Sekepal Aspal Meluncurkan Film Dokumenter '1000 Kilometer'

Sekaligus menggelar Sekepal Aspal Indonesia Motoart Exhibition (SAIME) untuk keempat kalinya

Oleh
Suasana jumpa pers Sekepal Aspal Indonesia Motoart Exhibition (SAIME) di Paviliun 28. Adam Bagaskara

Pameran sepeda motor custom Sekepal Aspal Indonesia Motoart Exhibition (SAIME) kembali dilaksanakan untuk yang keempat kalinya dengan tajuk SAIME 2016 pada hari Minggu (7/8) lalu di Joglo Beer, Jeruk Purut, Jakarta.

Pada gelarannya yang keempat, SAIME 2016 memamerkan 23 motor custom yang dirancang oleh 17 seniman. Tidak hanya memamerkan motor-motor custom, gelaran keempat SAIME kini turut disertai pemutaran sebuah film semi dokumenter mengenai perkembangan kancah motor custom di kota-kota besar Indonesia berjudul 1000 Kilometer. Film semi dokumenter tersebut digarap oleh tim penyelenggara acara, bekerja sama dengan sutradara bernama Ilham Nuriadi.

1000 Kilometer ditayangkan perdana kepada publik pada penyelenggaraan SAIME 2016 lalu.

Melalui jumpa pers yang dilaksanakan sehari sebelum acara (6/8) di sekitar Jakarta Selatan, tim penyelenggara menyampaikan alasan mengapa mereka memutuskan untuk memberikan harga tiket untuk pemutaran 1000 Kilometer. "Film ini dibuat dengan effort yang cukup signifikan. Ini film pertama kita, dan kita baru tahu ternyata buat film itu susah. Kalau nontonnya asal-asalan, agak terbuang semua effort. Kami mau film itu ditonton dengan pantas," ungkap salah satu penggagas SAIME, Rizky Rosianto.

Tim penyelenggara SAIME 2016 juga bercerita kepada Rolling Stone mengenai keselarasan perkembangan kancah motor custom di Indonesia bersama dengan unsur-unsur komplementernya—musik, industri fashion, seni visual, dan sebagainya. "Kalo kita bisa bilang untuk saat ini perkembangannya udah gokil banget, sih. Banyak banget band yang gue tahu menulis lagu bertema motor. Sebagai contoh, nggak usah lagunya, bahkan ada band bernama Piston," jelas Sammy. "Terus kalau kita mau ngomongin fashion, kayaknya nggak usah diomongin lagi, ya. Kalau kita lihat di Instagram, udah berapa banyak brand yang bertema motor. Ada yang udah besar, ada yang baru mulai."

Lebih jauh, tim penyelenggara juga bercerita kepada Rolling Stone tentang bagaimana budaya motor custom diadaptasi dengan beragam cara di berbagai daerah di Indonesia. "Setiap kota dan setiap daerah memiliki pendekatan masing-masing [dalam membangun motor custom]. Anak-anak Bandung, motornya cakep-cakep karena memang di sana industri kreatifnya lebih berkembang. Kalo bicara di Jakarta, kita rata-rata pegawai, ya, jadi gimana caranya punya motor yang cukup tangguh untuk menghadapi kemacetan Jakarta, dan gampang nyelip-nyelip. Kalau bicara Yogya, beda lagi, mereka darah seninya lebih tinggi. Bali apalagi, pengaruh dari luar mereka adaptasi dengan budaya tradisional sehingga mereka seimbangkan," jelas Rizky yang lebih dikenal dengan panggilan Mandra.

SAIME 2016 diramaikan pula dengan pertunjukan musik yang dibagi di dua lokasi. Lokasi pertama menampilkan beberapa band di antaranya Seringai, Petaka, Max Havelaar, Piston, dan sebagainya, sedangkan lokasi kedua diramaikan oleh dua orang DJ.

Editor's Pick

Add a Comment