Selasa, 08/02/2011 18:09 WIB

Slank Rilis Album Berbahasa Inggris

Oleh: rollingstone
Share :   
image
Jakarta -

Perjanjiannya memang seperti itu. Album ke-19 Slank, atau album perdana yang dirilis di Amerika, baru boleh dirilis di negara lain, satu tahun setelah album itu beredar di Amerika. "Selain itu, ada demand dari penggemar di Indonesia, jadi ya kami rilis bulan ini," kata Kaka, vokalis Slank, di konferensi pers yang digelar di Ruang Serba Guna Trans TV, Jakarta, Senin, 24 Agustus 2009 pukul setengah sepuluh pagi.

Sebelum konferensi pers, Slank tampil live [tanpa lypsinc atau minus one seperti banyak band yang biasa tampil di TV], di acara DeringS, membawakan lagu-lagu hits mereka, serta beberapa lagu dari album terbaru. Di album itu, ada lima lagu lama yang didaur ulang musik dan liriknya, serta lima lagu baru yang dibuat khusus untuk album itu [dengan lirik yang memang diniatkan menjadi lirik bahasa Inggris sejak awal]. Slank merekam album selama satu bulan, sepanjang Juli 2007 di Studio City Sound 4412 Whitsett Ave di Los Angeles, dengan produser Blues Saraceno, mantan gitaris Poison. Dari kira-kira 30 lagu yang diajukan Slank kepada Blues, dia memilih sepuluh lagu untuk direkam.

"Ada beberapa pertimbangan, selain notasi yang tak biasa didengar di Amerika, juga cara penuturan Inggrisnya yang nggak biasa," kata Kaka soal alasan Bruce memilih lagu-lagu itu.

"Rasanya ya beda, tiba-tiba kerja sama bule yang mengarahkan bagaimana cara kami bermain, biasanya kami kerja sendiri, tiba-tiba ada yang ngatur," kata Bimbim, drummer Slank, soal rasanya ada produser.

Sebelum resmi dirilis di Indonesia, album Anthem For The Broken Hearted ini sudah beredar dalam bentuk bajakannya. Untuk menyiasati hal itu, Slank mengadakan gimmick dengan memberi bonus T Shirt. Atau, kalau versi mereka, membeli T Shirt Slank, dengan hadiah CD dan VCD terbaru dari Slank--tiga paket barang itu dibandrol dengan harga Rp 50 ribu. Logo Slank untuk album keluaran Indonesia, diberi warna biru, sedangkan untuk versi Amerika, diberi warna merah. Tak ada alasan apa-apa di balik warna itu. Begitupun dengan dua menara di kanan kiri logo Slank yang menyerupai menara mesjid. "Nggak ada filosofis apa-apanya. Hanya saja, it looks good," kata Kaka.

"Di belakangnya, paling ada huruf-huruf Jawa, sama burung-burung, supaya menggambarkan Slank terbang melintasi benua," tambah Bimbim.

Di siaran persnya, ditulis bahwa melalui album ini, Slank ingin mengucapkan pernyataan penting yaitu diplomasi rock n` roll ala slank.` Mereka ingin meneriakkan dengan jelas mengenai sisi lain kehidupan di Indonesia. Kata Bimbim, lagu "Too Sweet To Forget" sudah sering diputar di pusat perbelanjaan di Amerika-dia tak menyebut kota mana-dan di Disneyland.

"Kami nggak mau menceritakan apa yang terjadi di Indonesia lewat lagu kami. Tapi, bagaimana orang Indonesia membuat lagu seperti ini. Kami mau ngasih tahu bahwa bangsa Indonesia juga punya band kayak gini," kata Kaka.

Teks dan Foto Soleh Solihun


(rlt/rlt)

Hasil Rating Pembaca:  icon_star_officon_star_officon_star_officon_star_officon_star_off
Form Rating

Rating :

icon_star_full   icon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full  

Share:

Komentar terkini (0 Komentar)
1

Kirim komentar anda:

Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
logo_detikhot 
Kamis, 17 April 2014 11:25 WIB

'Supermoder' Foster the People: Refleksi yang Tak Buram Lagi

 'Supermoder' Foster the People: Refleksi yang Tak Buram Lagi
Meskipun fenomena 'Pumped Up Kicks' pada 2011 lalu tak terbantahkan masih membekas hingga saat ini, Mark Foster dan dua..
 
Kamis, 17/04/2014 13:31 WIB

Album Terbaru Maliq & D'Essentials Rilis Mei Mendatang

Hanya satu tahun lebih sedikit sejak diluncurkannya Sriwedari, Maliq & D’Essentials telah mengumumkan .....
 

Incoming

Senin, 07/04/2014 12:41 WIB

Incoming: Matajiwa: Duo Folk Aneh Beramunisi Eksplorasi

“Itu semacam perumpamaan untuk definisi brengsek, tapi kalau brengsek kan masih bisa dipakai dalam hal yang positif. Nah,..

Music Biz

Rabu, 13/11/2013 11:48 WIB

Memangnya Ada Musik Indonesia?

“Memangnya ada musik Indonesia? Memangnya ada kebudayaan Indonesia?” ujar etnomusikolog Rizaldi Siagian ketika saya..

Q & A

Selasa, 01/04/2014 16:37 WIB

Q&A: Rick Ross

Obrolan tentang ganja, wanita, album barunya yang 'klasik' dan rencana evakuasi jika Miami tenggelam.