''Swing It, Bob!'' (75 Tahun Bob Tutupoly)

Beberapa pekan lalu penyanyi populer Indonesia, Bob Tutupoly menelepon saya, meminta alamat kediaman saya. ”Saya mau bikin pesta ulang tahun yang ke-75. Datang ya, Den,” ucap Bob Tutupoly dengan suara yang ramah.

Oleh
Beberapa pekan lalu penyanyi populer Indonesia, Bob Tutupoly menelepon saya, meminta alamat kediaman saya. "Saya mau bikin pesta ulang tahun yang ke-75. Datang ya, Den," ucap Bob Tutupoly dengan suara yang ramah.

Wow, Bob Tutupoly telah berusia 75 tahun. Rasanya baru kemarin saya yang masih duduk di bangku SMP menyimak suara Bob Tutupoly menyanyikan "Widuri," hampir saban hari, baik di radio-radio maupun TVRI.

Sejak kecil saya sudah akrab dengan suara dan lagu-lagu dari Bob Tutupoly melalui pengeras suara turntable ayah saya. Yang saya ingat ketika duduk di bangku kelas 1 SD pada 1969, saya telah mendengarkan Bob Tutupoly yang diiringi Enteng Tanamal menyanyikan "Stone Free" dari Jimi Hendrix dengan warna suara yang soulful.

Beberapa tahun kemudian suara Bob Tutupoly terdengar di semua gelombang radio menyanyikan lagu karya Ismail Marzuki "Tinggi Gunung Seribu Janji" yang lebih banyak dikenal orang sebagai lagu "Memang Lidah Tak Bertulang."

Di usia 75 tahun, Bob Tutupoly tak terlihat letih meniti karir musiknya. Ia tetap ceria tanpa beban. Kehidupan hari tuanya jauh berbeda dengan tipikal seniman musik kita yang terlihat terlunta-lunta menjalani masa tua.

Bob Tutupoly memiliki aset hari tua yang menjanjikan. Bahkan pada 2012 Bob Tutupoly merilis album solo dengan hit "Melodi Cintaku" karya Younky Soewarno dan Maryati. Bob Tutupoly juga kerap berkolaborasi dengan pemusik-pemusik yang usianya terpaut jauh. Misalnya pada 2005 band Mocca mengajak Bob Tutupoly berduet lewat lagu "This Conversation" dan "Swing It Bob."

Lalu pada 2012 Bob Tutupoly berkolaborasi dengan Shaggydog di pentas pertunjukan Djakarta Artmosphere. Bob Tutupoly bisa berbaur dan bersenyawa dengan para pemusik lintas generasi.

Ini justru mengingatkan saya pada Tony Bennet, penyanyi pop legendaris yang kerap melakukan kolaborasi dengan berbagai pemusik lintas genre dan lintas generasi. Terakhir, Tony Bennet yang telah berusia 88 tahun melakukan kolaborasi duet dengan Lady Gaga yang kontroversial. Pada akhirnya kita pun mahfum bahwa musik memang tak mengenal sekat usia, sekat genre maupun sekat generasi.

Jika kita telusuri perjalanan karir musik Bob Tutupoly, penyanyi yang dilahirkan 13 November 1939 ini memang bak bianglala, sarat warna. Bob Tutupoly memasuki ranah genre apapun. Mulai dari pop, jazz, hingga rock, soul, funk dan R&B. Karir musik Bob Tutupoly terbentang amatlah panjang.

"Tahun 1957 saya diminta mengisi acara jazz di RRI Surabaya bersama Quartet Modern Jazz yang dipimpin Didi Pattirane. Saat itu kita mulai menyanyi dengan gaya The Hi-Lo"s hingga Four Freshmen," kisah Bob. "Selain itu bersama Didi Pattirane juga Loddy Item, ayahnya Jopie Item, Max Lee, kami tergabung dalam Band Bhineka Ria Surabaya. Band ini lalu ikut dalam Festival band se-Indonesia yang digelar di Gedung Ikada Jakarta tahun 1959."

"Saat itu Bhineka Ria meraih juara 1 lho," kenang Bob Tutupoly. Dalam beberapa acara pesta, Bob Tutupoly tampil bersama Bubi Chen (piano) dan Jopie Chen (bass) dari The Chen Brothers.

