Pengertian dan Contoh Teks Editorial

Posted on

Rollingstone.co.id – Dalam bahasa Indonesia, ada beberapa jenis teks yang masing-masing memiliki pengertian dan tujuan yang berbeda-beda. Salah satunya adalah teks editorial. Dalam penerapannya, teks editorial merupakan teks untuk menyampaikan sebuah opini atau pendapat. Jadi, jenis teks ini merupakan teks yang berisi opini seseorang dalam berbagai macam hal atau topik.

Teks editorial sendiri sebenarnya banyak dijumpai atau dipakai dalam kehidupan sehari-hari karena memang penerapannya menyangkut banyak hal. Berikut ini adalah penjelasan mengenai teks editorial secara lengkap dari mulai pengertian hingga contohnya.

Pengertian Teks Editorial

Pengertian-Teks-Editorial

Teks editorial adalah teks yang berisi opini atau pendapat pribadi dari seseorang tentang berbagai macam topik atau permasalahan. Topik dan permasalahan disini menyangkut banyak hal mulai dari politik, sosial dan lain-lain. Teks ini biasanya bersifat perorangan karena memang murni berasal dari opini masing-masing individu.

Jenis teks yang satu ini sering kali ditemukan dalam kehidupan sehari-hari sebagai contoh saat seseorang berbicara dan memberikan opini terhadap masalah yang sedang terjadi. Teks editorial juga banyak ditemukan di laman berita atau koran sebagai salah satu segmen yang cukup menarik.

Karena pengertian dan sifatnya tersebut teks ini menjadi salah satu yang paling sering dijumpai. Selain itu penerapannya juga sangat mudah karena memang teks ini bersumber langsung dari pemikiran atau opini seseorang.

Struktur Teks Editorial

Sama seperti jenis teks lainnya teks editorial tentunya juga memiliki struktur. Ada 3 struktur dasar dalam jenis teks yang satu ini yaitu

  • Pendapat/Tesis

Struktur yang berisi sudut pandang dari seseorang terhadap suatu topik atau permasalahan yang akan dibahas. Di bagian ini pernyataan atau teori pribadi dari seseorang akan dituangkan.

  • Argumentasi

Bagian yang berisi data atau fakta yang tujuannya untuk memperkuat tesis. Secara umum dalam bagian ini seseorang bisa melampirkan data dari berbagai sumber yang valid sebagai pelengkap.

  • Penegasan Ulang

Struktur ini merupakan bagian yang dimaksudkan untuk memperjelas, mempertegas tesis dan data yang dilampirkan dalam argumentasi. Hal ini ditujukan agar opini yang disampaikan menjadi lebih jelas dan dapat diterima dengan mudah.

Tujuan Teks Editorial

Karena teks editorial merupakan sebuah opini atau pendapat, teks ini memiliki tujuan yang sifatnya luas. Ada beberapa tujuan dari teks editorial antara lain yaitu :

  • Menyampaikan pendapat tentang iso permasalahan atau topik hangat yang sedang terjadi. Dengan menyampaikan pendapat atau opini maka seseorang dinilai peduli terhadap masalah atau isu yang gencar dibicarakan.
  • Mengajak orang lain untuk ikut menanggapi isu atau permasalahan yang sedang terjadi lewat pendapat atau opini. Jika seseorang membaca teks ini maka diharapkan ikut berpikir tentang permasalahan atau isu yang sedang dibicarakan. Tujuan yang cukup besar dalam meningkatkan kesadaran dan kepedulian banyak orang.
  • Membantu menyelesaikan permasalahan atau isu yang sedang dibicarakan. Opini atau pendapat dari seseorang sudah termasuk dalam kategori membantu suatu permasalahan.

Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Kaidah-Kebahasaan-Teks-Editorial

Dalam setiap jenis teks, kaidah kebahasaan sudah pasti dan harus selalu ada. Berikut ini adalah kaidah kebahasaan dari teks editorial yang di antaranya :

  • Adverbia

Di dalam teks editorial, terdapat adverbia yang sudah pasti fungsinya adalah membuat para pembaca menangkap dan meyakini opini yang ditulis. Di dalamnya terdapat kata keterangan antara lain kadang-kadang, jarang, selalu, biasanya dan lain-lain.

  • Verba Material

Artinya verba yang merajuk pada suatu peristiwa atau perbuatan fisik yang dimana dalam teks editorial selalu ada.

