Rabu, 30/11/2011 13:50 WIB
Movie Review: Arisan! 2
Cut Mini, Tora Sudiro, Aida Nurmala, Rachel Maryam, Surya Saputra. Sutradara: Nia Dinata
Sekuel yang tak mengecewakan
Oleh: Soleh Solihun
Ini sekuel dari film
Arisan! (2003) yang menuai banyak pujian. Delapan tahun sejak kisah di film pertama, diceritakan para karakternya mengalami banyak perubahan. Pasangan gay Sakti (Tora Sudiro) dan Nino (Surya Saputra) sudah berpisah dan punya pasangan masing-masing -- Sakti dengan Gerry pria setengah baya yang dimainkan Pong Hardjatmo dan Nino dengan Octa seorang pria umur dua puluhan yang manja (bagaimana Octa digambarkan sebagai banci
update status di
Twitter tentu jadi hiburan tersendiri dan sangat kontekstual) dan dimainkan dengan baik oleh Rio Dewanto. Lita (Rachel Maryam) sepupu Sakti dari Medan yang pernah dijodohkan dengan Sakti kini sudah tinggal di Jakarta. Andien (Aida Nurmala) sang sosialita Jakarta kini ditinggal mati suaminya dan harus tetap berjuang supaya masih bisa eksis di pergaulan. Meimei (Cut Mini) adalah wanita karir setelah bercerai menghadapi persoalan hidup lain yang lebih berat. Semua karakter di
Arisan! 2 akhirnya disatukan oleh kisah Meimei. Setelah mendapat cobaan hidup karena penyakit yang menggerogotinya akhirnya Meimei malah bisa lebih mensyukuri dan menikmati yang ada sehingga ia malah menikmati kehidupan di pulau. Jika dibandingkan dengan film yang pertama, cerita di sekuel ini jadi tak terlalu mengejutkan: orang sudah tak aneh lagi dengan tema hubungan sesama jenis yang muncul di film lokal (efek kejutnya tak seperti ketika muncul di film pertama), begitu pula dengan tema kehidupan sosialita ibu kota. Tapi yang saya suka adalah bagaimana film ini menawarkan kita untuk mensyukuri hidup. Di adegan ketika Meimei berbicara dengan bartender yang terkena kanker, si bartender malah mensyukuri dirinya yang tahu berapa sisa waktunya di dunia karena orang sehat malah tak tahu berapa lagi sisanya. Kisah hiruk pikuk teman-teman Meimei dengan persoalan dunianya (mulai dari mengencangkan kulit wajah yang makin mengendur, mengatur pesta yang meriah, hingga persoalan kisah asmara) dibenturkan dengan kisah Meimei yang hanya ingin menghabiskan waktu dengan berenang dan bersenang-senang menikmati suasana pulau. Tiga karakter yang sangat menghibur dan membuat film ini lebih menyenangkan adalah Rachel Maryam dengan logat Bataknya, Rio Dewanto dengan kemayunya, dan Sarah Sechan (sebagai Dr. Joy yang membantu mengencangkan kulit wajah) dengan kekonyolannya.
(RS/RS)