Selasa, 09/08/2011 11:06 WIB
CD Review: Rajasinga
Rajagnaruk / Revolt Records
Cadas, buas, dan bikin puas
Oleh: Ricky Siahaan
Cover album Rajasinga
Rajagnaruk (atau jika dibalik terbaca: ‘kurang-ajar’) adalah
effort kedua band yang ide bersenang-senang di musiknya adalah gitar berdistorsi tinggi, drum menggerinda, dan aroma asap mariyuana yang semerbak. Kini, Rajasinga telah mencapai format sempurnanya melalui Rajagnaruk, musik grindcore (atau grindrock?) mereka buat mampu untuk menjadi soundtrack pesta musik keras, di mana kini lirik-lirik menjadi seru untuk dinyanyikan bersama teman-teman. Tembang pertama “Anak Haram Ibukota” adalah contohnya. Di sini Rajasinga dengan cerdas melebur aliran grindcore dengan rock & roll, menjadi sesuatu yang segar. Pendekatan bernyanyi juga tidak seperti tipikal vokal grindcore yang hanya mengandalkan growl rendah maupun
scream tinggi. Kali ini Rajasinga sukses membawa suasana pesta, dengan selipan
sing along di departemen vokal. Bukan hal yang mudah dilakukan dalam musik yang megapadat dan ultrabrutal. Belum lagi bila liriknya ditilik, Rajagnaruk mampu dinobatkan sebagai album grind lokal dengan lirik terbaik. Menggabungkan tema keseharian, dengan kata-kata yang mudah dicerna namun cerdas secara rima dan penuturan. “Kokang Batang” bercerita tentang kebiasaan mengunduh bahan porno, “99% THC, 1 % skill” merupakan
anthem penyemangat dengan lirik seperti “Kamar kami kecil, dunia kami luas/Kami memang seram, tapi tidak suram/Kami memang susah, tapi tidak payah.” Desain sampul CD yang apik juga menunjukkan kemampuan Moorg sang vokalis dalam menghasilkan ilustrasi canggih. Juga menunjukkan bahwa estetika tinggi yang dipaparkan bukan hanya dari segi musik dan rekamannya, namun juga harus bisa menghibur dari visual benda fisik yang ditawarkan.
Effort ini membuat Rajagnaruk menjadi unik, tidak biasa, dan calon menjadi abadi. Rajasinga siap jadi raja.
(RS/RS)