  • Verba Mental

Verba yang berisi sebuah persepsi contohnya mendengar, melihat, khawatir dan lain-lain. Verba yang satu ini menyangkut seluruh indra dan juga sebuah fenomena.

  • Verba Relasional

Verba yang sifatnya menghubungkan antara hal yang satu dengan yang lain. Dalam teks editorial verba ini sangat penting karena kalimat yang dituliskan dalam opini semuanya berkesinambungan.

  • Konjungsi

Merupakan kata penghubung pada suatu teks dan hampir ditemui di setiap jenis teks.

Ciri Ciri Teks Editorial

Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri dari teks editorial yang membesarkannya dengan jenis teks lain, yaitu :

  • Topik atau tema yang diangkat selalu yang sedang banyak dibicarakan atau baru terjadi.
  • Bersifat argumentatif, logis, dan tidak mengikat.
  • Menggunakan kalimat yang singkat, padat, dan jelas.
  • Menarik untuk dibaca karena terdapat pendapat pribadi dari seseorang disertai dengan beberapa data atau bukti.

Fungsi Teks Editorial

Dalam penerapannya teks editorial mempunyai fungsi yang cukup luas karena memang didalamnya terdapat pendapat dan juga fakta-fakta yang bisa ditelaah. Fungsi dari teks yang satu ini antara lain adalah :

  • Memperjelas suatu masalah atau berita yang sedang beredar agar masyarakat bisa mengetahui dampak dan akibat dari permasalahan atau isu tersebut.
  • Menyampaikan nilai-nilai sosial dan moral terhadap suatu berita atau isu yang sedang terjadi.
  • Mengajak pembaca untuk lebih siap dan waspada terhadap segala kemungkinan atau hal yang akan terjadi dari permasalahan yang sedang dibicarakan.
  • Meluruskan kaitan antara topik berita dan juga realita dalam kehidupan sehari-hari secara luas tanpa terikat suatu apapun.

Manfaat Teks Editorial

Manfaat-Kebahasaan-Teks-Editorial

Manfaat dari teks editorial sendiri sebenarnya bersifat luas artinya tidak hanya ada satu atau dua manfaat saja. Manfaat dari jenis teks ini sebenarnya bergantung pada pembacanya artinya pembaca sendiri yang bisa memilah dan menyadari manfaat tersebut. Secara umum memang dijelaskan bahwa teks editorial mempunyai manfaat untuk memberikan informasi atas berita atau topik yang  ramai dibicarakan.

Tentu saja dari sini bisa dipahami bahwa opini yang dituangkan dalam bentuk teks editorial mampu memberikan informasi yang sifatnya luas. Bagi kebanyakan orang yang membaca teks editorial pastinya merasa mendapat informasi baru terkait berita atau topik yang sudah diketahui maupun belum diketahui sebelumnya.

Selain itu jenis teks yang satu ini juga mampu menggerakkan seseorang untuk melakukan sesuatu. Artinya ketika seseorang membaca opini dari orang lain maka mereka akan berpikir mengenai langkah apa yang bisa diambil. Apalagi jika opini yang disampaikan merujuk pada masalah yang sifatnya besar dan memerlukan tindakan.

Terlepas dari itu semua yang pasti jenis teks yang menyangkut opini seseorang ini memiliki manfaat yang sifatnya luas. Karena memang opini dari seseorang bisa menimbulkan banyak reaksi dari banyak orang.

Contoh Teks Editorial

Berikut ini adalah contoh teks editorial dari berbagai macam jenisnya.


  • Contoh Teks Editorial di Koran

Diambil dari Koran Sindo Edisi 02-10-2019 

Tajuk-Puan, Sejarah, dan DPR

Puan Maharani mencatat sejarah. Dia menjadi perempuan pertama di Indonesia yang duduk sebagai ketua DPR. 

Ini adalah sejarah baru bagi trah Soekarno. Ibunya, Megawati Soekarnoputri, juga mencatatkan diri sebagai presiden perempuan pertama di Indonesia. Sedangkan kakeknya, Ir Soekarno, adalah presiden pertama Indonesia. Artinya, catatan sejarah memang sangat dekat dengan keluarga besar Ir Soekarno. 