Pada 1959 pula Bob merekam lagu lagu Maluku seperti "Sarinande", "Mande Mande" di perusahaan rekaman milik Negara Lokananta yang ada di kota Solo. "Tapi rekamannya di RRI Surabaya," ujar Bob. Setahun kemudian Bob merampungkan rekaman di Irama milik perwira Angkatan Udara Soejoso Karsono menyanyikan lagu-lagu seperti "Kopral Djono" hingga "Oto Bemo."

Lalu Bob pindah kuliah di Bandung. "Disini saya bergabung dengan band Crescendo menghibur publik di Bumi Sangkuriang," kenangnya lagi.

Pada 1963 Bob bergabung sebagai penyanyi dalam kelompok The Jazz Riders yang didukung almarhum pianis Didi Tjia serta multi instrumentalis Bill Saragih. Kelompok elit jazz ini bermain di Hotel Indonesia, Jakarta.

Jelang akhir dasawarsa 60-an, Bob merekam suaranya di Remaco bersama iringan Pantja Nada-nya Enteng Tanamal, dan menghasilkan hit "Tinggi Gunung Seribu Djandji.

Pada 1968 melalui label Remaco, Bob Tutupoly merilis dua album cover masing-masing bertajuk Dedicated To Dr. Martin Luther King dan Merci.

Pada 1969 Bob merantau ke negeri Paman Sam atas dukungan kelompok instrumental The Ventures yang saat itu baru saja menyelesaikan konser di Jakarta. "Bob Bogle dari The Ventures yang tertarik mengajak saya untuk merekam album di AS," ujar Bob Tutupoly.

Pada 1969-1971 Bob kerap melakukan pertunjukan di klab malam yang ada di Los Angeles bersama band The Midnighters. "Di tempat saya main, saat itu juga Al Jarreau sering tampil. Dia nyanyi sambil main gitar dan ditemani sebuah beatbox. Unik sih," kata Bob Tutupoly.

Saat itu pula Bob Tutupoly mendapat peluang rekaman di Reprise yang dimiliki Frank Sinatra. Bob dipersiapkan membuat single yang berisikan dua lagu, "I"ve Been Loving You Too Long" dari OtisRedding dan "Hello L.A. Bye Bye Birmingham" karya Delaney Bramlett dan Mac Davis. Namun ternyata rekaman itu akhirnya urung dirilis.

Pada 1972, Bob mendapat tawaran dari Ibnu Sutowo untuk bekerja di Ramayana Restaurant yang dikelola Pertamina. Di sana Bob bertugas sebagai humas, manajer serta penghibur. "Saya menyanyi, juga tampil sebagai MC," ungkap Bob.

Pada 1976, Bob pulang ke Indonesia untuk menikah. Kepulangannnya ditandai dengan kembalinya Bob ke Remaco. Diluar dugaan lagu "Widuri" karya Adriadie berhasil melambungkan namanya ke permukaan. "Terus terang 'Widuri' lah yang banyak memberiku rezeki. Salah satunya ya rumah saya ini," kenang Bob.

Bob Tutupoly adalah artis musik yang tak hanya memiliki bakat luar biasa dalam musik, melainkan sosok perencana yang telah merancang perjalanan hidupnya secara saksama dan lentur. Bob Tutupoly bisa menyelusup sekaligus menyeruak kemana saja. Baginya tak ada kata pensiun bagi seorang seniman musik. Bermusik itu seolah takdir yang tak mungkir.

Mocca agaknya memahami pola kehidupan seorang Bob Tutupoly dalam berkesenian. Terlihat jelas dari deretan lirik yang ditulis Mocca tentang Bob Tutupoly dalam lagu bertajuk "Swing It Bob":

Never mind, troubles that may have come
Just go along with the tunes the bad are playing
But let's go and dance
Do the Tango or a mambo jumbo I don't care
Do the Cha Cha Cha
Do the Tango
Do the Samba
Or perhaps play something sweet slow and nice like a Waltz?
Naa I prefer to go swinging


Swing It, Bob!


Editor's Pick

Add a Comment