Jumat, 27/01/2012 14:09 WIB
CD Review: Dead Vertical
Perang Neraka Bumi / Rottrevore Records
Grindcore terbaik ibukota mulai memanjangkan durasi lagu
Oleh: Ricky Siahaan
Dalam sebuah wawancara, Boy, vokalis Dead Vertical, mengatakan bahwa bandnya ingin supaya tidak terkekang oleh restriksi apapun dalam bermain musik. Grindcore seharusnya bebas berekspresi. Dan ia telak membuktikannya di album ketiga band mereka.
Perang Neraka Bumi merupakan sebuah album grindcore berkonsep dan masih mengusung tema kebebasan, dalam artian Dead Vertical menolak tunduk pada seperti apa ekspektasi mayoritas terhadap seperti apa Grindcore seharusnya berbunyi. Begitu banyak progres yang mereka hasilkan dari album terakhir mereka, membuat album ini merupakan usaha sukses yang memiliki potensi internasional. Semua lirik secara menarik dibuat menceritakan tentang perang dunia kedua dan ditulis dalam bahasa Indonesia. Dari mulai lagu pertama “Selamat Datang ke Pantai Neraka” tentang peristiwa
D-Day di pantai Normandia, hingga lagu terakhir “Benteng Terakhir”. Satu-satunya tembang berbahasa Inggris adalah sebuah
cover version dari nomor Terrorizer, sang legenda grindcore yang berjudul “After World Obliteration”, dibawakan dengan apik. Dead Vertical nampak juga ingin berubah dengan membuat satu lagu lebih panjang dari sisi durasi hingga merupakan pembeda dari album lama mereka yang masih berdurasi singkat layaknya lagu beraliran grindcore pada umumnya. Terdengar berbagai unsur seperti Death Metal, crust punk, bahkan groove ala Hardcore di album ini. Sound yang dihasilkan tebal dengan suara gitar berat dan juga bunyi bas dan drums yang menggerinda, merupakan jaminan aman kenikmatan musik cadas tingkat tinggi. Yang tidak bisa dijamin adalah keamanan gendang telinga pendengarnya.
(RS/RS)