Mendeskripsikan Mondo Gascaro Baru dari Peluncuran 'Rajakelana'

Pada peluncuran album penuh perdananya ini, Mondo mengundang David Tarigan dan juga para kolaborator album

Oleh
Mondo Gascaro saat tampil dalam showcase perilisan 'Rajakelana', Sabtu (21/1) lalu. Yose Riandi

Pengarsip musik Irama Nusantara, David Tarigan, menyebut Mondo Gascaro sebagai arsitek suasana. Dengan kemampuannya mengukur musik demi mencapai ekspresi yang diinginkan, Mondo adalah musisi, penyanyi, sekaligus penulis musik yang mumpuni di eranya.

Menurut David, Mondo tidak gemar melakukan improvisasi, baik dalam proses jamming atau kegiatan bermusik spontan lainnya. David lebih mengategorikan Mondo sebagai otak dalam menciptakan sebuah rancangan musik.

"Seorang singer-songwriter dengan kemampuan meracik komposisi dan aransemen yang sedemikian rupa, itu jarang sekali. Gue suka bilang sebenarnya Mondo ini penerus jalan setapak yang sudah dibuat oleh Fariz RM dulu, atau mungkin Yockie Suryoprayogo," jelas David seraya menggambarkan kelangkaan spesies musisi tipe Mondo.

Kehadiran David sebagai salah satu pembicara dalam jumpa pers peluncuran format fisik Rajakelana, album penuh perdana Mondo, di Auditorium IFI, Thamrin, Jakarta pada Sabtu (21/1) lalu ini memang disengaja; setidaknya untuk memperkenalkan kembali siapa Mondo sekarang, yakni sebagai seorang penyanyi dan pencipta lagu.

Selain David dan tentunya Mondo, hadir pula wartawan musik Shindu Alpito sebagai moderator. Ketiganya seakan seru dan perlu menjelaskan kembali siapa sosok Mondo Gascaro yang baru saja merilis album perdananya.

David sendiri telah mengenal dan menemukan Mondo ketika masih menjadi keyboardist untuk mantan bandnya, Sore. Ketika itu David lah yang kemudian berperan merilis album Sore di bawah bendera Aksara Records, lalu mengorbitkannya di kancah musik tanah air.

"Mondo di Sore dikenal sebagai tong sampah, termasuk tong sampah untuk dirinya sendiri. Saya selalu berada di situ, dalam proses kreasi mereka, lima orang ini (Sore) dibiarkan untuk liar, mengeksekusi apa yang mereka ingin dalam wujud audio. Semuanya direkam, bisa sampai seratus sekian track dan nggak ada yang dibuang, dilempar ke tong sampah bernama Mondo," jelas David panjang lebar.

Setelah empat tahun memutuskan hengkang dari Sore, Mondo pun resmi memperkenalkan Rajakelana dalam format fisik. Tak sedikit bahan bakar pembuatan album ini diperolehnya dari tong sampah saat masih bersama band lamanya.

"Proses kreasinya sendiri mungkin terhitung cuma dua tahun. Tapi proses materi yang ada di album ini sudah dimulai dan dikumpulkan sejak tahun 2011, sejak masih di Sore. Ada yang masih berupa ide, ada lagu yang sudah jadi, ada yang baru mulai ditulis. Baru pertengahan 2014, setelah menikah dan punya anak, mungkin momennya tepat, rekamanlah," cerita Mondo sambil mengingat proses kreatif terjadinya album Rajakelana.

Dalam proses itu, Mondo pun bertemu dengan orang-orang baru, yang kemudian turut ia ajak mengumpulkan lagi materi-materi lama untuk dibentuk menjadi sepuluh lagu jadi; dua di antaranya instrumental. Mulai dari gitaris Lafa Pratomo, yang sebelumnya dikenal sebagai gitaris juga pengolah lagu-lagu Danilla, dua personel grup musik pop terbaik Yogyakarta, The Monophones (mantan vokalis Alexandria Deni dan pemain bas Petrus Bayu Prabowo), pemain drum Dimas Pradipta, penabuh perkusi Belanegara Abimanyu, hingga penyanyi Bonita Adi yang menemani sebagai vokal latar.

Ikut berperan juga Aprilia Apsari, vokalis kolektif pop White Shoes and the Couples Company, yang mengisi lagu tentang nusantara, "Lamunan Ombak". Semuanya turut diundang Mondo dalam jumpa pers yang kemudian dilanjutkan dengan showcase.

"Bicara tentang Mondo Gascaro itu berbicara tentang kegilaan. Saya kadang merasa Mondo ini mengidap schizophrenia, tepatnya schizophrenia yang musikal. Ini orang kepalanya sumpek, banyak bebunyian," ungkap Lafa Pratomo yang kemudian disambar gelak tawa puluhan hadrin jumpa pers.

Adapun hal terbaru yang mendeskripsikan diri Mondo saat ini dibanding ketika bersama Sore adalah dirinya sendiri. "Bedanya terletak dalam diri saya sendiri. Ketika sama Sore, mungkin saya bisa berkomunikasi dengan empat atau lima teman lainnya. Jika ada benturan jadwal, masalah, atau ide yang ingin disampaikan, ya akan ke orang-orang itu. Sekarang? Hanya saya sendiri. Jika ada masalah, saya tanggung sendiri," ujar Mondo tegas, menjawab pertanyaan seorang jurnalis.

Rajakelana sendiri sudah dirilis terlebih dulu dalam format digital pada November 2016. Edisi khususnya pun telah dicetak dalam jumlah terbatas. Edisi khusus Rajakelana ini berbentuk boxset, dikemas dalam kotak kayu yangberisi cakram padat reguler album, bingkai kacamata berbahan kayu, satu bungkus biji kopi pilihan, tiga kartu pos, satu voucher belanja, dan booklet berisi wawancara eksklusif, sketsa partitur, juga foto-foto proses penggarapan album. (rn)

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. Rich Chigga Akan Jalankan Tur Amerika Serikat Perdana
  2. Sutradara 'The Raid' Mulai Syuting Film Terbaru April Mendatang
  3. Jangar Laksanakan Tur Mini Pada Awal April
  4. Vokalis Shaggydog Rilis Lagu Elektronik Terbaru, "Senyawa Alam"
  5. Duo Rock Alternatif Pendatang Baru, Nakedsouls Project, Rilis Album Mini Perdana

Add a Comment