Kamis, 17/03/2011 16:35 WIB

Netral

Oleh: Yarra Aristi
Share :   
image
Netral (Foto: Drigo L. Tobing)
Jakarta - Jika Anda melihat sosok tiga orang personil Netral di televisi atau di atas panggung, kesan pertama yang tertangkap adalah sekumpulan orang yang sangar dan gahar. Namun ketika Anda mencoba untuk berbicara dengan mereka satu persatu, kesan tersebut berangsur-angsur pudar. Sebaliknya, mereka memiliki pribadi yang sangat ramah dan jenaka. Bagus Dhanar Dhana (vokal) contohnya. Di balik tampilannya yang sedikit membuat segan itu, ternyata orangnya sangat ramah dan jahil. Dialah satu-satunya personil inti yang tersisa sampai sekarang. Tahun 1992, Bagus membentuk Netral bersama dengan Gabriel Bimo Sulaksono (Bimo, drum) dan Ricy Dayandani (Miten, gitar) dan disebut-sebut sebagai "band alternatif." Hal ini tidak bisa dipungkiri, karena pada saat itu gejolak musik rock alternative sedang hangat-hangatnya muncul ke permukaan industri musik dunia, termasuk Indonesia. Namun mereka baru bisa merilis album perdana Wa.. Lah di tahun 1995. Lirik mereka yang serampangan dan tanpa basa-basi, dipadukan dengan musik rock yang terkesan ugal-ugalan, membuat Netral langsung memiliki tempatnya sendiri untuk pecinta musik Indonesia.

Mereka pun berhasil membuktikan eksistensi mereka ketika akhirnya diminta untuk tampil di acara Jakarta Pop Alternative Festival, yang diselenggarakan di Parkir Timur Senayan tahun 1996. Di sana, mereka disejajarkan dengan PAS Band, Nugie, Sonic Youth, Foo Fighters, dan Beastie Boys. "Itu salah satu prestasi Netral yang paling membanggakan dan nggak bisa gue lupakan," kenang Bagus. Tidak berhenti di situ saja, Netral selalu menghasilkan karya-karya yang segar mencuri perhatian. Album Tidak Enak kemudian dirilis tahun 1997, sementara Album Minggu Ini dirilis tahun 1998. Jalan mereka sedikit tersendat ketika tahun 1998 Bimo memutuskan untuk keluar. Setelah bekerjasama dengan additional drummer, akhirnya Netral menemukan satu kecocokan dengan Eno Gitara Ryanto €“ seringkali dikenal dengan Eno Gitara. Usianya yang terpaut cukup jauh dengan Bagus ternyata memberikan napas segar tersendiri. "Gue itu sukanya rock-rock lama, sementara Eno seleranya lebih modern walaupun dia suka rock lama juga," cerita Bagus. "Akhirnya otomatis gue jadi meng-update pengetahuan musik Om Bagus, dia sering tanya musik baru apa yang bagus dan band baru apa yang bagus," sambung Eno.

Tahun 1999, Miten memutuskan untuk meneruskan studi ke Amerika Serikat, dan ini tandanya pencarian gitaris harus segera dimulai. Agak lama juga sebelum akhirnya posisi gitar diisi oleh laki-laki berkulit pucat, berpostur tinggi besar bernama Christopher Bollemeyer. Tidak usah susah-susah memanggilnya Chris atau Christo, atau apalah, karena orang ini cukup disapa dengan panggilan singkat Coki. Dahulu Coki sempat tergabung dalam sebuah band pop yang sekarang sudah bergonta-ganti personil. Namun ketika suatu hari ditawari untuk bergabung dengan Netral, dia tidak menolak, "Ternyata gue cocok banget sama Eno dan Bagus. Sama-sama gila, sama-sama jahil. Soal musik pun gue nyambung banget," begitu kenangnya. Namun impresi pertama ketika bertemu seorang "Bagus Netral" ternyata jauh sekali dari dugaan semua orang, "Bayangkan, pertamakali gue ketemu Bagus, dia itu lagi jongkok melongo ke kolong kursi warung. Dia lagi mencari tutup botol soft drink, mau dikumpulin supaya menang sayembara. "Kesan pertama gue €˜kan jadi aneh!" ceritanya seraya tergelak dan menghisap rokoknya.

