Kapal Pesiar Untuk Orang Muda

Pengalaman memanjakan diri saat mengarungi Laut China Pasifik selama empat malam lima hari

Oleh
Diamond Princess saat menyusuri Kagoshima, Jepang. Princess Cruises

Berlayar dengan kapal pesiar adalah salah satu aktivitas liburan yang belum banyak digemari oleh khalayak muda pada umumnya. Namun dengan semakin kuatnya pengaruh media sosial, dan berbagai unggahan foto penggoda-keluar-kocek seperti #liburan dan #onvacation di dalamnya, banyak perusahaan kapal pesiar yang ingin mengubah persepsi ini.

Pandangan bahwa berlayar dengan kapal pesiar adalah kegiatan rekreasi yang hanya dilakukan oleh mereka yang sudah berumur alias kakek dan nenek, telah berubah, demikian menurut Rachelle Lee, representatif Princess Cruises - sebuah perusahaan kapal pesiar yang berbasis di California, Amerika Serikat, dan sering menjadi pilihan wisatawan Asia Tenggara.

"Sekarang kami semakin banyak melihat orang muda dan juga pasangan-pasangan serta keluarga muda yang mengkuti perjalanan-perjalanan yang kami tawarkan. Bagi mereka, ini adalah konsep wisata yang unik dan keren," kata Rachelle setengah berjualan. "Sebuah alternatif baru dari tempat-tempat liburan yang sudah bosan mereka jelajahi sebelumnya. Yang pasti sih, sekarang harganya sudah tidak segila dulu lagi, zaman dimana cuma orang super kaya yang bisa naik kapal pesiar," jelas Rachelle sambil terkekeh.

Bersama istri, dan putri kami yang berumur lima tahun, kami berkesempatan menaiki Diamond Cruise, salah satu barisan kapal terbesar yang dimiliki perusahaan ini, untuk mengarungi lautan China Pasifik selama empat malam lima hari.

Berikut adalah empat cara kami yang masih "muda" - Hey! Thirty is the new twenty! - dalam memanjakan diri dalam perjalanan ini:

1. Taat memenuhi dosa kerakusan dengan tidak berhenti-hentinya memakan buffet yang terus diperbarui di restoran Horizon – dari cicipan-cicipan manis yang sevariatif musik Brian Eno, daging-daging merah dan putih yang lezatnya sadis, hingga hidangan utama Jepang yang saya tidak saya mengerti tapi tetap makan karena ingin merasa terpelajar.

Tentu saja kata "tanggung lah" sering kami utarakan setiap kali keluar dari buffet hanya untuk dihadang oleh sajian-sajian kuliner "santai" seperti hotdog, burger, pizza, pop-corn, dan mahi-mahi yang terbuka gratis sampai tengah malam di sepanjang perjalanan di depan layar film raksasa area terbuka. Nonton The Force Awakens untuk kelima kalinya? Sempurna kalau sambil menggerogoti potongan keempat pizza anchovy dan milk shake complimentary. Program Movie Under The Stars setiap malam adalah sesuatu yang harus dialami setiap orang.

2. Menikmati lokasi-lokasi yang - kalau tidak diatas kapal pesiar - kemungkinan besar tidak akan pernah disinggahi dalam hidup fana ini. Princess Cruises berlayar ke tempat-tempat yang relatif masih jarang dijadikan tujuan liburan, di negara-negara wisata yang sudah lebih dikenal. Di Jepang, misalnya, Princess Cruises memilih untuk melipir di pulau-pulau tropis seperti Okinawa, Ishigaki, Kobe, Sakaiminato, dan Miyazaki. Sedangkan di Cina, Princess Cruises memiliki perhentian di Keelung dan Kaohsiung. Tentu saja masih banyak lokasi "populer" juga yang disinggahi – Tapi bukankah tempat-tempat tersebut lebih baik disinggahi dalam perjalanannya sendiri?

(Photo: Princess Cruises)

3. Merenggangkan otot di tengah laut. Di dalam Diamond Cruise yang kami singgahi, ada dua buah tempat berelaksasi: Izumi, sebuah bath house ala Jepang dimana semua tamu harus telanjang total sebelum menyemplung ke dalam kolam hangat surgawi; dan Lotus Spa, dimana pijitan profesional (bukan seperti yang di Kota, tentunya) membuat saya dan istri menyahut terus-menerus dengan volume yang super norak, "Oh, this is life!"

(Photo: Princess Cruises)

4. Membiarkan anak ber-hedonis ria di Pelican Youth Club, dimana iya langsung bercengkrama – dalam bahasa Inggris dan bahasa Tarzan – dengan anak-anak tamu lain, yang sibuk memainkan puzzle, video game, dan menyelesaikan proyek arts & crafts. Bagi pasangan muda seperti kami, ini kesempatan untuk menyebur ke Jacuzzi, membaca koleksi buku di perpusatakaan kapal, bermain basket dan golf di dek atas kapal, menjelajahi klub dansa di lantai atas, berbelanja minuman dan alat pesta lainnya di pelbagai toko yang tersedia, dan tentunya, bermain di dalam kasino kapal.

(Photo: Princess Cruises)

Editor's Pick

Add a Comment