Sebenarnya, terlepas sebagai perempuan pertama sebagai ketua DPR, hal yang wajar jika Puan mendapatkan jabatan ini. Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan adalah pemenang Pemilu 2019 dengan raihan 19,33% atau sekitar 27.053.961 suara. 

Pada jajaran pimpinan DPR 2019-2024 Puan ditemani wakil ketua Azis Syamsuddin (Partai Golkar), Sufmi Dasco (Partai Gerindra), Rachmat Gobel (Partai NasDem), dan A Muhaimin Iskandar (PKB). Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai NasDem, dan PKB. Lumrah juga dalam politik kita memperoleh jatah wakil ketua DPR sebab perolehan suara empat partai tersebut terbesar setelah PDIP. 

Namun, tentu tantangan Puan bukan hanya perempuan pertama yang duduk sebagai ketua DPR. Jika ingin mencatatkan sejarah berikutnya, Puan harus bisa membuat gebrakan. Tidak dipungkiri, kinerja DPR periode 2014-2019 banyak mengundang kontroversi. 

Yang terbaru adalah cepatnya dalam pembahasan Undang-Undang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU KPK) yang mengundang kontroversi. Begitu juga dengan beberapa rancangan undang-undang (RUU) yang memunculkan kontroversi satu di antaranya tentang KUHP. 

Bahkan aksi unjuk rasa oleh mahasiswa hampir di seluruh Indonesia sebagai respons terhadap kinerja kurang baik DPR periode 2014-2019. Kinerja DPR tersebut dianggap tidak berpihak ke rakyat dan lebih berpihak kepada kepentingan partai politik. Padahal, DPR adalah wakil rakyat. Belum lagi kontroversi lainnya. 

Di awal 2014 saat beberapa hari setelah dilantik, kericuhan pemilihan ketua DPR mengundang keprihatinan masyarakat, sehingga memunculkan pimpinan DPR tandingan. Rencana renovasi Gedung DPR yang dianggap bukan sesuatu yang urgen. 

Usulan uang pensiun seumur hidup serta usulan kenaikan tunjangan, baik kehormatan, ko mu nikasi, langganan listrik, maupun pengawasan anggaran juga memicu kontroversi. Belum lagi soal usulan dana aspirasi Rp 20 miliar per anggota untuk bisa terjun ke dapil masing-masing. 

Dalih anggota Dewan saat itu untuk membantu pemerintah dalam meningkatkan pembangunan di daerah-daerah. Itu semua kontroversi yang dibuat anggota DPR. Berbanding terbalik dengan UU yang dilahirkan. Dari 189 RUU di Program Legislasi Nasional (Prolegnas) hanya 80 RUU yang berhasil diselesaikan atau hanya sekitar 40%. 

Kualitasnya pun mengundang perdebatan karena di akhir masa jabatan justru membahas RUU yang memicu kontroversi. Survei LSI pun menyebutkan DPR sebagai institusi dengan tingkat kepercayaan terendah kedua. DPR hanya unggul dari partai politik. Wajah DPR memang belum berubah di mata masyarakat. 

Perlu ada gebrakan untuk mengubah image parlemen kita. Tentu bukan sekadar memoles make up wajah DPR sehingga terlihat baik, namun benar-benar harus menunjukkan kinerja yang baik sehingga bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat. DPR yang baru harus mampu benar-benar menjadi wakil rakyat. 

Memang tidak bisa dielakkan ketika ada kepentingan partai politik. Namun, bukankah dalam politik demokrasi memegang teguh dari, oleh, dan untuk rakyat. Rakyat sebagai subjek, bukan objek. Selama ini rakyat bagi DPR hanya sebagai objek. 

Agar bisa membuktikan bahwa rakyat sebagai subjek, DPR harus benar benar menunjukkan kinerja yang jauh lebih baik daripada sebelumnya. Sanggupkah Puan? Memang belum banyak teruji. Namun, bekal politik dari ibunya selama di PDIP dan menjadi menteri koordinator tentu Puan telah mengenyam asam garam dalam politik Indonesia. 

Visi yang jelas dan bagaimana meng omu ni – kasikan visi tersebut hingga mengeksekusinya akan menjadi taruhan lima tahun ke depan. Puan telah dilantik, artinya tidak ada kata mundur. Taruhan telah dilemparkan, jika Puan tidak bekerja dengan baik, taruhannya adalah karier politik pribadi dia hingga partai politik pengusungnya. 

