Kamis, 21/06/2012 12:17 WIB
Jason Mraz Siap Menghibur Jakarta Esok Malam
Tiket konser telah terjual sebanyak sembilan puluh persen.
Suasan jumpa pers Jason Mraz. (Foto: Decky Arrizal)
Digelar oleh tiga promotor sekaligus, Asia Live, BlackRock Entertainment dan Marygops Studios, konser Mraz kali ini dijanjikan akan berbeda dibanding dua penampilan pria asal Virginia, AS ini di Indonesia sebelumnya.
Seperti diucapkan perwakilan BlackRock Entertainment, Taye Masyhur, pada Rabu (20/6) lalu di Hotel Ritz-Carlton Jakarta dalam sebuah konferensi pers: “Penampilan Jason Mraz di Indonesia sebelumnya berformat akustik, namun kali ini ia datang membawa band pengiringnya. Jadi sudah pasti akan lebih seru.”
Para promotor juga mengungkapkan bahwa tiket telah terjual sebanyak sembilan puluh persen, sementara sepuluh persennya lagi sengaja disisakan untuk pembelian langsung di lokasi konser.
Penampilan Mraz ini termasuk dalam rangkaian tur bertajuk Tour is a Four Letter Word yang dilaksanakan guna mendukung perilisan album penuh keempatnya, Love is a Four Letter Word. Selain Indonesia, negara Asia lain yang disambangi Mraz dalam tur ini meliputi dua kota di Korea Selatan dan Cina, Thailand, Malaysia, Hong Kong, Taiwan, serta Singapura.
Dalam sebuah sesi wawancara dengan Mraz yang dilaksanakan tepat seusai konferensi pers, Rolling Stone sempat bertanya soal album barunya yang telah dirilis sejak 13 April 2012 lalu tersebut. Ia mengaku tidak memiliki optimisme akan Love is a Four Letter Word menyamai sukses yang diraih album ketiganya, We Sing. We Dance. We Steal Things.
“Saya tidak pernah bertujuan untuk meraih sukses besar-besaran dalam bermusik, begitu juga saat saya menulis album We Sing. We Dance. We Steal Things. Album tersebut sebenarnya hanya diisi dengan lagu-lagu yang hadir begitu saja ke dalam kesadaran saya. Saya tidak bisa mengubah cara menulis lagu demi mendapatkan momen itu lagi, karena itu terjadi dengan alami. Walau begitu, saya sadar akan lingkungan sekitar dan penonton di seluruh dunia sehingga saya dapat melakukan yang terbaik untuk menyanyikan lagu-lagu yang memiliki pesan universal,” jelas Mraz.
Jika dilihat dari angka penjualan, hanya album kedua Mraz, Mr. A-Z, sajalah yang tak mendapat satu pun sertifikasi. Album perdananya, Waiting for My Rocket to Come, meraih platinum di Amerika Serikat, We Sing. We Dance. We Steal Things. mendapatkan platinum dari berbagai negara termasuk dua buah masing-masing di Kanada dan Australia, sementara Love is a Four Letter Word sudah menggapai gold di Kanada.
Ketika ditanya album mana yang ia harapkan bisa lebih sukses dari seharusnya, Mraz dengan bijak memilih album kelimanya yang saat ini masih dalam proses pengerjaan.
“Saya senang dengan performa album-album saya sebelumnya, termasuk Love is a Four Letter Word. Ketika saya menjalankan konser, para penonton menyanyikan ’93 Million Miles’, ‘Be Honest’, dan terutama ‘I Won’t Give Up’ dengan lantang. Dengan demikian, saya sudah menggenggam apa yang dari awal saya harapkan untuk raih, yaitu terus memberikan para pendengar sesuatu untuk dinyanyikan bersama-sama,” jawabnya.
(RS/RS)
Artikel Lain
Hasil Rating Pembaca:







Sending your message



