum bahwa jumlah penduduk di Jakarta setiap tahunnya pasti selalu meningkat karena dampak urbanisasi yang tinggi. Daya tarik Jakarta sebagai pusat pemerintahan, perekonomian, dan pendidikan menjadi salah satu faktor penyebab tingginya kepadatan penduduk di sini.

Pertambahan penduduk yang semakin tinggi membuat kebutuhan akan rumah pun semakin meningkat. Mau tidak mau banyak lahan hijau yang akhirnya harus dipugar untuk dijadikan kompleks perumahan. Hal ini mengakibatkan lahan serapan di daerah perkotaan pun semakin berkurang.

Akibat kondisi tersebut, air hujan yang seharusnya bisa diserap tanah pun akhirnya jadi menggenang dan menyebabkan banjir. Sehingga terjadinya banjir pun tidak bisa terelakkan lagi.

  1. Penurunan muka tanah

Pembangunan infrastruktur dan gedung-gedung perkantoran yang tidak pernah ada hentinya membuat Jakarta memiliki beban lingkungan. Penggunaan air tanah secara berlebihan untuk mencukupi kebutuhan semua penduduknya membuat Jakarta mengalami penurunan muka tanah hingga mencapai 5 – 12 cm per tahun.

Kondisi penurunan muka tanah ini akhirnya menimbulkan potensi banjir yang semakin besar. Apalagi bagi warga pesisir pantai yang terkadang harus mengalami banjir dari air yang berasal dari laut lantaran tinggi permukaan di dataran lebih rendah dari permukaan air laut.

  1. Perilaku Masyarakat

Salah satu faktor utama penyebab banjir di Jakarta adalah perilaku masyarakat yang kurang peduli terhadap lingkungan. Kesadaran masyarakat ibukota untuk hidup bersih dan sehat masih kurang sehingga masih sering terlihat banyak penduduknya yang membuang sampah sembarangan.

Selain itu, banyak masyarakat yang memaksa untuk mendirikan bangunan di bantaran kali sehingga sampah yang dibuang di sungai atau kali pun tidak bisa dihindari lagi. Hal ini mengakibatkan dasar sungai menjadi dangkal sehingga tidak mampu menampung lebih banyak air dan menyebabkan banjir.

Pengelolaan sampah khususnya sampah rumah tangga harus menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama. Pemerintah harus mulai memberikan edukasi tentang pengelolaan sampah mengingat setiap harinya sebanyak 7 ribu ton sampah dihasilkan di Jakarta.

Interpretasi

Melihat fakta yang ada bahwa salah satu penyebab banjir di Jakarta adalah karena perilaku masyarakatnya, maka sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk mengubah itu. Hal paling sederhan bisa dimulai dari diri sendiri seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi sampah plastik, membuat lahan serapan di depan rumah, dan lain sebagainya.

Namun, faktor-faktor lain yang menjadi penyebab terjadinya banjir di Jakarta yang sudah tidak dapat dihindari lagi mau tidak mau membuat setiap warganya harus bersiap setiap tanda-tanda banjir akan datang. Setidaknya hal tersebut dapat mengurangi dampak buruk yang lebih membahayakan ketika terjadi banjir.

  1. Judul: Jenis-jenis Banjir dan Penyebabnya

banjir-bandang

Pernyataan Umum

Peristiwa banjir tidak hanya dialami oleh warga Jakarta saja, akan tetapi beberapa daerah lain di luar Jakarta juga merasakannya. Seperti Semarang, Gunungkidul, Jember, Sulawesi, Bandung, dan lains ebagainya. Fenomena banjir ini mengakibatkan kerugian baik secara materiil maupun non materiil.

Pengertian banjir sendiri merupakan suatu peristiwa terbenamnya daratan oleh air yang menggenanginya karena sebab-sebab tertentu. Daratan yang tadinya kering pun menjadi penuh air. Air yang tergenang tersebut tingginya bervariasi mulai dari setinggi mata kaki hingga menutupi atap rumah.

