Jumat, 20/01/2012 12:51 WIB
Live Review: Simple Plan
Convention Hall Grand City, Surabaya. 18 Januari 2012.
Konser kedua tur Simple Plan di Indonesia sekaligus yang pertama di Surabaya.
Simple Plan saat tampil di Surabaya (Foto: Prima Kirtti Utomo)
Terhitung hanya sekitar lima baris penonton yang hadir di masing-masing kelas festival ketika Simple Plan muncul dengan lagu pembuka “Shut Up” Rabu (18/1) malam lalu. “Untuk di Surabaya, saya belum dapat memastikan jumlah pastinya. Yang jelas sekitar 1600-an penonton ,” jelas Eddy Purnomo, Production Director Big Daddy Live Concerts ketika ditanya mengenai jumlah penonton yang hadir.
Memang, para penonton yang hadir di konser ini merupakan penggemar Simple Plan sesungguhnya. Terlihat dari atribut kaus yang mereka kenakan secara kompak serta kefasihan dalam menyanyikan bait demi bait lagu-lagu yang dimainkan Simple Plan. Meskipun jumlah mereka tidak sampai memadati Convention Hall Grand City Surabaya, namun antusiasme yang mereka perlihatkan menunjukkan betapa berartinya konser yang digelar Promotor Big Daddy tadi malam.
Konser pun dibuka dengan penampilan band ibukota, Kotak yang hadir optimal membawakan single-single hits mereka seperti “Terbang”, “Tinggalkan Saja”, “Pelan-Pelan Saja”, “Beraksi”,dan “Tendangan dari Langit”. Teriakan dan kepalan tiga jari dari penonton menyambut penampilan Tantri (vokal), Cela (gitar), dan Chua (bass) yang hadir selama tiga puluh menit.
Usai penampilan Kotak dan jeda konser selama tiga puluh menit, yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Vokalis Pierre Bouvier, gitaris utama Jeff Stinco, gitaris Sebastien Lefebvre, bassist David Desrosiers dan drummer Chuck Comeau akhirnya muncul dari belakang panggung yang ditutupi oleh kain hitam sebagai backdrop sekaligus layar bagi visualisasi panggung.
Kawanan pop-punk asal Montreal, Quebec, Kanada ini langsung membakar semangat penonton dengan tiga lagu pembuka yang secara simbolis mengajak penonton diam, mengangkat tangan ke atas, lalu berjingkrak dalam pesta meriah Simple Plan malam itu. Ketiga lagu itu adalah “Shut Up”, “Can’t Keep My Hand Up Off You”, dan “Jump”.
“Halo Surabaya! Terima kasih, matur suwon!” teriak Pierre Bouvier dari atas panggung melihat antusiasme para penonton setelah tiga lagu pertama dilantunkan. Entah seberapa keras Pierre berlatih melafalkan kata-kata itu di belakang panggung. Yang jelas vokalis yang masih memiliki keinginan bandnya berkolaborasi dengan Pink ini berkali-kali mengucapkan,”Terima kasih, matur suwon!” setelah lagu selesai.
Bahkan Pierre sempat membuat penonton berteriak histeris ketika ia melafalkan “wani piro?” saat penonton meminta Simple Plan melantunkan lagu "Perfect." Teriakan penonton pun lantas dibalas Pierre dengan segera memainkan gitar akustiknya dan mulai memainkan kunci-kunci lagu yang berada di album No Pads, No Helmets... Just Balls itu.
Total sembilan belas lagu dibawa Simple Plan tadi malam. Meskipun jumlah penonton tidak membludak, namun mereka yang hanya berjumlah lima baris di tiap kelas festivalnya ini sungguh sangat terhibur menikmati kedatangan Simple Plan yang pertama di kota Pahlawan.
Bahkan lima orang kawanan yang mengaku berasal dari kota asal Simple Plan, Montreal, Quebec, Kanada sempat membentuk ular-ularan dan berjalan menerobos kerumunan penonton di depan mereka. “It’s very fun. The band really rockin’ us tonight, We feel like home,” ujar salah satu dari mereka.
(RS/RS)



Sending your message
Dear iklik,
Terima kasih atas ralatnya, kesalahan telah diperbaiki.






