Senin, 02/05/2011 18:05 WIB

Gerd Leonhard: Masa Depan Musik Ada di Tangan Negara Berkembang Seperti Indonesia

Gerd Leonhard juga menganggap bahwa musnahnya bisnis dengan hanya berjualan musik secara fisik merupakan berita baik

Oleh: Reno Nismara
Share :   
image
Suasana seminar (Foto: Adib Hidayat)
Jakarta - Gerd Leonhard, seorang media futurist, blogger, penulis, pembicara, dan ahli strategi asal Jerman, pada Senin (2/5) pagi memberikan sebuah seminar mengenai musik digital di Aula Grha Citra Caraka, markas PT Telkom Indonesia, dalam sebuah acara bertajuk Speedy Music Unlimited: Towards the Fortune of Indonesian Music Unlimited 2020.Gerd Leonhard juga menganggap bahwa musnahnya bisnis dengan hanya berjualan musik secara fisik merupakan berita baik.

Gerd Leonhard, seorang media futurist, blogger, penulis, pembicara, dan ahli strategi asal Jerman, pada Senin (2/5) pagi memberikan sebuah seminar mengenai musik digital di Aula Grha Citra Caraka, markas PT Telkom Indonesia, dalam sebuah acara bertajuk Speedy Music Unlimited: Towards the Fortune of Indonesian Music Unlimited 2020.

Pada seminarnya, pria kelahiran tahun 1961 ini mengucapkan banyak data statistik dan poin-poin penting yang menunjukkan bahwa masa depan musik ada di tangan negara berkembang seperti Indonesia. “Masa depan musik bukan terletak di tangan negara-negara besar di Eropa dan Amerika, tapi di negara berkembang seperti Indonesia. Apalagi Indonesia memiliki pengguna teknologi dan media sosial yang sangat besar. Jika Anda tidak memiliki fungsi sosial, musik akan mati. Lagipula dengan teknologi, mereka dapat berinteraksi dengan berbagai macam produk secara langsung, perusahaan malah kehilangan kendali,” ujar Leonhard yang telah merilis lima buah buku dan mengedarkannya secara gratis ini.

Mengenai pembajakan, Leonhard menyatakan bahwa copy protection adalah hal yang tak berguna. “Copy protection is useless. Digital Rights Management (DRM) akan menjauhkan pembeli, bukan pembajakan,” imbuhnya lagi di hadapan ratusan hadirin yang tersebar rapi di Aula Grha Citra Caraka.

Selain itu, mantan komposer dan produser yang sempat meraih Quincy Jones Awards pada tahun 1985 saat berkuliah di Berklee College of Music ini juga mengemukakan bahwa walaupun penjualan musik secara fisik sedang berada di titik terendah, musik itu lebih besar dari sebelum-sebelumnya. “Bisnis dengan hanya menjual musik secara fisik telah musnah, dan itu adalah berita baik. Jangan takut, music is bigger than ever before. Penjualan CD menurun drastis dalam 10 tahun belakangan ini bukan karena orang-orang tidak menyukai musik, atau membenci band-bandnya, tapi karena dalam era yang semuanya serba mobile ini, orang-orang mengincar cara lebih praktis. It’s not important to own things, but how to get it.”

Pada seminarnya tersebut, Leonhard juga memberikan kiat-kiat bagaimana caranya melawan barang-barang yang dijual gratis di Internet, yaitu dengan menawarkan interface yang lebih baik, ramah dan saling berhubungan, tools yang lebih baik, harga yang adil dan menarik, kontekstual dan tepat waktu, serta menyenangkan.

Leonhard juga kerap kali menyebut kata “gotong royong” karena menurutnya kepercayaan dan ecosystem, bukan egosystem yang akan melambungkan musik. Acara yang dihadiri oleh beberapa orang penting dalam industri musik ini, beberapa di antaranya Piyu, Adrie Subono, dan Tompi, serta bos-bos besar PT Telkom Indonesia, termasuk Direktur Utama Rinaldi Firmansyah, juga menandakan diluncurkan Speedy Music Unlimited, sebuah layanan musik digital tanpa batas persembahan PT Telkom Indonesia yang memberikan kemudahan kepada pelanggan Speedy untuk mengakses www.melon.co.id, sebuah provider konten musik digital, guna mengunduh musik secara tak terbatas dan legal. Serupa dengan sistem “all you can eat” yang terdapat di berbagai restoran.

Penampilan dari Indah Dewi Pertiwi, Killing Me Inside, The Hippies, dan beberapa nama terkemuka lainnya juga turut meramaikan acara ini.

(RS/RS)

Hasil Rating Pembaca:   icon_star_full icon_star_full icon_star_full icon_star_full icon_star_off

Rating :

icon_star_full   icon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full  

Share:

Kirim komentar anda:

Beri komentar sebagai Guest:

logo_detikhot 
Kamis, 17 Mei 2012 19:03 WIB

Mikirin Konser Lady Gaga yang Terancam Batal, Marissa Nasution Bisa Marah

Mikirin Konser Lady Gaga yang Terancam Batal, Marissa Nasution Bisa Marah
Konser penyanyi Lady Gaga yang terancam batal tak hanya mengecewakan para penggemarnya yang memiliki sebutan Little Monster. Artis Marissa Nasution bahkan bisa marah jika memikirkannya.
 
Rabu, 16 Mei 2012 17:46 WIB

/rif Jadi Raja Sehari di Cikapundung

http://images.detik.com/content/2012/05/16/1093/rif-21.jpg
Salah satu momen khusus di konser ulang tahun /rif ke-18 adalah ketika drummer Magi mencium bibir sang..
 
 

Incoming

Senin, 14 Mei 2012 11:54 WIB

Incoming: VNS (Voiceless N Soulastic)

Dengan menjamurnya grup musik pembawa bendera jazz pop di Indonesia yang seakan tidak ada habisnya, bukan hal aneh jika sejumlah..

Music Biz

Selasa, 28 Februari 2012 14:10 WIB

Music Biz: Akhirnya, Ledakan Konser di Indonesia

Kerusuhan di luar stadion saat konser Metallica digelar oleh promotor AIRO pada 10 April 1993 silam yang membumihanguskan kawasan..

Q & A

Rabu, 02 Mei 2012 09:22 WIB

Q n A: Judika

Tentang single terbaru dan rencana album perdana Mahadewa