Belum lagi, apakah Puan mempunyai kemampuan untuk mengontrol kinerja pemerintah yang saat ini dipimpin oleh kader partai juga menjadi ujian. Akankah Puan sebagai ketua DPR bisa objektif dan menjadi rekan kerja yang baik dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi)? Lima tahun ke depan masyarakat akan menyaksikan lantas menilai.


  • Contoh Teks Editorial Kesehatan 

Pembukaan 

Memiliki tubuh sehat merupakan dambaan semua orang. Tidak ada manusia yang ingin tubuhnya sakit atau terkena penyakit artinya semua orang ingin hidup sehat. Namun seseorang juga tidak bisa menolak jika tiba-tiba penyakit datang menyerang. 

Maka dari itu kita sebagai manusia hanya bisa mengantisipasi hal tersebut dengan cara hidup lebih sehat. Menjaga kondisi tubuh dalam keadaan yang tetap prima setiap saat. 

Argumen 1

Banyak faktor atau penyebab tubuh tidak sehat dan menimbulkan banyak penyakit. Faktor yang pertama adalah kebiasaan yang tidak sehat. Kebiasaan tidak sehat disini contohnya adalah merokok, minum alkohol, makan tidak teratur, dan masih banyak lagi. Penyebab yang paling sering dilakukan dan justru menjadi sebuah kebiasaan. 

Kebiasaan tersebut bersifat jangka panjang artinya efeknya tidak akan langsung terasa. Namun justru itulah yang membuat tubuh menjadi semakin tidak sehat sepanjang waktu. Apalagi kebiasaan ini tidak diimbangi dengan melakukan kegiatan yang menyehatkan seperti olahraga. 

Argumen 2

Penyebab lain yang membuat tubuh menjadi tidak sehat adalah kurangnya mengkonsumsi vitamin. Kebanyakan dari kita melupakan vitamin sebagai salah satu suplemen yang bisa membuat tubuh lebih sehat. Alhasil tubuh menjadi kekurangan vitamin dan zat-zat lainnya yang bersifat melindungi tubuh dari berbagai penyakit. 

Vitamin dan zat-zat lainnya bisa didapatkan dari makanan yang sehat. Hanya perlu membiasakan diri untuk memakan makanan yang sifatnya menyehatkan. Kebanyakan dari kita memang lebih memilih makanan yang hanya enak saja tapi tidak sehat contohnya seperti junk food dan sejenisnya. 

Kesimpulan 

Semua orang pasti ingin selalu sehat dan terhindar dari penyakit namun tidak diimbangi dengan usaha untuk menjadi lebih sehat. Kesadaran akan hidup sehat dengan kebiasaan yang baik memang masih belum banyak dipraktekkan. 

Tidak sulit untuk hidup sehat hanya dibutuhkan niat dan kesadaran yang tinggi. Pastikan bahwa setiap hal yang dilakukan baik bagi kesehatan tubuh. 

  • Contoh Teks Editorial Politik 

Pembukaan 

Pemilihan Presiden telah selesai beberapa waktu yang lalu. Namun meskipun demikian masih ada beberapa masalah yang cukup panas yaitu dugaan kecurangan. Beberapa pihak dari salah satu pasangan menilai bahwa pasangan calon lawannya melakukan tindakan kecurangan dan pelanggaran. 

Argumen 1

Hal tersebut bisa terjadi dikarenakan banyak faktor selain karena memang benar dugaan bahwa salah satu paslon bertindak curang namun juga faktor persaingan. Seperti sudah wajar terjadi apalagi ini adalah pemilihan presiden yang sifatnya menyeluruh dan sensitif. Isu ini membuat keadaan politik menjadi semakin panas dan menjadi bahan perdebatan dimana-mana. 

Argumen 2 

Maka dari itu seharusnya memang pemerintah beserta jajarannya mengambil langkah untuk menenangkan keadaan politik yang semakin tidak karuan. Bisa dibayangkan jika tidak ada tindakan dari pihak manapun soal ketegangan ini. Kekacauan akan merambat ke berbagai lini jika masalah isu kecurangan tidak segera diatasi. 

Kesimpulan 

Peran pemerintah memang sangat krusial dan dinanti untuk bisa menanggulangi masalah ini. Jangan sampai masalah pemilihan presiden menjandi penyebab kekacauan dan tindakan lainnya yang merugikan. Penyelesaian harus bersifat terbuka dan adil seadil-adilnya agar masalah bisa benar-benar terselesaikan. 

