Billy Corgan

Vokalis The Smashing Pumpkins berbicara tentang tur akustik mereka, menutup akun Twitter, dan menolak memainkan album-album klasiknya

Oleh
Billy Corgan The Smashing Pumpkins Press Image

Billy Corgan kurang tahu persis lokasinya saat ini, tapi yang pasti di luar Alberquerque, New Mexico. Belum lama ini sang vokalis The Smashing Pumpkins itu mulai menggarap proyek film yang membawanya berpergian di jalanan sekitar Route 66 dan bercengkerama dengan rakyat Amerika yang berjumpa dengannya. “Saya masih menggarapnya, tapi saya berharap menjadikannya film seri,” katanya. “Saya berusaha menghidupkan kembali pemahaman dan apresiasi saya terhadap nilai-nilai dasar Amerika.” Corgan juga sedang bersiap-siap untuk In Plainsong Tour. The Smashing Pumpkins akan memabwakan lagu-lagu dari katalog mereka dalam versi akustik. “Secara alami, kami menemukan cara baru untuk bermain,” kata Corgan. “Tapi saya sadar seberapa banyak wawancara saya menjelaskannya, pasti akan ada orang di barisan belakang yang bertanya, ‘Kenapa mereka tidak memainkan ‘Bullet With Butterfly Wings’ dengan kencang?”

Belum lama ini Anda menutup akun Twitter. Anda senang karena sudah lepas darinya?
Saya kurang suka media sosial yang banyak mengambil dari orang-orang ternama tanpa ada banyak imbalan. Sekarang saya adalah seorang ayah, dan saya telah menghabiskan banyak waktu membangun kembali kehidupan bermusik saya untuk menjadi sesuatu yang saya banggakan. Bertengkar di Twitter rasanya tak pantas bagi posisi saya.

Jimmy Chamberlin, drummer orisinal The Smashing Pumpkins, akan bermain di tur ini. Apakah ia kembali menjadi anggota tetap?
Saya menjalankan kebijakan pintu terbuka di band ini. Kami sudah lama melewati tahap mencoba memberi definisi pada band ini. Kami telah melalui begitu banyak formasi, dan topik ini telah dibahas berulang kali. Sudah tidak ada jawaban yang pasti, dan tampaknya tak pernah ada yang puas dengan jawaban apa pun yang saya berikan. Jadi saya sudah tidak peduli.

Saat tur bersama Marilyn Manson pada musim panas lalu, Anda mengejutkan banyak orang karena hanya membawakan lagu-lagu hit The Smashing Pumpkins dari 1990-an.
Saya berkata pada diri sendiri, “Kita akan bermain di hadapan penonton arus utama di Amerika, dan banyak di antara mereka sudah bertahun-tahun tidak menonton band ini. Kita mainkan yang sederhana saja.” Anehnya, saya sudah banyak memainkan konser-konser yang berat [dari segi repertoar], jadi saat saya melakukan ini, mereka memperlakukannya seperti mengalah. Tapi kami takkan pernah menjadi band yang memainkan 10 lagu yang itu-itu terus.

Belum lama ini Manson berkata bahwa kalian akan membuat film bersama-sama. Benarkah?
Dia belum memberi tahu saya [tertawa]. Rencananya saya akan ke Los Angeles selama beberapa hari, dan kami sudah berbicara tentang berkumpul dan menciptakan lagu untuk albumnya. Jika itu adalah bagian dari filmnya, berarti saya akan ada di filmnya. Dia bekerja dengan frekuensinya sendiri, dan saya hanya ikut dengan senang hati.

Apakah Anda akan menonton Guns N’ Roses di tur reuni mereka?
Semoga, ya. Lima tahun lalu saya berkata bahwa itu pasti akan terjadi, tinggal menunggu tempat dan waktunya. Chemistry di band itu adalah salah satu hal terbesar yang disukai orang-orang. Rasanya salah jika tak bisa menikmati dan mengapresiasi pencapaian itu di era digital ini.

Saya khawatir bahwa pertunjukan yang diadakan oleh orang-orang yang saling membenci takkan bagus.
Begini, saya pernah berada di sisi lain. Saya tahu rasanya banyak orang menuntut agar saya kembali bermain di panggung bersama mantan rekan band, karena itulah yang mereka ingin lihat. Saya telah berkata dengan tegas, walau sangat merugikan diri sendiri, bahwa satu-satunya cara itu bisa terjadi adalah jika kami bisa saling menyayangi dan mengapresiasi. Saya banyak dihujat karena itu, seolah-olah saya merusak kenangan generasi seseorang. Tapi bagi saya itu sesuai dengan sistem nilai dalam band di mana saya dibesarkan. Kami hanya melakukan yang kami benar-benar yakini, walau banyak orang berkata bahwa mereka tidak suka apa yang kami lakukan.

Tahun lalu adalah ulang tahun ke-20 album Mellon Collie and the Infinite Sadness. Bagi banyak orang, itu jadi peluang untuk melakukan tur dan album itu dibawakan secara utuh, tapi saya rasa itu akan jadi siksaan bagi Anda.
Satu-satunya kemungkinan itu bisa terjadi bagi album mana pun adalah jika kami menampilkannya seperti pertunjukan Broadway, melibatkan visual dan musiknya dirombak ke bentuk tertentu. Bagi saya, memainkan sebuah album yang tidak semestinya dibawakan dengan urutan itu terasa seperti konsumerisme. Hal-hal seperti itu adalah limbahnya industri musik, dan saya sulit percaya bahwa siapa pun benar-benar ingin melakukannya.

Tren itu memang tampaknya telah memudar sekarang.
Penggemar sudah bosan. Bukan berarti tidak menghormatinya. Generasi millennial menggemari album Siamese Dream. Siapa sangka? Tak ada yang lebih sering menghujat generasi millennial dibanding saya. Tapi mereka suka Siamese Dream? Bagus. Tapi saya takkan berjuang untuk meraih kembali kehebatan yang menurut saya belum pudar. Saya masih mampu menciptakan karya baru. Saya baru saja menciptakan karya baru pagi ini.

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. SORE Merekam Ulang Lagu Grup Fariz RM dan Erwin Gutawa
  2. Narasi Musik Metal Indonesia di Kancah Dunia
  3. Killing Me Inside Kolaborasi dengan Aiu eks-Garasi, Rilis Single Baru “Fractured”
  4. Saksikan Foo Fighters Memainkan Lagu Baru, "Lah Di Da"
  5. 10 Film Indonesia Terbaik 2016

Add a Comment