Selasa, 08/02/2011 18:29 WIB

EXCLUSIVE: Vokalis dan Drummer Hengkang, Cokelat Siap Luncurkan Line-up Baru

Vokalis baru eks-finalis Indonesian Idol 2007, Sarah Hadju.
Oleh: Wendi Putranto
Share :   
image
Jakarta -

Setelah bersama selama lebih kurang 14 tahun, merilis 7 album studio dan total menjual jutaan keping album, Cokelat mengalami goncangan terbesar sepanjang sejarah karir bermusik mereka di Indonesia. Namara Surtikanti alias Kikan, vokalis band ini telah menyatakan mundur dari band sejak akhir Maret 2010 silam. Belum lagi kabar ini tersiar di media massa, akhir Juni silam menyusul mundur pula dari band, drummer Cokelat Ervin Syam Ilyas.

Kabar resmi hengkangnya setengah kekuatan Cokelat ini disampaikan langsung untuk pertama kalinya secara eksklusif kepada Rolling Stone oleh bassist sekaligus salah seorang pendiri Cokelat, Ronny Nugroho dan gitaris Edwin Marshal Syarif di Rolling Stone Cafe, Jakarta pada Rabu (14/7) malam.

”OK, kondisi terakhir kini di Cokelat yang tersisa cuma tinggal gue, Edwin dan Ernest. Kikan resigned, sebelumnya kami sempat melakukan workshop untuk lagu baru namun tiba-tiba di tengah jalan, sekitar akhir Maret lalu ia menyatakan mundur dari band. Alasannya, menurut Kikan, ia sudah tidak bisa lagi mengikuti jadwal Cokelat. Kami adalah band yang high tension, setiap minggu jalan terus dan dia merasa keteteran dengan jadwal Cokelat. Kami pun menerima alasannya,” jelas Ronny panjang lebar.

Kondisi yang sedikit berbeda terjadi pada drummer Ervin Syam Ilyas, Ronny menjelaskan, ”Gue juga sedih karena kami tiba-tiba harus kehilangan Ervin juga.  Pada saat Kikan tidak bergabung lagi, ada sesuatu, ini yang gue rasakan ya, Ervin seperti kurang semangat lagi dengan band ini. Mungkin Ervin merasa semangatnya udah hilang. Terus terang gue nggak bisa mewakili dia untuk berbicara tentang hal ini, karena sebenarnya dia nggak resigned juga,” jelas Ronny mengambang. Ketika ditanya lebih lanjut apakah Ervin mundur atau dipecat dari Cokelat, kedua personel Cokelat ini hanya tersenyum. ”Yang pasti kami berpisah,” jelas Ronny.

Hingga berita ini diturunkan, Kikan dan Ervin saat dihubungi Rolling Stone via short message service serta Twitter untuk memberikan klarifikasinya belum memberikan respon sama sekali. Keduanya tidak membalas permohonan wawancara via telepon yang dikirimkan.

Panggung terakhir Cokelat bersama Kikan dan Ervin terjadi pada hari Minggu (4/7) silam di panggung Jakarta Fair 2010. Saat itu bassist Ronny berhalangan hadir karena tengah sakit demam berdarah dan posisinya digantikan sementara oleh bass technician Cokelat.  

”Menurut gue, it’s about time. Gue melihat sendiri Kikan kewalahan. Kasihan ke dia juga. Secara pertemanan gue kasihan karena banyak banget jadwal yang dengan berat hati harus kami sesuaikan dengan dia. Banyak juga jadwal pribadinya dia juga yang terganggu karena Cokelat. Kacamata yang kami ambil adalah Kikan sebagai single parent, ia ibu dari dua anaknya tercinta. Terlepas dari urusan band ia juga sering cerita ke kami betapa ribetnya menjadi seorang ibu sekaligus vokalis band. Kebetulan gue baru punya anak, baru berumur 11 bulan, jadi gue paham kondisinya. Tapi gue adalah bapak, istri gue masih bisa menjaga anak gue. Sementara Kikan itu hebat, dia harus mengurus anak sambil manggung atau tur sekaligus,” kata Ronny.

”Bagi Cokelat sendiri mundurnya Kikan dan Ervin jelas menjadi sebuah tantangan baru, a new challenge. Konsep yang kami bikin selama ini selalu terpatok oleh sebuah kondisi yang memang, bukan kami sebut sebagai hambatan, namun ada keterbatasan untuk mencapai sesuatu yang lebih. Istilahnya yang keluar dari konsep Cokelat selama ini, ingin yang lebih gokil,” tambah Ronny.

”Dan Cokelat itu bukan hanya Kikan saja. Kami adalah band, kolektif kreatif dari lima orang personel di dalamnya, mulai dari songwriting, arranging, concepting dan semua ide kreatif lainnya terlahir dari kesatuan lima orang ini. Memang ompong tapi kami masih tersisa tiga orang lagi di dalamnya untuk membangun band ini menjadi lebih kuat lagi dari sebelumnya. Apalagi Kikan juga sempat bilang kalau band ini harus jalan terus dan tetap solid seperti sebelumnya,” imbuh Ronny.