  • Contoh Teks Editorial Terkini Beserta Fakta dan Opini

Setelah diwarnai polemik yang tajam, akhirnya Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok resmi menjabat komisaris utama PT Pertamina. Selain mengakhiri polemik pengangkatan mantan gubernur DKI Jakarta itu sebagai komisaris utama perusahaan minyak dan gas (migas) negara tersebut, juga menjawab pertanyaan sejumlah kalangan yang berharap Ahok lebih pantas menjabat direktur utama. 

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memilih Ahok sebagai komisaris utama karena dinilai memiliki integritas yang tinggi dalam melakukan pengawasan, sedang direktur utama perusahaan pelat merah itu tetap dijabat oleh orang yang lebih paham bidang migas. Sebelumnya sejumlah pihak menilai Ahok lebih cocok menjabat direktur utama Pertamina karena dia seorang eksekutor. 

Lalu, tugas dan wewenang apa saja yang diemban Ahok sebagai komisaris utama Pertamina? Mengutip Pasal 31 Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN, tugas seorang komisaris perusahaan negara adalah mengawasi direksi dalam menjalankan kepengurusan persero, serta memberikan nasihat kepada direksi.Lalu, dijabarkan lebih jauh dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2005 tentang Pendirian, Pengurusan, Pengawasan, dan Pembubaran BUMN yang mengatur secara rinci tugas dan wewenang komisaris utama. Di antaranya, Pasal 59 (1) komisaris utama dan dewan pengawas wajib dengan itikad baik dan penuh tanggung jawab menjalankan tugas untuk kepentingan dan usaha BUMN. Selanjutnya, Pasal 59 (2) komisaris dan dewan pengawas bertanggung jawab penuh secara pribadi apabila yang bersangkutan bersalah atau lalai menjalankan tugasnya sesuai ketentuan.

Rupanya, Ahok sangat menyadari tugas negara yang dibebankan kepadanya bukanlah ringan. Karena itu, dia tak sungkan meminta bantuan masyarakat ikut serta dalam mengawasi perputaran roda salah satu BUMN penyumbang dividen terbesar terhadap negara ini. Masyarakat bisa terlibat mengawasi kinerja Pertamina dengan memberi laporan apabila melihat ada masalah dalam tubuh perusahaan.Terkait pelaporan masyarakat, Ahok berharap semakin banyak nomor pengaduan sehingga semakin banyak yang melapor di mana ujungnya dapat meningkatkan pengawasan karena tidak mungkin melakukan pengawasan tanpa informasi, termasuk dari masyarakat. Dalam kamusnya Ahok bertekad mendongkrak kinerja Pertamina lebih baik sebab menyangkut hajat hidup orang banyak. 

Selain itu, Ahok juga berjanji akan irit bicara sebagai komisaris utama Pertamina. Hal itu terkait tugas dan wewenang sebagai pejabat komisaris utama perusahaan migas kebanggaan nasional berbeda dibanding saat menahkodai DKI Jakarta yang mewajibkan setiap pertanyaan dijawab sebagai kepala daerah.Memang, ekspektasi sebagian masyarakat terhadap Ahok untuk membersihkan Pertamina terutama dari mafia migas begitu besar. Hal itu wajar saja sebab selama ini Ahok berani melabrak siapa saja yang dianggap tidak sesuai aturan. Anehnya, sejumlah pihak di antaranya Serikat Pekerja (SP) Pertamina sendiri justru mencoba menghalangi Ahok bergabung dengan perusahaan yang disoroti banyak pihak digerogoti mafia migas.

Jadi, perdebatan seputar penunjukan Ahok sebagai komisaris utama Pertamina sudah selesai. Walau demikian, masih terdengar nada-nada sumbang bahwa Ahok salah posisi, seharusnya bukan komisaris utama, tetapi menjadi nakhoda Pertamina. Alasannya, sebagai komisaris utama sebatas mengawasi dan memberi nasihat kepada direksi atas pengelolaan perusahaan. Sekarang tinggal menunggu sepak terjangnya dalam mengawasi jalannya roda perusahaan. Mampukah Ahok menunjukkan kelasnya sebagai pengawas sebuah perusahaan migas raksasa kelas dunia?