Penyebab banjir pun bisa bermacam-macam baik dikarenakan oleh faktor alam maupun perilaku manusia. Dampak dari banjir sendiri dapat merusak fasilitas yang ada, mengganggu aktivitas sehari-hari, hingga menyebabkan terjadinya berbagai macam penyakit karena genangan air kotor seperti diare, kolera, tipus, demam berdarah, dan lain sebagainya.

Deretan Penjelas

Peristiwa banjir yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia terjadi karena faktor dan penyebab yang berbeda-beda. Berikut ini beberapa jenis air berdasarkan penyebabnya, di antaranya:

  1. Banjir Air

Salah satu jenis banjir yang paling sering terjaid adalah bajir air yang disebabkan oleh meluapnya air dari sungai, kali, danau, atau selokan. Air yang meluap tersebut mengakibatkan daratan yang ada di sekitarnya menjadi tergenang. Banjir jenis ini biasanya tidak berlangsung lama dan akan cepat surut karena air akan kembali ke sirkulasinya menuju sungai atau tempat penampungannya.

  1. Banjir Laut Pasang (Rob)

Banjir rob terjadi karena disebabkan oleh pasangnya atau naiknya air laut yang menuju daratan. Daerah yang tertimpa banjir jenis ini biasanya berada di area pinggir laut. Proses terjadinya banjir rob ini dikarenakan air pasang tersebut menahan aliran air sungai yang harusnya menuju laut sehingga tanggul pun jebol dan mengakibatkan banjir.

  1. Banjir Cileuncang

Banjir jenis ini hampir mirip dengan banjir air dengan faktor penyebab utamanya karena debit atau aliran air yang begitu besar. Aliran air tersebut sangat banyak sehingga tidak bisa mengalir melalui saluran air atau drainase. Akibatnya, air menjaid meluap dan akhirnya menggenangi daratan.

  1. Banjir Bandang

Banjir bandang termasuk jenis banjir yang sangat berbahaya dan dampaknya bisa lebih parah dibandingkan banjir biasa. Hal ini dikarenakan banjir bandang tidak hanya membawa air saja melainkan material lain seperti sampah dan lumpur.

Salah satu faktor penyebab banjir bandang adalah jebolnya bendungan air sehingga aliran air bersama material lain sangat deras. Kondisi seperti ini tidak memungkinkan manusia untuk berenang dengan mudah.

  1. Banjir Lahar

Banjir lahar diakibatkan oleh lahar gunung merapi yang meletus atau erupsi. Lahar dingin hasil letusan tersebut mengalir dan menyebar ke lingkungan yang terdapat di sekitarnya. Sehingga air sungai pun akan mengalami pendangkalan dan akhirnya meluap ke daratan.

  1. Banjir Lumpur

Sesuai namanya, banjir jenis ini merupakan banjir yang disebabkan oleh lumpur seperti yang terjadi di lumpur Lapindo Sidoharjo. Banjir lumpur ini hampir mirip banjir bandang yang membawa material lumpur.

Bedanya banjir lumpur merupakan banjir yang disebabkan karena keluarnya lumpur dari dalam bumi yagn menggenangi daratan. Kandungan yang terdapat pada banjir lumpur ini pun lebih berbahaya seperti gas-gas kimia beracun.

Interpretasi

Melihat fenomena banjir yang bisa terjadi di mana saja tentu menimbulkan kekhawatiran tersendiri terutama bagi masyarakat yang tinggalnya di daerah rawan banjir. Untuk itu sangat penting untuk meningkatkan kewaspadaan agar ketika tanda-tanda banjir sudah terlihat semua dapat bersiap dan menyelamatkan diri.

  1. Judul: Cara Mengatasi Banjir

cara-mengatasi-banjir

Pernyataan Umum

Peristiwa bencana banjir yang menimpa beberapa daerah di Indonesia tentu menjadi perhatian khusus bagi pemerintah maupun warga di sekitarnya. Karena dampak banjir bisa sangat merugikan korban yang tertimpa bencana tersebut. Seperti rusaknya bangunan dan fasilitas, terganggunya aktivitas sehari-hari, timbulnya penyakit, hingga korban jiwa.