Untuk mencari pengganti Kikan, ternyata Cokelat secara diam-diam selama beberapa bulan terakhir ini telah melakukan proses audisi vokalis secara tertutup. Menurut Edwin, proses audisi ini diikuti sekitar 100 orang vokalis yang hampir kesemuanya berdasarkan rekomendasi dari teman-teman mereka. Para pesertanya ada yang datang dari Bali, Yogyakarta, Bandung, Jakarta dan bahkan Surabaya. Bahkan beberapa nama vokalis yang telah cukup eksis di industri sempat mereka ajak untuk jam session di studio.

”Dari 100 orang vokalis yang kami audisi secara underground tersebut akhirnya kami persempit lagi menjadi hanya menjadi 5 orang kandidat, 3 orang kandidat dan terakhir 1 orang kandidat yang kini telah kami pilih sebagai vokalis baru Cokelat,” kata Ronny.

Akhirnya dari audisi super-ketat tersebut yang lolos terpilih sebagai vokalis terbaru Cokelat adalah Sarah Hadju, mantan finalis Indonesian Idol 4 (2007). Sementara untuk posisi drummer hingga kini mereka masih biarkan lowong dan menggunakan additional drummer bernama Otto Pambudi yang juga merupakan drummer band Omelette.

”Secara pribadi gue cukup mengamati sepak terjang Sarah ketika dia ikut di Indonesian Idol karena kebetulan saat itu ia sempat menyanyikan lagu ’Karma’ dan dia keren. Ketika di album kompilasi Indonesian Idol dia juga merekam lagu itu. Tapi sama seperti Ronny, tidak pernah terpikirkan kalau kami akan mendapat vokalis baru dari kontes bakat seperti ini. Tapi ternyata dalam prosesnya ada juga dari ajang mencari bakat lainnya yang ikut di audisi kami. Karena kebetulan gue dan Ernest sekarang punya label akhirnya ketika mencari vokalis baru Cokelat ini gue mengumumkannya bahwa kami sedang mencari penyanyi perempuan untuk diorbitkan. Sampai akhirnya Ernest menemukan Sarah via Twitter, mulai berkomunikasi via Twitter sampai akhirnya ia kami undang langsung ke studio untuk jam session menyanyikan lagu Cokelat dan ia  sangat kaget,” jelas Edwin panjang lebar.

Bersama Sarah Hadju dan Otto Pambudi, Cokelat telah merekam dua single terbaru mereka yang rencananya akan segera rilis dalam waktu dekat. Single bertitel ”Tanpa Rasa” dan ”Yang Berbeda” ini menampilkan Cokelat dalam rasa baru yang sama sekali berbeda dengan lagu-lagu mereka sebelumnya. Karakter vokal Sarah Hadju yang cenderung bluesy membuat orang awam yang mendengar tak akan menyangka bahwa ini adalah Cokelat.

Formasi terakhir Cokelat sekarang ini adalah Sarah Hadju (vokal), Edwin Marshal (gitar), Ronny (bass) dan Ernest Syarif (gitar). Panggung pertama Cokelat bersama vokalis baru ini akan terjadi pada 24 Juli mendatang di Jakarta.
 


(rlt/rlt)

Hasil Rating Pembaca:  icon_star_officon_star_officon_star_officon_star_officon_star_off
Form Rating

Rating :

icon_star_full   icon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full  

Share:

Komentar terkini (0 Komentar)
1

Kirim komentar anda:

Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
logo_detikhot 
Jumat, 25 Juli 2014 19:13 WIB

Nicki Minaj Pamer Bokong di Sampul Lagu Baru

Nicki Minaj Pamer Bokong di Sampul Lagu Baru
Kata seksi sepertinya memang tak bisa dihilangkan dari Nicki Minaj. Nicki kerap tampil superseksi untuk keperluan video..
 
Jumat, 25/07/2014 22:08 WIB

Gitar Hingga Sedan Milik Elvis Presley Akan Dilelang

Sebuah gitar Martin D-28, sedan Cadillac Seville 1976 serta naskah pribadi film pertama Elvis Presley, Love .....
 
 

Incoming

Rabu, 16/07/2014 19:30 WIB

Incoming: RABU: Duo Folk Mistik Pengantar Nuansa Bergidik

Orang-orang menyebut musik mereka mistis dan misterius. Ditambah dengan menggunakan foto taburan kembang ziarah sebagai sampul..

Music Biz

Rabu, 18/06/2014 19:59 WIB

YouTube Akan Hapus Video-video Musik Label Independen?

Situs berbagi video, YouTube dikabarkan akan menghapus video-video musisi yang berasal dari label independen menyusul sengketa..

Q & A

Senin, 21/07/2014 18:10 WIB

Exclusive Q&A: Anton Newcombe (The Brian Jonestown Massacre)

“Keep music evil,” itulah semboyan yang lantang diserukan oleh Anton Newcombe selaku aktor intelektual grup..