Selasa, 07/02/2012 11:37 WIB
Liz Phair Bicara Soal Lana Del Rey
Pendapatnya ia utarakan di Wall Street Journal

Liz Phair (Foto: Melanie Vyvyan)
Bahkan secara mengejutkan album itu masuk dalam daftar 500 Greatest Albums of All Time yang dikeluarkan Rolling Stone. Dan di tahun 2003 lalu Exile in Guyville telah mencapai angka penjualan hingga 450.000 keping.
Kini, setelah hampir dua puluh tahun berlalu, Liz Phair menemukan seorang “penerusnya” yang sama-sama berangkat dari jalur indie-pop dan mendapatkan banyak penggemar dalam waktu yang singkat. Banyak media juga membahas penyanyi yang berasal dari New York City, AS ini. Dia adalah Lana Del Rey.
Melihat momen ini, Rolling Stone pun meminta Phair untuk berbagi pendapat tentang Lana Del Rey, sebagai salah satu “penerusnya”. Sayangnya, pelantun lagu “Never Said” ini pada awalnya tidak tertarik untuk berbagi pendapatnya soal Lana Del Rey.
Namun kemudian, Phair pun berubah pikiran dan menuliskan pendapatnya tentang Del Rey pada kolom Wall Street Journal. Dalam tulisan yang diunggah 4 Februari lalu itu, Phair menulis sebagai berikut:
“Lana Del Rey terlihat menghiraukan pendapat setiap orang karena banyak yang mengatakan ia 'membentuk ulang' dirinya dari seorang penyanyi folk tipe anak rumahan menjadi seorang kucing manis perkotaan yang elektrik dan sedang mencari jatidiri (tentunya saya menyukainya), dan mereka rasa ia tidak otentik.”
Liz Phair terakhir kali merilis album pada Juli 2010 lalu. Album yang berjudul Funstyle ini tercatat sebagai album dengan pencapaian terendahnya semenjak album perdananya meraih berbagai macam prestasi.
(RS/RS)
Hasil Rating Pembaca:
Kirim komentar anda:
Beri komentar sebagai Guest:



Sending your message