Pemerintah pun sudah mulai melakukan berbagai langkah antisipasi agar banjir bisa tidak terjadi lagi atau setidaknya tinggi dan luasnya genangan air dapat diminimalisir. Namun, langkah yang dilakukan pemerintah tersebut tetap harus mendapat dukungan dari masyarakatnya agar bisa berjalan seperti yang diharapkan.

Deretan Penjelas

Berikut ini beberapa langkah antisipasi untuk mengatasi terjadinya banjir agar dampaknya tidak meluas, di antaranya adalah:

  1. Menanamkan kesadaran pada diri individu untuk menghargai alam dan lingkungan

Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa kehidupan manusia tidak bisa dilepaskan dari alam dan lingkungannya. Bahkan untuk kehidupan sehari-hari pun manusia selalu bergantung dengan alam seperti pemenuhan bahan pangan, air, tanah, dan lain sebagainya.

Sehingga sudah seharusnya sebagai manusia yang bijak agar selalu menjaga kelestarian alam dan lingkungan sekitarnya. Caranya adalah dengan menjaga dan tidak mengotorinya atau tidak membuang sampah sembarangan. Tindakan merusak alam seperti penebangan hutan secara liar tentu akan sangat merugikan makhluk hidup di sekitarnya.

Dengan tidak membuang sampah sembarangan, melakukan reboisasi atau tebang pilih bisa menjadi salah satu untuk melestarikan lingkungan. Perilaku mencintai dan menghargai alam serta lingkungan di sekitarnya harus ditanamkan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

  1. Membuat lubang biopori

Bagi masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan dan padat penduduk, resiko terkena banjir menjadi lebih tinggi karena kurangnya lahan serapan. Dengan membuat lubang biopori atau lubang yang dibuat di sekitar tempat tinggal tentu dapat menjadi langkah awal untuk mengantisipasi terjadinya banjir.

Lubang tersebut bisa diproyeksikan untuk menjadi resapan alam dan sumur atau reservoir. Selain itu, lubang biopori ini bis amenjadi tempat mikroba tanah atau makhluk kecil yang bisa membantu melakukan resapan air yang menggenang secara alami.

  1. Menyediakan rumah siaga banjir

Ketika banjir sudah tidak dapat diantisipasi lagi karena faktor alam dan lainnya, maka sangat penting untuk membuat rumah siaga banjir sebagai bentuk persiapan jika sewaktu-waktu banjir terjadi. Rumah siaga banjir tersebut digunakan untuk menampung pengungsi korban banjir.

Di dalam rumah siaga banjir tersebut harus tersedia bahan makanan, obat-obatan, air bersih, pakaian, dan mudahnya komunikasi. Pengadaannya sendiri bisa dilakukan baik melalui bantuan pemerintah atau secara swadaya.

  1. Melarang pembangunan di dekat sungai dan memfungsikan sungai sebagaimana mestinya

Salah satu faktor utama yang menjadi penyebab terjadinya banjir adalah meluapnya air sungai, selokan, dan saluran drainase ke daratan. Hal ini dikarenakan sungai dan saluran drainase tersebut tidak digunakan sebagaimana mestinya.

Banyak sungai dan saluran air yang pada akhirnya dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah sehingga alirannya pun terhambat dan mengalami pendangkalan. Hal ini mengakibatkan air yang seharunya lancar mengalir menjadi meluap dan menyebabkan banjir.

Dengan memfungsikan sungai sebagaimana mestinya yakni sebagai tempat mengalirnya air dan bukan menjadi tempat pembuangan sampah diharapkan banjir pun dapat diminimalisir. Selain itu, pemerintah sudah seharusnya melarang adanya pembangunan rumah atau pemukiman di dekat sungai karena dapat merusak struktur tanah di sekitarnya.

