Selasa, 08/02/2011 18:35 WIB

Konser Muda dan Berani Speaker 1st

Speaker 1st mengajak para penggemarnya menjadi Muda dan Berani dalam konser rilis album terbaru.

Oleh: Idhar Resmadi
Share :   
image
Jakarta -

Speaker 1st akhirnya merilis album mini terbarunya di penghujung akhir tahun 2010 ini. Album bertajuk Muda dan Berani EP yang mereka persembahkan untuk para Speaker People (sebutan fans Speaker 1st) ini resmi diluncurkan pada pekan lalu lalu di Bumi Sangkuriang, Bandung. Konser ini menjadi persembahan untuk para Speaker People yang setia menemani sewindu perjalanan Speaker 1st.

“Kami nggak akan bisa bertahan tanpa dukungan dari kawan-kawan Speaker People. Delapan tahun kami bisa tetap bertahan tentu berkat Speaker People yang menjadi inspirasi kami. Kalian-lah yang ‘Muda dan Berani’,” ujar vokalis Mahattir Alkatiry atau biasa disapa Attir ini di tengah penampilan mereka yang sontak disambut teriakan meriah ratusan Speaker People yang meski tidak begitu banyak namun cukup antusias.

Kamis malam itu meski hujan terus mengguyur dan cuaca dingin cukup menyergap, para penonton tetap setia menanti di luar venue. Bahkan mereka cukup setia meski acara molor sekitar satu jam. Bagi Speaker People, mungkin konser Speaker 1st ini begitu sakralnya. Mereka bahkan terhitung cukup fasih dan lantang bernyanyi sepanjang konser berlangsung.

Untuk “pemanasan,” band pembuka yang didatangkan dari Tangerang The Aftermiles membawa riuh suasana. The Aftermiles yang malam itu digawangi  Eddie Mohammad (gitar) dan Andre Helliono atau biasa disapa Achin (vokalis) ini tampil hanya berdua dan memainkan lagu versi akustik. “Maklum, kami band pekerja. Para personil lainnya juga lagi sibuk bekerja,” tutur Eddie. Konser yang digelar weekdays memang terhitung repot buat musisi paruh waktu. “Tapi yang pasti kita bakalan bersenang-senang malam ini, iya nggak,” lanjut Eddie kepada penonton.

Mereka pun tergolong komunikatif di panggung dengan terus berkomunikasi dengan para penonton yang mayoritas dipenuhi para Speaker People. Hal ini seolah mengantisipasi penampilan sepi The Aftermiles yang notabene hadir berdua di panggung. Kurang lebih lima lagu mereka mainkan malam itu diantaranya, “Motivation”, “ Kids On Riot”, dan salah satu lagu The Libertines “Can’t Stand Me Now”.

Penampilan Speaker 1st yang ditunggu-tunggu pun akhirnya tiba juga saat waktu menginjak pukul sembilan malam. Lagu-lagu “Try Me” dan “Black Coffee” didaulat menjadi medley pembuka. Lagu berikutnya, “Tak Apa Kau Yang Pinta” menjadi lagu yang mengundang koor massal. Maklum saja lagu ini yang melejitkan nama Speaker 1st ke blantika musik Indonesia. Hit single mereka itu diambil dari debut album Whatever You Say yang dirilis major label Sony Music Indonesia pada tahun 2004. Bahkan mereka juga diajak produser Mira Lesmana untuk mengisi soundtrack film Gie.

Kali ini ada yang berbeda dari formasi Speaker 1st. setelah vokalis sebelumnya Reda keluar pada tahun 2006 dan digantikan ex-vokalis Wind Cries Mary, Mahattir Alkatiry, untuk album Muda dan Berani EP ini, sang bassis, Sandy juga keluar. Maka penampilan di panggung kini vokalis Alkatiry didaulat juga menjadi bassis. “Sandy keluar karena dia sudah tidak fokus lagi terhadap band ini. Mungkin kami sudah beda jalur,” ujar Attir kepada saya seusai konser berlangsung.  Sepanjang konser, nuansa musik southern rock dan blues sangat kental dalam sosok Attir, terutama kualitas vokalnya yang kokoh dan prima padahal ia berteriak sambil membetot bass. Salah satu yang paling menarik ketika mereka meng-cover lagu “Like A Rolling Stone” milik Bob Dylan menjadi lebih bertenaga.  

