Kamis, 12/01/2012 21:48 WIB

Rakyat Jakarta Cinta Foster the People

Sukses memuaskan penonton di Jakarta walau baru punya satu album.
Oleh: Hasief Ardiasyah
Share :   
image
Foster the People (Foto: 3 Ocean Live)
Jakarta - Beberapa jam sebelum Foster the People dijadwalkan tampil di Tennis Indoor Senayan, Jakarta pada Rabu 11 Januari malam, penonton sudah tampak mengantri sejak sore.

Pemandangan ini cukup mengejutkan, mengingat grup indie rock asal Los Angeles, Amerika Serikat tersebut bisa dibilang pendatang baru yang sejauh ini menghasilkan satu album saja, dan harga tiket untuk konser mereka juga relatif mahal, yakni antara Rp 390.000 hingga Rp 979.000.

Harga ini adalah “berdasarkan prestasi”, menurut Fadli Wardana, pimpinan 3 Ocean Live selaku pihak penyelenggara konser bersama OZ Radio, Future 10 dan Magnum, yang menyebutkan kesuksesan “Pumped Up Kicks” di berbagai tangga lagu mancanegara dan dua nominasi Grammy Awards yang diterima Foster the People sebagai pertimbangan.

Saat penonton sudah memadati kelas festival lantai gedung Tennis Indoor, antusiasme mereka menunjukkan bahwa harga tidak terlalu menjadi persoalan. Begitu Foster the People – yang beranggotakan vokalis Mark Foster, drummer Mark “Ponci” Pontius dan bassis Jacob “Cubbie” Fink, serta musisi tambahan Sean Cimino pada gitar dan Isom Innis pada keyboard dan perkusi – melangkah ke atas panggung dan mengawali pertunjukan dengan “Houdini”, terdengarlah suara jeritan memekakkan dari sekitar 3000 penonton yang kebanyakan berusia remaja.

Formasi berlima membuat musik pop ringan yang terdapat di album Torches terasa lebih bertenaga, apalagi dengan Innis yang rajin memukul floor tom seperti orang kesetanan. Aransemen dibuat lebih hidup dan memungkinkan interaksi penonton, seperti pada “Miss You” yang menonjolkan hentakan perkusi sebelum berhenti dan memberi ruang bagi penonton untuk menyanyikan “I really miss you, I miss you, I said” pada bagian refrain.

Mengingat latar belakang Foster yang pernah bekerja sebagai pencipta jingle untuk iklan, tak heran jika lagu-lagu yang digubahnya untuk Foster the People mudah untuk diserap telinga. Sepanjang konser, massa penonton ikut menyanyikan hampir semua lagu, yang membuktikan bahwa album Torches tak sekadar berisi “Pumped Up Kicks” ditambah sederet tembang yang mudah terlupakan.

Foster pun tampil atraktif sebagai frontman yang banyak bergerak di atas panggung, dan sekali-sekali berjalan mundur bagaikan anak kecil yang mencoba meniru gaya moonwalking-nya Michael Jackson. Sebagai vokalisnya, suaranya yang sengau mengingatkan pada versi yunior dari Adam Levine, terutama pada lagu balada “Ruby” yang hanya menampilkan trio inti Foster, Fink dan Pontius pada piano, bass dan drum.

Selain beberapa kali memuji penonton atas kehangatannya, Foster juga memberi penghormatan bagi Rivers Cuomo, salah satu musisi idolanya. Foster bercerita tentang pertemuannya dengan Cuomo sembilan tahun lalu, ketika Foster masih remaja dan baru pindah ke kota L.A., suatu hal yang membuatnya tersanjung ketika mengetahui Cuomo bersama bandnya, Weezer, membawakan “Pumped Up Kicks” saat konser beberapa bulan lalu.

Maka Foster the People pun memainkan “Say It Ain’t So” milik Weezer, yang kurang diketahui penggemar yang belum lahir ketika lagu tersebut pertama kali keluar di tahun 1994, tapi membuat senang penonton yang lebih dewasa, terutama seseorang pemakai kaus Weezer yang berhasil membujuk untuk membawakan lagu itu di Jakarta, sebagaimana diceritakan Foster.

Secara keseluruhan Foster the People membawakan 13 lagu, yang terdiri dari seluruh isi Torches, ditambah “Broken Jaw” dan “Ruby” yang tak masuk album, plus “Say It Ain’t So”. “Pumped Up Kicks” disimpan sebagai lagu terakhir, sebuah langkah yang dapat ditebak tanpa mengurangi euforia saat lagu itu akhirnya dibawakan dengan versi yang lebih panjang dan perubahan menjadi dance music di pertengahan lagu.

Menjelang akhir lagu, Foster pun turun ke barikade penonton dan berdiri di atasnya, sambil mengagumi pemandangan ribuan penonton dari belahan dunia yang berbeda ikut menyanyikan lagu ciptaannya.

“Thank you so much for tonight. You guys are one of the best crowds we’ve ever played for,” kata Foster dengan terharu, sebelum lagu dimulai.

“One of the most generous crowds, one of the most loving people in all the places we’ve been. You welcomed us with open arms. Thank you so much,” imbuhnya.

Penonton memang bayar mahal untuk menghadiri konser Foster the People, tapi momen-momen seperti itu tak bisa dibeli dengan uang.

(RS/RS)

Hasil Rating Pembaca:  icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full
Form Rating

Rating :

icon_star_full   icon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full  

Share:

Komentar terkini (0 Komentar)
1

Kirim komentar anda:

Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
logo_detikhot 
Kamis, 23 Oktober 2014 11:58 WIB

Rilis Lebih Cepat dari Jadwal, Ini Album Terbaru Rancid

Rilis Lebih Cepat dari Jadwal, Ini Album Terbaru Rancid
Grup punk 90-an, Rancid masih terus aktif memproduksi karya-karya barunya. Bulan ini, Rancid merilis album ke-8 yang..
 
Rabu, 22/10/2014 21:27 WIB

12 dari 17 Lagu di Album Terbaru Gaeko Gagal Lolos Sensor

Salah satu anggota duo rapper populer Korea Selatan, Dynamic Duo, Gaeko pekan lalu baru saja merilis album .....
 

Incoming

Rabu, 03/09/2014 11:55 WIB

Incoming: Gilbert Pohan: Penyanyi, Pencipta Lagu, Pendatang Baru, Pekerja Keras

Gilbert Pohan, penyanyi dan pencipta lagu pendatang baru yang berada di bawah naungan Musik Bagus Indonesia selaku platform..

Music Biz

Kamis, 14/08/2014 19:30 WIB

Jumat Akan Jadi Hari Rilis Musik Global

Setidaknya mulai setahun dari sekarang – sekitar Juli tahun depan – sebuah peraturan yang mengatur hari perilisan..

Q & A

Rabu, 01/10/2014 18:32 WIB

Q&A: Jack Antonoff (fun.,Bleachers)

"Saya sedang mencerna kenyataan bahwa saya yang membuat album ini,” kata Jack Antonoff. “Pada awalnya, ini terasa..