Interpretasi

Perlu disadari bersama bahwa terjadinya banjir bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Akan tetapi seluruh masyarakat juga memiliki tanggung jawab bersama untuk turut mengatasi dan mengantisipasi terjadinya banjir. Dengan meningkatkan kesadaran dalam diri untuk mencintai lingkungan, maka hal itu menjadi langkah awal yang sangat baik untuk mengatasi banjir.

Contoh Teks Ekspanasi Gempa dan Stukturnya

  1. Judul: Proses Terjadinya Gempa Tektonik

Contoh-Teks-Eksplanasi-Gempa-dan-Strukturnya

Pernyataan Umum

Negara Indonesia merupakan daerah yang dilalui jalur pertemuan Lempeng Indo-Australia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Eurasia. Hal ini mengakibatkan wilayah di Indonesia menjadi daerah yang rawan terjadi gempa bumi. Jika lempeng tersebut saling bertemu di laut, maka akan berpotensi menimbulkan tsunami.

Di Indonesia sendiri telah terjaid beberapa kali gempa bumi seperti di Aceh hingga mengakibatkan tsunami, gempa bumi dan tsunami di Palu, gempa bumi di Jogja, dan gempa bumi Lombok. Akibat terjadinya gempa bumi tersebut mengakibatkan korban jiwa, kerugian harta benda, dan efek trauma psikologis.

Terjadinya gempa bumi memang tidak bisa dihindarkan karena hal tersebut merupakan proses alamiah. Namun, setidaknya bisa diantisipasi dan diminimalisir resiko jumlah korban dan kerugian materiilnya. Sehingga upaya-upaya mitigasi pun sangat perlu dilakukan baik di tingkat masyarakat maupun pemerintah.

Mengingat di Indonesia sendiri merupakan daerah rawan gempa bumi, maka pemerintah pun membangun Sistem Peringatan Dini Tsunami Indonesia (Indonesia Tsunami Warning System). Setidaknya masyarakat akan menjadi lebih waspada dan memiliki waktu untuk bersiap ketika mendengar peringatan tersebut.

Deretan Penjelas

Gempa bumi terdiri dari beberapa jenis berdasarkan jenis penyebabnya, salah satunya adalah gempa tektonik. Gempa jenis tektonik terjadi karena adanya pergeseran lempeng tektonik yang diakibatkan oleh besarnya tenaga yang dihasilkan karena tekanan yang terjadi antar lempeng tersebut.

Gempa bumi tektonik bisa terjadi jika lempengan-lempengan tektonik selalu bergerak dan saling mendesak satu sama lain. Pergerakan tersebut mengakibatkan adanya penimbunan energi secara perlahan yang kemudian energi tersebut dilepaskan dan menyebabkan terjadinya gempa tektonik.

Gempa tektonik memiliki resiko yang lebih besar dibandingkan gempa vulkanik karena biasanya getarannya jauh lebih kuat. Getaran gempa yang kuat bisa mengakibatkan rusaknya bangunan dan menimbulkan kerugian lainnya mengingat gempa ini tidak bisa diprediksi datangnya.

Meskipun terjadinya secara tiba-tiba, ternyata gempa tektonik harus melalui tahapan dan proses terlebih dahulu hingga menghasilkan getaran yang kuat. Berikut ini penjelasannya:

  • Terdapat lempeng-lempeng tektonik di suatu tempat

Lempeng-lempeng yang menyusun bumi selalu bergerak aktif dan jika saling berdesakan maka akan menimbulkan getaran. Di setiap tempat di bumi ini terdapat lempeng akti dan lempeng yang tidak aktif bergerak.

Lempeng-lempeng yang ada menyusun dan membentuk struktur lapisan bumi yang berada di dalam tanah. Ukurannya yang sangat besar mengakibatkan setiap pergerakannya bisa sangat mempengaruhi bentuk permukaan bumi sehingga mengakibatkan getaran yang disebut gempa bumi.

  • Terjadi gerakan dari lempeng tersebut baik secara mendadak maupun tidak mendadak

Lempeng aktif di dalam bumi yang mengalami pergerakan menyebabkan terjadinya berbagai macam aktivitas seperti pergeseran dan tumbukan. Dampak dari pergerakan tersebut menimbulkan berbagai fenomena alam seperti lembah, pegunungan, patahan maupun lipatan yang menyerang bumi.