Bersama dengan Coki, mereka akhirnya merilis album Paten, dilanjutkan dengan Oke Deh (tahun 2001), dan Kancut (tahun 2003). Tahun 2005, mereka merilis dua album dalam satu tahun. Album Hitam yang berkonsep musik keras hanya dijual 7000 keping di tempat-tempat tertentu, yang mana merupakan satu lagi keunikan yang mereka ciptakan. Menyusul album Putih yang dirilis empat bulan kemudian.

Album Hitam dan Putih dengan konsep "keras" dan "lebih lembut" berhasil menghasilkan pendapatan yang tidak bisa dibilang jelek. Lantas tiga sekawan ini tidak hanya berdiam diri memangku kaki saja selepas suksesnya dua album tersebut. Sebaliknya, sekarang ini Netral sedang mempersiapkan album lagi. Masih mengumpulkan materi sebelum akhirnya masuk studio, "Rencananya sih awal atau pertengahan tahun 2007," kata Bagus, "Nuansanya masih Netral banget lah. Benang merahnya masih akan ada." Lantas saya ingin tahu, setelah sekian lama berkarya, sebetulnya album mana yang paling disukainya, "Kalau mau tahu album Netral favorit gue, gue pilih album pertama. Musiknya kaya dan psikedelik. Didengerin sekarang pun masih enak," kata Bagus. Sampai saat ini Netral sudah berhasil merilis delapan album, masih disukai dan memiliki tempatnya sendiri di industri musik Indonesia. Musik yang mereka usung pun masih berjalan di jalur yang mereka ciptakan ketika Bagus mendirikan album ini.Satu prestasi yang membanggakan walaupun mereka tidak harus berkelakuan seperti band lain yang mengagungkan diri sendiri. Tetap Netral, tanpa batasan, dan positif; itulah mereka. "Gue melihat masa depan yang cerah untuk Netral. Bahkan gue bisa membayangkan Netral tetap formasi ini sampai kami bertiga sudah tua," ujar Coki penuh harapan.

Discography

Album "9th" (Kancut Records, 2007)
Album "Putih" (Kancut Records, 2005)
Album "Hitam" (Kancut Records, 2005)
Album "Kancut" (Indo Semar Sakti/ Bulletin Records, 2003)
Album "The Best Of" (Indo Semar Sakti/ Bulletin Records, 2002)
Album "Oke Deh" (Indo Semar Sakti/ Bulletin Records, 2001)
Album "Paten" (Indo Semar Sakti/ Bulletin Records, 1999)
Album "Album Minggu Ini" (Indo Semar Sakti/ Bulletin Records, 1998)
Album "Tidak Enak" (Indo Semar Sakti/ Bulletin Records, 1997)
Album "Wa..lah" (Indo Semar Sakti/ Bulletin Records, 1995)


(RS/RS)

Hasil Rating Pembaca:  icon_star_officon_star_officon_star_officon_star_officon_star_off
Form Rating

Rating :

icon_star_full   icon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full  

Share:

Komentar terkini (0 Komentar)
1

Kirim komentar anda:

Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
logo_detikhot 
Rabu, 03 September 2014 13:13 WIB

Sheila On 7 Sajikan Konsep 'Basic Track' di Album ke-8

Sheila On 7 Sajikan Konsep 'Basic Track' di Album ke-8
Tidak mau menciptakan yang itu-itu saja, kelompok musik asal Yogyakarta Sheila On 7 membuat sebuah terobosan untuk..
 
Rabu, 03/09/2014 12:33 WIB

Yoko Ono Memberikan Penghargaan Bagi Pendiri Majalah Rolling Stone

Istri dari mendiang John Lennon, Yoko Ono telah mengumumkan empat nama yang ia pilih untuk menerima .....
 

Incoming

Rabu, 03/09/2014 11:55 WIB

Incoming: Gilbert Pohan: Penyanyi, Pencipta Lagu, Pendatang Baru, Pekerja Keras

Gilbert Pohan, penyanyi dan pencipta lagu pendatang baru yang berada di bawah naungan Musik Bagus Indonesia selaku platform..

Music Biz

Kamis, 14/08/2014 19:30 WIB

Jumat Akan Jadi Hari Rilis Musik Global

Setidaknya mulai setahun dari sekarang – sekitar Juli tahun depan – sebuah peraturan yang mengatur hari perilisan..

Q & A

Selasa, 02/09/2014 13:45 WIB

Q&A: Hayley Williams (Paramore)

Empat tahun lalu, saat Paramore kehilangan anggota pendirinya Zac dan Josh Farro dalam perpisahan yang sengit di depan umum,..