Senin, 06/02/2012 18:54 WIB
Kikan, Garasi, Stereocase, Brutal Meriahkan Release Party
Terjadi reuni formasi awal Netral.

Kikan dan Sashi di Rolling Stone Release Party (Foto: Bayu Adhitya)
“Hari ini mau liat Kikan sama Brutal. Bakal seru tuh!” kata Ilham, salah seorang penonton malam itu yang datang bersama kedua kawannya dari Bandung, dengan nada antusias. Memang dua dari empat penampil malam itu sangat ditunggu-tunggu oleh para pengunjung cafe. Maklum, keduanya adalah wajah-wajah lama yang tampil dengan tampilan dan materi baru.
Namara Surtikanti, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kikan untuk pertama kalinya akan memperdengarkan lagu-lagu barunya selepas kariernya bersama Cokelat. Sedangkan Brutal, adalah proyek baru vokalis sekaligus bassist Netral, Bagus bersama mantan rekan bandnya dulu di formasi awal Netral, Bimo.
Dua penampil lainnya, Garasi dan Stereocase bukan berarti tak ditunggu-tunggu. Meski keduanya sama-sama baru pertama kali berada di panggung Release Party, namun padatnya penonton yang maju ke depan panggung saat penampilan mereka berlangsung membuat kedua band rock ini tak boleh dianggap remeh.
Acara pun dibuka dengan penampilan Kikan yang tak lagi diiringi dengan Cokelat. Meskipun begitu, rekan Kikan semasa di Cokelat, drummer Erwin Syam, yang turut keluar dari Cokelat pada Maret 2010 lalu, masih setia mengiringi setiap daftar lagu yang dibawakan sang vokalis.
Dibantu oleh gitaris The Moon dan The Rock Indonesia, Wahyu Sudiro, Kikan mengawali penampilannya dengan nomor baru, “Sekarang Saatnya” yang ia tujukan untuk semua laki-laki di dunia yang ingin menyatakan perasaannya kepada sang kekasih. “Tapi untuk malam ini, kayaknya lagu ini cocok buat Nazaruddin deh, hahaha” seloroh Kikan sebelum memulai aksi panggungnya.
Selesai bernyanyi di lagu pertama, penyanyi yang akhir-akhir ini mengaku suka mendengarkan Kelly Clarkson, Ladytron, Adelle, dan Warpaint ini langsung berkomentar:
“Saya tidak akan meminta Anda semua berpendapat, apakah masih seperti Cokelat atau tidak, karena saya tidak siap dengan jawabannya. Hahaha,” celetuk Kikan yang akhir-akhir ini memang sedang berusaha keras melepas bayang-bayang bekas bandnya itu di album solo pertamanya.
Setelah lagu pertama, medley dua lagu lawas Cokelat, “Luka Lama” dan “Jauh” langsung dilantunkan Kikan yang kali ini tampil dengan memainkan keyboard. Sontak, koor penonton pun menggema di lantai dua gedung Rolling Stone Caf malam itu.
Di tengah-tengah lagu, Kikan pun ternyata juga mengundang salah satu kawannya ke atas panggung. Kawan yang ia akui telah merusak susunan songlist -nya malam itu adalah Sashi Gandarum dari Drew. Keduanya pun langsung menghentak dan membawakan sebuah cover version dari single Foo Fighters di album In Your Honor, “Best of You”.
Penampilan Kikan pun akhirnya ditutup dengan single yang ditunggu-tunggu para penonton malam itu. Tembang itu adalah “Serasa”, yang nantinya akan dijadikan single pertama dari album solo pertama Kikan. Lagu ini adalah lagu lama milik band Jelly yang tak lain adalah band gitaris Wahyu Sudiro di era akhir sembilan puluhan dulu.
Usai Kikan, kelompok musik asal Jakarta, yang terdiri dari vokalis Fadli Rezasyah, drummer Rifqi Fuad, gitaris Richard Emanuel, dan bassist Doni Garna, Stereocase hadir dengan membawakan total lima lagu, dimana empat diantaranya adalah lagu mereka sendiri dan satu cover version dari single kepunyaan Led Zeppelin, “Ramble On” yang diaransemen dengan gaya poprock dan sedikit sentuhan funk khas Stereocase.
Penampilan enerjik dari keempat punggawa yang kerapkali membawakan lagu-lagu Incubus dan Sting saat live ini membuktikan bahwa mereka tidak boleh dianggap remeh. Meskipun tergolong baru, di sepanjang penampilan band ini cukup membuat seisi ruangan berdecak kagum dengan lagu-lagu yang mereka bawakan.
Release Party kemudian dilanjutkan dengan penampilan band yang terbentuk di tahun 2006 lewat film garapan Mira Lesmana yang bertajuk sama dengan nama band ini, Garasi. Malam itu gitaris Fedi Nuril, drummer Aries Budiman, bassist Wembri Arlistha, dan vokalis Higin Ayuga langsung menggeber aksi panggung dengan lima lagu yang berasal dari album ketiga mereka, Kembali.
Sejumlah lagu seperti “Amarah”, “Lupakan Aku”, “Hidup Hanya Sekali”, “Kembali”, dan “Hilang” sukses menghipnotis penonton yang kemudian memberikan tepukan tangan paling meriah setelah lagu andalan “Hilang” dibawakan.
Dan akhirnya, penampilan pamungkas malam itu pun hadir. Brutal yang beranggotakan Netral formasi lawas langsung menggebrak dengan lagu pertama mereka, “Semau Gue”. Lagu tempo cepat yang memiliki sedikit sentuhan elektronik di sana-sini itu dibawakan oleh Bagus dan Bimo yang dibantu oleh tiga additional player.
Entah kemana perginya gitaris Miten pada saat itu. Yang jelas, personil Brutal yang juga mantan personil Netral di era formasi awal ini baru naik ke atas panggung saat lagu “Pelor” dimainkan. Lagu yang diambil dari album Netral di tahun 1997, “Tidak Enak” segera disambut sorak-sorai penonton yang datang pada malam itu.
Tanpa disangka, setelah melantunkan “Pelor”, Bagus Dhanar Dana cs langsung meninggalkan panggung. “Aksi nekat” itu pun dicegah penonton yang merasa belum puas dengan meneriakkan : “Lagi..lagi..lagi…!!”
Tak mau mengecewakan penonton dengan hanya menampilkan satu lagu lawas Netral, Brutal pun kembali naik ke atas panggung dengan encore satu lagu lawas Netral lainnya, “Walaah”. Lagu yang menjadi lagu paling diminta sejak pertama kali Bagus cs menginjakkan kaki di atas panggung ini langsung membuat seisi ruangan bernyanyi dan berjingkrak seolah-olah mereka menikmati aksi panggung Netral di medio sembilan puluhan.
Singkat kata, Release Party edisi Februari 2012 benar-benar mengobati kerinduan para penonton yang menunggu formasi Netral lawas yang kini berwujud Brutal.
(RS/RS)
Artikel Lain
Hasil Rating Pembaca:
Kirim komentar anda:
Beri komentar sebagai Guest:



Sending your message