Aktivitas yang terjadi antara lempeng-lempeng di dalam bumi tersebut menimbulkan getaran yang bisa dirasakan hingga permukaan bumi. Kencang tidaknya getaran tersebut bergantung pada tingkat kedalaman atau kedangkalan lempeng tersebut.

  • Getaran terasa hingga di permukaan bumi

Getaran yang terasa hingga di permukaan bumi akibat aktivitas pergerakan lempeng di dalam bumi dikenal dengan gempa tektonik. Getaran tersebut bisa terasa jika tekanan di dalam kuat dan kedalamannya dangkal. Akibatnya getaran tersebut mengakibatkan gempa bumi yang sifatnya merusak.

Terdapat beberapa karakteristik yang menjadi ciri dari gempa tektonik, di antaranya adalah:

  • Memiliki kekuatan yang besar dengan gelombang gempa yang berbeda dan berstruktur vertikal
  • Gempa bumi yang terjadi dengan getaran yang kuat dan besar akan mengakibatkan kerusakan pada bangunan dan fasilitas di permukaan bumi
  • Datang secara tiba-tiba dan tidak dapat diprediksi karena aktivitas lempeng-lempeng tersebut berada di dalam bumi

Meskipun kedatangannya secara tiba-tiba dan tidak bisa diprediksi, ternyata tanda-tanda sebelum terjadinya gempa bumi tektonik bisa dilihat kasat mata seperti berikut:

  • Surutnya air laut
  • Gangguan elektromagnetik mengalami gangguan
  • Awan-awan di langit nampak tidak biasa seperti angin tornado
  • Tingkah laku hewan yang tidak seperti biasanya

Interpretasi

Pengetahuan tentang proses terjadinya gempa tektonik sangat diperlukan dan sudah seharusnya masuk ke dalam kurikulum pelajaran di sekolah. Dengan memiliki pengetahuan tentang proses, karakteristik, dan tanda-tanda terjadinya gempa tektonik maka hal tersebut dapat meningkatkan kewaspadaan setiap orang.

Meskipun tidak bisa dihindari karena terjadinya mendadak, setidaknya dengan memiliki pengetahuan tentang mitigasi bencana gempa semua orang bisa tahu bagaimana cara menyelamatkan diri ketika gempa tersebut terjadi. Sehingga jatuhnya korban dan timbulnya kerusakan pun dapat diminimalisir.

  1. Judul: Proses Terjadinya Gempa Vulkanik

gempa-vulkanik

Pernyataan Umum

Selain berada di lempeng aktif tektonik, negara Indonesia juga berada di area Cincin Api Pasifik atau Lingkaran Api Pasifik (Ring of Fire). Posisi ini mengakibatkan negara Indonesia memiliki banyak gunung api yang masih aktif baik yang berada di atas daratan maupun di bawah laut.

Hal ini mengakibatkan daerah-daerah yang berdekatan dengan cincin api ini berpotensi terkena gempa bumi vulkanik akibat letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. Daerah ini mencakup wilayah sepanjang 40.000 km dan memiliki bentuk seperti tapal kuda.

Gempa bumi vulkanik merupakan gempa bumi yang disebabkan oleh adanya aktivitas magma pada gunung berapi yang biasanya terjadi sebelum letusan terjadi. Aktivitas gunung berapi yang semakin besar dapat mengakibatkan letusan dan efek gempa bumi yang besar juga.

Gempa bumi vulkanik yang terjadi biasanya menjadi penanda bahwa gunung tersebut akan meletus meskipun tidak semuanya terjadi seperti itu. Keaktifan gunung dan kekuatan gempa yang dihasilkan menjadi faktor penyebabnya apakah gempa yang terjadi akan berakibat meletusnya gunung atau tidak.