Yang paling unik adalah saat sesi solo gitar, Speaker 1st menunjukan referensi bermusik yang membuat para penonton termenung. Bukan memainkan instrumental musik rock n roll atau blues yang menjadi cetak biru musik mereka, tapi duo gitaris yang juga kembar bak pinang dibelah dua, Beni Barnady dan Boni Barnaby justru memainkan nuansa-nuansa gitar klasik, yang lebih kalem dan terstruktur.

“Ya kami memang menambah referensi-referensi bermusik yang semakin kaya. Musik klasik dan musik rock n roll bisa menjadi satu elemen yang lebih kaya,” ujar Attir yang malam itu memang lebih banyak bicara dibandingkan para personil lainnya.

Sesi berikutnya pun dilanjutkan dengan sesi yang lebih santai yaitu sesi gitar akustik. Attir boleh dibilang seseorang yang multi-talenta. Tak hanya memiliki kualitas vokal prima, atau piawai membetot bass, ia juga cukup fasih memainkan gitar bernuansa blues yang cukup kental. Enam buah  lagu yang dimainkan secara akustik, yaitu “Midnight Blues”, “Monalisa”, “Untuk semua”, “I Hate This Blue”, “ Dia” dan “Ini 2007” pun menjadi nomor-nomor yang mengadem-ayemkan para penonton malam itu.

Selesai dengan sajian akustik, amplifier kembali menggelegar lewat lagu-lagu rock n' roll bercampur southern rock yang kental di lagu “Muda dan Berani”. Tak rame rasanya jika sebuah konser launching album jika tak menghadirkan kejutan-kejutan bagi para penonton yang hadir. Salah satu yang paling menarik yaitu ketika Speaker 1st tampil berkolaborasi dengan Rekty (vokalis The S.I.G.I.T.) dan Eet Sjahranie (gitaris Edane) membawakan satu lagu “It’s A Long Way To The Top (If You Wanna Rock n Roll)” dari AC/DC.

“AC/DC adalah band inspirasi kami, begitupula bisa duet dengan Rekty dan tampil bareng dengan idola saya sejak masa kecil, Eet Sjahranie adalah sesuatu yang membanggakan,” ujar Attir terharu.

Meski beberapa kali mengalami masalah pada kabel dan sound sehingga mengeluarkan suara desis panjang yang cukup menganggu pada beberapa lagu, tapi Attir selalu membela inilah rock n' roll. Terutama dengan kata yang menjadi ajakan para rock-bohemian: “Inilah Rock n Roll, bebaskeun…”


(rlt/rlt)

Hasil Rating Pembaca:   icon_star_off icon_star_off icon_star_off icon_star_off icon_star_off

Rating :

icon_star_full   icon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full  

Share:

Kirim komentar anda:

Beri komentar sebagai Guest:

logo_detikhot 
Kamis, 17 Mei 2012 19:03 WIB

Mikirin Konser Lady Gaga yang Terancam Batal, Marissa Nasution Bisa Marah

Mikirin Konser Lady Gaga yang Terancam Batal, Marissa Nasution Bisa Marah
Konser penyanyi Lady Gaga yang terancam batal tak hanya mengecewakan para penggemarnya yang memiliki sebutan Little Monster. Artis Marissa Nasution bahkan bisa marah jika memikirkannya.
 
Rabu, 16 Mei 2012 17:46 WIB

/rif Jadi Raja Sehari di Cikapundung

http://images.detik.com/content/2012/05/16/1093/rif-21.jpg
Salah satu momen khusus di konser ulang tahun /rif ke-18 adalah ketika drummer Magi mencium bibir sang..
 
 

Incoming

Senin, 14 Mei 2012 11:54 WIB

Incoming: VNS (Voiceless N Soulastic)

Dengan menjamurnya grup musik pembawa bendera jazz pop di Indonesia yang seakan tidak ada habisnya, bukan hal aneh jika sejumlah..

Music Biz

Selasa, 28 Februari 2012 14:10 WIB

Music Biz: Akhirnya, Ledakan Konser di Indonesia

Kerusuhan di luar stadion saat konser Metallica digelar oleh promotor AIRO pada 10 April 1993 silam yang membumihanguskan kawasan..

Q & A

Rabu, 02 Mei 2012 09:22 WIB

Q n A: Judika

Tentang single terbaru dan rencana album perdana Mahadewa