Jumat, 30/09/2011 15:17 WIB
icon_star_full icon_star_full icon_star_full icon_star_off icon_star_off

Movie Review: Captain America

Chris Evans, Hugo Weaving, Stanley Tucci Sutradara: Joe Johnston

Selalu ada titik cerah untuk mereka yang pernah di-bully
Oleh: Soleh Solihun
Share :   
image
Tekad Steve Rogers (Chris Evans) untuk menjadi tentara Amerika sudah bulat. Saking besar keinginannya, dia berkali-kali mendaftar dengan data yang berbeda dan selalu gagal. Suatu hari,  ilmuwan Dr. Abraham Erskine (Stanley Tucci) terpikat dengan semangatnya sehingga meloloskan dia padahal badannya kurus kering. Diam-diam, Erskine sedang menyiapkan proyek tentara super untuk Amerika Serikat. Rogers yang kurus kering dan sering jadi korban bully namun pemberani akhirnya dipilih untuk jadi bahan eksperimen yang ternyata berhasil membuatnya jadi kekar tinggi besar serta kekuatannya meningkat ratusan kali lipat. Setelah aksi heroiknya menarik perhatian publik, pihak tentara malah menjadikan dia duta supaya penjualan obligasi meningkat demi biaya perang.  Captain America dipuja sipil tapi dicemooh tentara, hingga satu hari dia menyelamatkan para tentara yang ditawan oleh Johann Schmidt (Hugo Weaving), pemimpin tentara Jerman di Divisi Hydra (para penggemar kisah Nazi dan teori yang mengatakan bahwa Nazi lekat dengan teknologi alien akan cukup dibuat senang). Yang paling menarik dari film ini adalah bagaimana perubahan Rogers dari bocah kurus kering menjadi kekar. Anda akan dibuat kagum melihat mereka dengan mulusnya menampilkan Chris Evans versi kurus kering. Hugo Weaving selalu sukses memainkan tokoh bengis meski tak sekuat di Matrix. Captain America menyajikan kisah kepahlawanan yang klasik: from zero to hero. Bocah korban bully yang berubah jadi pahlawan dan menyelamatkan dunia. Para penggemar fanatik mungkin akan kecewa dengan bagaimana peran Bucky, sahabat Rogers, tak ditampilkan dengan signifikan di film ini, padahal di cerita komik persahabatan mereka sangat kuat. Yang juga saya suka dari film ini adalah bahwa meskipun film ini menjual nama Amerika, tak ada adegan klise seorang pahlawan berdiri dengan gagah di bendera Amerika yang berkibar sehingga terlihat menggelikan. Meski suguhan adegan aksi di sini tak terlalu membuat rahang menganga, aksi Captain America menghajar musuh-musuhnya cukup memuaskan mata. Dan sialnya, ketika film ini baru jadi lebih menarik, cerita sudah berakhir dan membuat saya semakin penasaran dengan film The Avengers.
(RS/RS)

Share:

Kirim komentar anda:

Beri komentar sebagai Guest:

logo_detikhot 
Kamis, 17 Mei 2012 19:03 WIB

Mikirin Konser Lady Gaga yang Terancam Batal, Marissa Nasution Bisa Marah

Mikirin Konser Lady Gaga yang Terancam Batal, Marissa Nasution Bisa Marah
Konser penyanyi Lady Gaga yang terancam batal tak hanya mengecewakan para penggemarnya yang memiliki sebutan Little Monster. Artis Marissa Nasution bahkan bisa marah jika memikirkannya.
 
Rabu, 16 Mei 2012 17:46 WIB

/rif Jadi Raja Sehari di Cikapundung

http://images.detik.com/content/2012/05/16/1093/rif-21.jpg
Salah satu momen khusus di konser ulang tahun /rif ke-18 adalah ketika drummer Magi mencium bibir sang..
 
 

Incoming

Senin, 14 Mei 2012 11:54 WIB

Incoming: VNS (Voiceless N Soulastic)

Dengan menjamurnya grup musik pembawa bendera jazz pop di Indonesia yang seakan tidak ada habisnya, bukan hal aneh jika sejumlah..

Music Biz

Selasa, 28 Februari 2012 14:10 WIB

Music Biz: Akhirnya, Ledakan Konser di Indonesia

Kerusuhan di luar stadion saat konser Metallica digelar oleh promotor AIRO pada 10 April 1993 silam yang membumihanguskan kawasan..

Q & A

Rabu, 02 Mei 2012 09:22 WIB

Q n A: Judika

Tentang single terbaru dan rencana album perdana Mahadewa