Selasa, 24/01/2012 13:37 WIB
Live Review: 4 Peniti
18 Januari 2011. Auditorium CCF, Bandung.
Konser band asal Bandung dengan kemampuan improvisasi musikal menawan.
4 Peniti saat berkonser di Bandung. (Foto: Idhar Resmadi)
Band indie asal Bandung 4 Peniti sukses menunjukkan kemampuan bermusiknya yang fantastis dalam konser tunggalnya di Auditorium CCF Bandung, Rabu (18/1) lalu. Memang yang membuat saya terkagum dengan konser 4 Peniti ini karena kemampuan bermusik mereka yang di atas rata-rata karena hampir sepanjang pertunjukan kerap menampilkan kemampuan improvisasi menawan.
Kemampuan musikalitas itu muncul jika bukan karena bakat tentu karena pendidikan musik yang intens. Nilai plus lainnya, kelihaian Zaky (vokal) dalam berkomunikasi dengan penonton sehingga konser sangatlah intim dan bersahabat.
Band yang mengambil nama dari plesetan musisi jazz Pat Metheny ini berdiri sejak 2002 dan terdiri dari Zaky (vokal dan gitar), Ari (drum), Rudy (bass) dan Ammy (biola) .
Kemampuan 4 Peniti memadukan berbagai genre dalam suatu alunan nada yang harmonis, mulai dari musik pop, jazz, balada, bahkan keroncong sekalipun mengundang decak kagum. Selain itu, jangan lupakan, sepanjang konser penonton disuguhkan permainan improvisasi yang menghiasi di hampir semua lagunya.
Untuk alasan itu tentu tidak mudah menebak atau memasukkan musik 4 Peniti dalam satu kategori tertentu. Mereka mendeskripsikan musik mereka sebagai “connecting logaritma dekonstruktif” dengan sentuhan live jamming. Rumit memang, karena musikalitas 4 Peniti sangat menarik justru jika ditonton secara live.
“Senang sekali tampil di hadapan penonton yang memadati CCF ini yah. Bikin intim nih tempatnya, atau mau lebih luas kita konser di Gasibu aja kali yah,” canda Zaky mencairkan suasana kepada penonton yang memadati Auditorium CCF setelah menggebarkan dengan dua lagu awal, “Menari Bumi” dan “Lagu Bagus”.
Kemampuan improvisasi 4 Peniti yang mumpuni seperti ditampilkan pada lagu “Tiada” yang menampilkan kemampuan indah permainan biola Ammy. Biola itu tak hanya digesek sedemikian rupa, suara biola dihasilkan bersama efek looping berlapis menampilkan dekonstruksi musik pop yang menawan.
Kemudian pada lagu “Dihadapanmu (Aku Kecil)” merupakan lagu balada yang dihasilkan dari petikan indah gitar Zaky dengan vokal lirih dan redup, seperti sedikit cahaya yang menaunginya bernyanyi.
“Coba tolong kepada bagian lighting agar lampunya dibikin redup, agar sendu nih nyanyinya,” ujar Zaky.
Konser 4 Peniti ini juga bertepatan dengan ulang tahun Ari (drum) sehari sebelumnya. Sehingga di tengah permainan lagu “Semua Karena Kau” dinyanyikan lagu ulang tahun yang disambut koor dan tepuk tangan massal dari penonton. Kemudian Ari pun menampilkan kemampuannya menggebuk drums secara solo. Improvisasi menarik dimainkan seperti pada lagu “Bebek dan Sapi” yang bahkan mesti diulang pada bagian akhirnya, hanya untuk memuaskan anak Zaky yang setia menonton ayahnya di depan bibir panggung.
“Kalau tidak ada suara bebeknya, anak saya suka protes dan marah,” ujar Zaky sambil kemudian mengeluarkan suara “wkwkwkwkwk” mirip bebek.
Suasana konser menjadi semakin menarik ketika lagu “Jalan Ajaib” yang diambil dari album terbaru mereka dimainkan. Musik “Jalan Ajaib” dipenuhi nuansa musik pop dengan sentuhan etnik dan perkusi yang menarik. Namun, di pertengahan lagu tiba-tiba memasukkan lagu “Badminton” karya Benyamin Suaeb. Lagu itu pun memancing penonton untuk bernyanyi bersama-sama, “Badminton di mana-mana/ di kampung dan di kota…”
Improvisasi tak hanya berhenti di situ. Saat lagu “Untung Jadi Buntung” dimainkan, tiba-tiba saja mengalun lagu nasional “Halo-Halo Bandung.” Pada lagu terakhir “Indah Damai”, penonton diajak untuk bernyanyi bersama menyanyikan lagu “Padamu Negeri” yang muncul begitu saja di tengah lagu. Selalu saja ada improvisasi dari lagu yang dimainkan 4 Peniti, entah itu memasukkan lagu lain, permainan solo instrumen, atau jamming yang dimainkan. Sehingga jika lagu yang utuhnya berdurasi dibawah lima menit menjadi lebih panjang dan rumit dibanding lagu aslinya dalam versi album.
Rasanya kalau konser ini bertajuk “Latihan Konser 4 Peniti” memang agak mendekati kenyataan. Suasananya memang bak dalam sebuah studio latihan. Band tanpa canggung untuk berimprovisasi, jamming, dan keluar dari skenario konser.
(RS/RS)
Kirim komentar anda:
Beri komentar sebagai Guest:



Sending your message