Deretan Penjelas

Terjadinya gempa bumi vulkanik erat kaitannya dengan aktivitas kegunungapian yang mengalami erupsi dan banyak faktor yang menyebabkan terjadinya gempa bumi vulkanik. Berikut ini beberapa faktor penyebab terjadinya gempa bumi vulkanik, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Terjadinya aktvitas pada magma merupakan inti bumi
  • Terjadi gerakan yang dinamik dalam dapur magma
  • Proses keluarnya magma dari dalam perut bumi sehingga menimbulkan gerakan yang mengakibatkan gempa bumi vulkanik

Sama halnya dengan proses gempa lainnya, sebelum gempa bumi vulkanik terjadi maka terdapat beberapa tahapan yang harus dilalui, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Terjadi proses dinamik dari magma dan cairan yang sifatnya hidrotermal

Cairan dan magma yang ada di dalam perut bumi mengalami proses dinamik yang sifatnya hidrotermal yaitu sangat mudah beraksi dan peka terhadap panas.

  • Terjadinya cairan yang dinamis atau biasa disebut dengan proses fluida

Saat gunung berapi akan meletus, terjadi proses dinamik pada cairan yagn disebabkan gradien suhu dan juga tekanan magma. Proses tersebut disebut sebagai proses fluida.

  • Terbentuknya gelombang gempa

Proses fluida yang terjadi mengakibatkan adanya getaran gempa yang bisa dirasakan hingga permukaan bumi dengan kekuatan yang bervariasi. Getaran tersebut bisa keras maupun lambat dan besar kecilnya bisa diukur menggunakan seismograph atau alat pengukur kekuatan gempa bumi.

Gempa bumi vulkanik memiliki karakteristik seperti berikut ini:

  • Memiliki kekuatan yang lemah di bawah 5 skala richter
  • Terjadi di sekitar gunung berapi
  • Memiliki magnitude yang kecil
  • Terjadi di kedalaman rata-rata sekitar 0 – 40 km

Berbeda dengan gempa tektonik yang tidak bisa diprediksi, kedatangan gempa bumi vulkanik masih bisa diprediksi dengan beberapa tanda kecil seperti berikut:

  • Binatang-binatang yang habitatnya di gunung mulai turun ke bawah untuk mencari tempat yang aman agar terhindar dari panas
  • Hawa di daerah-daerah dekat gunung berapi menjadi panas dan terdapat kepulan awan pekat di sekitar gunung berapi
  • Terjadinya erupsi gunung berapi yang menjadi puncak dari rangkaian gempa bumi vulkanik

Interpretasi

Kekuatan magnitude yang cenderung lebih lemah membuat gempa bumi vulkanik tidak mengakibatkan efek yang berat seperti halnya gempa tektonik. Daerah yang terdampak gempa bumi vulkanik justru lebih terdampak parah akibat letusan gunung berapi berupa lahar panas dan lahar dingin.

Meskipun demikian, adanya gempa bumi vulkanik ini menjadi tanda bahwa gunung berapi akan meletus sehingga bisa menjadi langkah persiapan untuk segera turun ke bawah menjauhi gunung. Pengetahuan seperti mitigasi bencana erupsi gunung berapi pun sangat diperlukan agar dapat mengantisipasi terjadinya korban berjatuhan dan kerugian materiil lainnya.

  1. Judul: Hubungan Antara Gempa dan Tsunami

tsunami

Pernyataan Umum

Masih melekat di ingatan masyarakat Indonesia atas kejadian gempa bumi dan tsunami yang menimpa Aceh dan Palu. Gempa bumi dahsyat ini mengakibatkan banyak korban jiwa baik yang luka-luka hingga meninggal. Kerusakan materiil pun tidak terelakkan lagi dan banyak bangunan, kendaraan, serta fasilitas lainnya yang tidak bisa digunakan lagi.

Gempa bumi memiliki keterkaitan erat dengan terjadinya tsunami baik gempa bumi tektonik maupun vulkanik. Bencana tsunami bisa terjadi ketika ada pergerakan lempeng tektonik di dalam bumi yang permukaannya laut atau karena adanya letusan gunung berapi yang terdapat di dalam laut seperti Gunung Krakatau.

