Jumat, 30/09/2011 15:12 WIB
icon_star_full icon_star_full icon_star_full icon_star_full icon_star_off

Meraba Indonesia: Ekspedisi

Ahmad Yunus / Serambi

Untuk kita yang ingin tahu seperti apa wajah nusantara sekarang
Oleh: Soleh Solihun
Share :   
image
'Selama hampir satu tahun, dua jurnalis bernama Ahmad Yunus dan Farid Gaban berkeliling Indonesia hanya dengan mengendarai sepeda motor Honda Win 100 CC yang dimodifikasi menjadi motor trail.’ Baru membaca kalimat ini saja sudah terbayang daya tariknya. Pertama, seperti judulnya, mungkin orang akan menganggap dua jurnalis ini gila. Yang lebih gila lagi, mereka benar-benar melaksakanan perjalanan ini hanya berdua, tanpa dukungan finansial yang besar—Farid Gaban menyebutnya dengan perjalanan kere. Yunus dan Gaban tak tidur di hotel, tapi di rumah-rumah penduduk, atau di mushola kecil yang ditemui di perjalanan. Pengeluaran terbesar mereka adalah untuk peralatan dokumentasi (kamera, komputer) dan menyewa peralatan selam. Hasilnya: dari Juni 2009 hingga Juni 2010, setelah mengunjungi kira-kira 80 pulau, mereka menghasilkan lebih dari 10 ribu frame foto dan 70 jam video. Kedua, tak semua orang punya waktu dan kesempatan untuk berkeliling Indonesia dan mencari tahu seperti apa wajah nusantara. Yunus, pernah bekerja untuk majalah Pantau dan menjadi kontributor tetap majalah Playboy Indonesia—keduanya menjadi wadah untuk gaya penulisan jurnalisme sastrawi—menceritakan kisahnya dengan narasi yang menarik, deskriptif, tapi lugas alias mudah dimengerti. Membaca tulisan Yunus, saya seakan-akan ada bersama dia sepanjang perjalan-an, merasakan apa yang dia rasakan, melihat apa yang dia lihat. Tak hanya keindahan alam Indonesia yang diceritakan Yunus, tapi juga kebobrokannya. Misalnya soal perompak di Selat Malaka yang ternyata bukan para penjahat melainkan aparat. Atau betapa pembangunan belum merata di seluruh Indonesia. Yunus bercerita soal Indonesia dari sisi rakyat kecil, dari berbagai karakter yang dia temui di sepanjang jalan, membuat buku ini kaya cerita. Kekuatan utama buku ini, dibanding buku perjalan-an atau buku tentang kekayaan alam Indonesia, adalah tulisan Yunus. Dan jika itu belum cukup, buku ini memberi bonus berupa DVD dokumenter perjalanan mereka sehingga menambah lagi ribuan kata untuk Anda.  Seperti judulnya, buku ini hanya meraba, jadi meski perjalanannya dari Sabang sampai Merauke, mereka belum menceritakan seluruh penjuru nusantara. Tapi meraba saja sudah cukup bagi kita yang mungkin sudah lupa betapa kayanya nusantara.
(RS/RS)

Share:

Kirim komentar anda:

Beri komentar sebagai Guest:

logo_detikhot 
Kamis, 17 Mei 2012 19:03 WIB

Mikirin Konser Lady Gaga yang Terancam Batal, Marissa Nasution Bisa Marah

Mikirin Konser Lady Gaga yang Terancam Batal, Marissa Nasution Bisa Marah
Konser penyanyi Lady Gaga yang terancam batal tak hanya mengecewakan para penggemarnya yang memiliki sebutan Little Monster. Artis Marissa Nasution bahkan bisa marah jika memikirkannya.
 
Rabu, 16 Mei 2012 17:46 WIB

/rif Jadi Raja Sehari di Cikapundung

http://images.detik.com/content/2012/05/16/1093/rif-21.jpg
Salah satu momen khusus di konser ulang tahun /rif ke-18 adalah ketika drummer Magi mencium bibir sang..
 
 

Incoming

Senin, 14 Mei 2012 11:54 WIB

Incoming: VNS (Voiceless N Soulastic)

Dengan menjamurnya grup musik pembawa bendera jazz pop di Indonesia yang seakan tidak ada habisnya, bukan hal aneh jika sejumlah..

Music Biz

Selasa, 28 Februari 2012 14:10 WIB

Music Biz: Akhirnya, Ledakan Konser di Indonesia

Kerusuhan di luar stadion saat konser Metallica digelar oleh promotor AIRO pada 10 April 1993 silam yang membumihanguskan kawasan..

Q & A

Rabu, 02 Mei 2012 09:22 WIB

Q n A: Judika

Tentang single terbaru dan rencana album perdana Mahadewa