Fakta : Dalam teks editorial terkini diatas bisa diketahui bahwa fakta terdapat pada paragraf 1 dan 3. Di paragraf 1 menjelaskan tentang Ahok yang sudah resmi menjadi komisaris utama PT. Pertamina. Hal tersebut merupakan fakta dan menjawab pertanyaan mengenai kabar tersebut. 

Di paragraf 3 juga dijelaskan mengenai tugas dan wewenang Ahok selaku komisaris utama PT. Pertamina. Disebutkan dalam undang-undang tugas dan wewenang seorang komisaris yang artinya bahwa paragraf tersebut merupakan sebuah fakta. 

Opini : Dalam teks editorial terkini diatas kalimat opini terdapat pada paragraf 2,4,5,dan 6. Pada kalimat kedua dijelaskan alasan pengangkatan Ahok sebagai komisaris utama yang didasarkan pada perkiraan bukan sebuah fakta. Di paragraf 4 juga masih belum terdapat fakta karena masih tertulis harapan dari Ahok yang belum bisa disebut sebagai fakta. 

 

Pada pembukaan paragraf 5 tertulis janji Ahok yang tentu sebuah janji belum bisa dikatakan fakta jika belum terealisasi. Pada paragraf terakhir masih terdapat banyak kalimat tanya dan tidak banyak menyertakan kalimat yang sudah valid. Masih menyertakan pendapat dari orang banyak. 

  • Contoh Teks Editorial Pendidikan

Pembukaan

Pada dasarnya pendidikan merupakan unsur penting yang harus selalu dijunjung oleh setiap manusia. Pendidikan merupakan salah satu pijakan bagi seseorang untuk menempuh kehidupan dimasa depan. Artinya sudah sepantasnya bahwa pendidikan merupakan unsur penting dalam suatu negara termasuk juga Indonesia.

Tapi pada kenyataannya pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya baik bahkan bisa dibilang masih berada di penilaian rata-rata. Jika disandingkan dengan pendidikan di negara maju pendidikan di Indonesia belum mampu menyamai. Pemerintah dan lembaga pendidikan sendiri sudah melakukan banyak hal untuk membangun pendidikan yang lebih baik namun tingkat keberhasilannya tergantung dari berbagai macam hal.

Dalam membangun pendidikan yang lebih baik tentunya harus benar-benar menyeluruh agar perkembangan dan kualitas pendidikan bisa meningkat secara serentak. Selain itu juga mempersiapkan banyak hal untuk menanggulangi dan mencegah masalah pendidikan yang akan datang.

Argumen 1

Dalam mengembangkan pendidikan baik masyarakat maupun lembaga pendidikan harus mampu untuk beradaptasi dan berjalan bersama kemajuan teknologi. Pemerintah dan lembaga pendidikan harus melakukan gebrakan yang luas baik dari segi kurikulum hingga hal lainnya yang berhubungan dengan dasar pendidikan.

Argumen 2

Tentunya tuntutan bagi para lembaga pendidikan untuk menghasilkan SDM yang berkualitas dan mampu bersaing secara global harus selalu digencarkan. Memang di era globalisasi ini media belajar bukan hanya disekolah dan bukan hanya kepada guru. Namun tetap saja peran guru sebagai pembimbing, pengajar, dan motivator harus selalu ditunjukkan.

Kesimpulan

Bisa dirasakan bahwa pendidikan di Indonesia secara khusus harus lebih dikembangkan lagi oleh karena itu peran lembaga pendidikan termasuk guru sangat besar. Masalah pendidikan dan juga cara mengembangkan pendidikan memang harus segala ditemukan solusinya oleh pemerintah.

  • Contoh Teks Editorial Persuasi

Pembukaan

UNBK atau Ujian Nasional Berbasis Komputer saat ini sudah menjadi sistem baru bagi pemerintah untuk menyelenggarakan ujian akhir bagi siswa. Dilihat secara kemajuan sistem memang adanya UNBK sangatlah bagus bagi kemajuan pendidikan namun secara keseluruhan sistem ini masih banyak kekurangan.

Penerapannya belum menyeluruh meskipun sebagian besar sudah menerapkannya namun masih banyak sekolah yang belum bisa merealisasikan sistem ini. Hal ini dikarenakan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk melaksanakan ujian ini belum sepenuhnya ada disetiap sekolah.