Pengertian tsunami sendiri merupakan gelombang air pasang yang besar dan tinggi yang datang dari laut menuju daratan. Gelombang ini menyebar ke segala arah dengan kecepatan yang tinggi hingga mencapai 600 – 900 km/jam. Saat tsunami terjadi, gelombang tersebut akan menghantam apa yang ada di daratan hingga mencapai beberapa kilometer tergantung dari tingginya gelombang.

Dampak tsunami dengan gelombang yang besar pun sangat parah karena gelombang air tersebut dapat meluluhlantakkan apa saja yang dilewatinya. Menyebabkan bangunan dan fasilitas-fasilitas rusak, pohon-pohon tumbang, kendaraan terseret arus, dan jatuhnya korban jiwa.

Deretan Penjelas

Faktor penyebab tsunami terjadi bisa karena beberapa hal, di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Gempa bumi tektonik karena adanya pergeseran lempeng bumi di bawah laut sebagai pemicu paling banyak terjadinya tsunami
  • Letusan gunung berapi di bawah laut
  • Terjadinya tanah longsor
  • Jatuhnya benda besar ke dalam laut seperti meteor

Proses terjadinya tsunami yang dipicu gempa bumi tektonik terjadi karena  gangguan dasar laut yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar air. Kemudian air yang terganggu ini akan menuju keadaan tenang atau ekulibrium dan meninggalkan pusat gangguan. Setelah beberapa saat air tersebut akan kembali ke tempat semula dengan gelombang yang lebih besar dan tinggi.

Sehingga bisa dikatakan bahwa terjadinya gempa bumi tektonik yang pusatnya berada di bawah laut sangat berpotensi menyebabkan terjadinya bencana tsunami. Resiko terjadinya tsunami akibat gempa ini bisa ditandai dengan beberapa tanda seperti berikut ini:

  • Sirine pada Sistem Peringatan Dini Tsunami berbunyi
  • Air laut menjadi sangat surut secara tiba-tiba
  • Merasakan getaran gempa bumi
  • Bunyi deruan keras yang berasal dari laut

Untuk mengantisipasi terjadinya resiko kerusakan materiil maupun korban jiwa akibat bencana tsunami, maka bisa mengambil tindakan seperti berikut:

  • Segera berlari jika sirine peringatan tsunami sudah berbunyi dan cari tempat tinggi seperti bukit atau gunung
  • Membuat bangunan yagn tahan gempa dengan mempertimbangkan ruang luas serta bahan bangunan yang digunakan
  • Melakukan penyuluhan dan sosialisasi tentang bagaiamana menyelamatkan diri kepada masyarakat yang berpotensi terdampak tsunami

Interpretasi

Terjadinya tsunami masih bisa diprediksi setidaknya beberapa saat setelah terjadinya gempa bumi. Sehingga setiap orang bisa berusaha menyelamatkan diri saat tanda-tanda akan terjadinya tsunami mulai terlihat.

Keterlibatan pemerintah dan semua pihak untuk memberikan sosialisasi tentang proses terjadinya tsunami hingga cara menyelematkan diri sangat penting dilakukan. Setidaknya hal tersebut dapat membantu meningkatkan kewaspadaan terutama bagi masyarakat yang tinggal di pesisir pantai.

Berbagai contoh teks eksplanasi di atas dapat menjadi referensi bagi siapapun yang ingin mencoba membuat teks eksplanasi dengan mudah. Namun, dalam penulisannya tetap harus memperhatikan kaidah bahasa dan penulisan yang sesuai. Unsur-unsur dan ciri-ciri dalam teks eksplanasi harus dibuat dengan runut dan sesuai dengan struktur naskah eksplanasi yang benar.

Semakin banyak berlatih membuat teks eksplanasi, maka akan memberikan banyak keuntungan. Seorang penulis akan memiliki wawasan yang lebih luas karena harus membaca dan menuliskan kembali pesan atau informasi yang akan disampaikan dalam tulisan eksplanasi.


Baca juga:

Content Protection by DMCA.com