Senin, 06/05/2013 16:49 WIB
icon_star_full icon_star_full icon_star_full icon_star_full icon_star_off

CD Review: Pandai Besi - 'Daur, Baur'

efekrumahkaca.net

Efek Rumah Kaca menjadi band baru untuk merombak lagu lama.
Oleh: Hasief Ardiasyah
Share :   
image
Berawal dari kebosanan membawakan lagu yang itu-itu saja, Efek Rumah Kaca mengajak beberapa musisi tambahan untuk membentuk Pandai Besi, yang memainkan lagu-lagu lama trio itu dengan aransemen baru.

Daur, Baur adalah koleksi lagu-lagu itu yang direkam secara live di Lokananta, studio legendaris di Solo, dengan mengundang penggemar untuk membantu mendanai prosesnya. Di atas kertas, ide ini pasti membuat kita bertanya “Untuk apa?”, terutama karena Efek Rumah Kaca terakhir mengeluarkan album di akhir 2008 dan album ketiganya belum kunjung selesai hingga saat ini.

Tapi sejak dulu Efek Rumah Kaca adalah band yang gemar membuat kita bertanya-tanya – dan seperti biasa, jawabannya ada di musik mereka. Daur, Baur lebih dari sekadar Efek Rumah Kaca mengajak gitaris, keyboardist, pemain trumpet dan dua vokalis latar perempuan sebagai pelengkap. Lirik dan judul lagu masih sama, tapi Pandai Besi merombak aransemennya sehingga hanya mirip sekilas dengan versi aslinya, seperti “Laki-Laki Pemalu” yang aransemen barunya mengingatkan pada Local Natives.

Durasi mayoritas versi baru ini melebihi 5 menit, tapi aransemennya tak pernah membosankan, dan akustik ruangan Lokananta serta suasana rekaman live memberi energi dan kehangatan yang mungkin takkan didapatkan jika Daur, Baur direkam secara konvensional. Salah satu hal menarik dari album ini adalah bagaimana perubahan aransemen dapat memberi makna yang berbeda pada sebuah lagu, walau liriknya tetap sama.

Semangat berapi-api pada versi asli “Di Udara” disulap menjadi lebih pelan tapi tak kalah menggigit, bagai pejuang bijak yang menyadari masih ada banyak jalan untuk membuat perubahan selain berorasi di jalanan. Sementara itu, intensitas vokal dan musik yang terus meningkat pada refrain “Desember” yang diulang-ulang membuat lagu tenteram tentang kesetiaan terdengar lebih seperti pengakuan dari kekasih yang posesif dan terobsesi.

Andaikan Pandai Besi adalah band baru dan ini adalah materi lagu baru, maka Daur, Baur akan menjadi album debut Indonesia terbaik sejak album pertama Efek Rumah Kaca. Tapi pada kenyataannya, album ini adalah kreatif bagi Efek Rumah Kaca untuk mengatasi kejenuhan, dan membuat semakin penasaran akan karya selanjutnya – dengan atau tanpa embel-embel Pandai Besi.
(RS/RS)

Share:

Komentar terkini (0 Komentar)
1

Kirim komentar anda:

Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
logo_detikhot 
Rabu, 01 Oktober 2014 18:50 WIB

Setelah 'Andai Ku Gayus Tambunan', Bona Paputungan Telurkan Album

Setelah 'Andai Ku Gayus Tambunan', Bona Paputungan Telurkan Album
Masih ingat dengan Bona Paputungan, penyanyi yang terkenal lewat lagu yang menyindir salah satu koruptor di Youtube?..
 
Rabu, 01/10/2014 18:56 WIB

Sigmun, Tesla Manaf, Max Havelaar Siap Meriahkan Gelaran Kedua Loudnatic

Pertama kali diadakan pada November 2013 silam, pentas musik Loudnatic akan kembali diselenggarakan untuk .....
 
 

Incoming

Rabu, 03/09/2014 11:55 WIB

Incoming: Gilbert Pohan: Penyanyi, Pencipta Lagu, Pendatang Baru, Pekerja Keras

Gilbert Pohan, penyanyi dan pencipta lagu pendatang baru yang berada di bawah naungan Musik Bagus Indonesia selaku platform..

Music Biz

Kamis, 14/08/2014 19:30 WIB

Jumat Akan Jadi Hari Rilis Musik Global

Setidaknya mulai setahun dari sekarang – sekitar Juli tahun depan – sebuah peraturan yang mengatur hari perilisan..

Q & A

Rabu, 01/10/2014 18:32 WIB

Q&A: Jack Antonoff (fun.,Bleachers)

"Saya sedang mencerna kenyataan bahwa saya yang membuat album ini,” kata Jack Antonoff. “Pada awalnya, ini terasa..