Argumen 1

Pada dasarnya sistem ujian berbasis komputer ini memang sangat baik namun jika dilihat dari berbagai kekurangannya masih sangat besar dan sangat berpengaruh. Masih banyak sekolah khususnya di daerah yang jauh dari perkotaan belum memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk memulai sistem ini.

Argumen 2

Banyak sekali hal yang diperlukan untuk menerapkan sistem ujian ini di sekolah yang belum cukup memadai dalam bidang sarana dan prasarana. Jika suatu sekolah belum memiliki komputer dan sarana lain yang memadai maka solusi terbaiknya adalah dengan bekerja sama dengan sekolah lain. Namun hal tersebut dapat menimbulkan banyak masalah dan indikasi kecurangan semakin besar.

Kesimpulan

Untuk mensukseskan sistem ini maka pemerintah sudah seharusnya lebih bekerja keras dalam mensosialisasikan dan memberikan bantuan sarana prasarana kepada sekolah-sekolah yang belum memiliki peralatan memadai. Jangan sampai hingga sistem ini terus berlanjut masih banyak sekolah yang belum bisa merealisasikannya.

Jika memang belum bisa benar-benar membuat sistem ujian ini bersifat menyeluruh lebih baik mengambil kebijakan baru sifatnya lebih menyeluruh.

  • Contoh Teks Editorial Kritik

Pembukaan

Bisa diketahui bahwa koruptor di Indonesia sangatlah merajalela. Fakta bahwa korupsi negara dilakukan oleh para petinggi dan wakil rakyat sudah seperti hal yang biasa di masyarakat. Entah bisa disebut sebagai hal aneh atau lucu namun faktanya para wakil rakyat yang korupsi memiliki latar pendidikan yang tinggi.

Hal ini dikarenakan mereka hanya mempelajari ilmu pendidikannya saja tanpa mengambil ilmu lainnya. Alhasil para koruptor hanya tinggi pendidikan namun sangat rendah dalam hal lainnya. Melihat sistem pendidikan di Indonesia yang hanya mengajarkan pendidikan dan ilmu formal saja dan sangat jarang mengajarkan ilmu kehidupan yang benar.

Argumen 1

Para wakil rakyat diluar sana banyak yang korupsi dikarenakan mereka memiliki jabatan tinggi dan melupakan tugas dan tanggungjawab sebagai wakil rakyat. Hal ini sudah menjadi sifat manusia apabila memiliki jabatan maka sangat riskan untuk melakukan tindak pidana korupsi.

Argumen 2

Korupsi para wakil rakyat tentunya merugikan banyak orang dan merupakan tindakan yang tidak sepantasnya dilakukan. Sudah terbukti banyak orang yang bekerja sebagai wakil rakyat tapi justru mencuri uang rakyat demi kepentingan pribadi.

Argumen 3

Seseorang yang melakukan korupsi didasari dengan dua hal yaitu nafsu dan kurangnya kesadaran akan tanggung jawab. Seharusnya dua hal tersebut sangat penting dan harus ditekankan dalam pendidikan di Indonesia. Supaya para lulusan pendidikan tinggi nantinya bisa memahami nilai-nilai kehidupan dan terhindar dari korupsi.

Kesimpulan

Bisa dikatakan bahwa para wakil rakyat yang koruptor sudah sangat mengecewakan padahal latar belakang pendidikan mereka sangat tinggi. Maka dari itu sudah sebaiknya penekanan ilmu pendidikan bukan hanya pada pelajaran formal namun juga ilmu-ilmu lainnya harus selalu diajarkan dengan baik. Karena hal tersebut adalah bekal yang sangat berharga untuk menjalani hidup yang baik.

Sama seperti jenis teks lainnya teks editorial juga banyak ditemukan dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Memiliki manfaat, tujuan, fungsi yang tentunya juga sangat bermanfaat bagi berbagai macam hal. Karena pada dasarnya sebuah opini memiliki maksud dan tujuan tertentu dan membangkitkan pemikiran seseorang untuk menelaah maksud dari opini tersebut.

Tidak sulit untuk memahami teks editorial secara keseluruhan apalagi lewat penjelasan diatas mengenai pengertian hingga contoh teks editorial.  Bisa menjadi bahan belajar bagi yang sedang mencari informasi tentang teks opini yang satu ini.


Baca juga:

Content Protection by DMCA.com