Selasa, 08/02/2011 17:58 WIB

Prosa Lirik Inspirasi

Oleh: rollingstone
Share :   
image
Jakarta - Bisa jadi, kumpulan lirik ini adalah perwakilan dari diri kita, dari apa yang membentuk diri kita, dari awal mendengarkan musik dan hingga sekarang. Itu gue banget, atau, Anjis, bener banget apa yang dia bi-lang. Atau sejenis itu. Perasaan yang sangat sederhana, tapi toh selalu berhasil.


Saya tidak akan bilang kalau semua orang tahu, tapi memang banyak orang tahu kalau musik bisa menjadi senjata, sementara amunisinya adalah lirik. Lirik yang baik menurut saya adalah lirik yang meng-inspirasi, li-rik yang passionate, lirik yang mewakilkan sesuatu yang krusial, yang membantu pendengar melewati masa sulit dalam hidupnya. Seperti yang saya bilang, menjadi soundtrack hidup seseorang. Hanya berawal dari kata-kata, ternyata kata-kata sederhana ini kemudian menginspirasi orang. Terlepas dari baik atau buruk, kata-kata ini memiliki kekuatan untuk membuat perubahan. Entah itu hanya perubahan personal, atau sampai ke perubahan besar. Ada opini yang me-ngatakan, tidaklah penting apa yang kamu tulis dalam sebuah tulisan (dalam hal ini, lirik), tapi lebih penting lagi ialah apa alasan di balik itu, latar belakang penulisan lirik. Latar belakang dan alasan Bob Marley dan Bob Dylan telah membuat mereka ada dalam posisi sekarang dalam musik internasional. Lirik yang bagus juga adalah lirik yang mudah dimengerti oleh si pendengar, yang menurut saya, bisa diperdebatkan. Lirik dengan tema yang katanya universal, seperti tema cinta, memang cenderung mudah dimengerti. Tapi kalau yang digunakan kata-kata itu saja atau sudut pandang-nya tidak beda jauh dengan tema cinta pada umumnya, ya tentu saja tidak menjadikannya sebagai sebuah lirik bagus. Idealnya, lirik-lirik yang kuat, li-rik-lirik yang berbicara, akan meneguhkan komitmen untuk perubahan ke arah yang lebih baik, baik dari penulisnya maupun pendengarnya.

Tetapi quote dari Uncle Ben, pamannya Peter Par-ker alias Spiderman, From great powers comes great res-ponsibility, juga sesuatu yang mungkin perlu dipikirkan dalam lirik lagu. Interpretasi kadang menjadikan sebuah lirik lagu menjadi berisiko, bahkan mematikan. Seperti kasus yang dialami band-band heavy metal, contohnya Judas Priest (2 orang fans bunuh diri se-telah mendengarkan lirik lagu Better By You, Better By Me dari album Stained Class), atau bagaimana Ozzy Osbourne sering dituntut oleh para orang tua yang anaknya bunuh diri karena terinspirasi lagu Suicide Solution.

Kasus-kasus ini pada akhirnya memang tidak terbukti secara langsung, tapi masih banyak orang tua yang menyalahkan lirik-lirik musik rock dibanding kurangnya perhatian dan pengertian terhadap anak-anak mereka yang biasanya menyebabkan kematian mereka (ingat Whos to Blame dari Sacred Reich?).

Ada seorang relasi tua yang mengeluhkan, ge-nerasi muda sekarang banyak yang tidak peduli dengan apa pun, yang didengar hanyalah lirik-lirik dari musik rock. Saya tertawa, karena memang benar adanya. Begitu banyak dakwah yang justru menjurus ke arah kebencian terhadap perbedaan. Begitu banyak politisi yang menawarkan janji, kebohongan demi kebohongan. Begitu banyak kepalsuan yang ditawarkan di sini, sementara lirik musik rock terasa for real.

Saya sendiri adalah produk dari generasi anak muda yang lebih baik mendengar lirik-lirik protes musik rock dari nabi-nabi rock n roll seperti John Lennon, Iwan Fals, Lemmy Kilmister, Dave Mustaine, hingga Tom Araya. Dalam lirik-lirik mereka yang bersifat le-bih politis, saya merasakan kejujuran, dan begitu signifikan dengan apa yang saya lalui dan alami selama hidup di negara ini. Begitu mewakili. Mereka sama sekali tidak tidak berusaha menceramahi atau mencuci otak, just no bullshit. Thats what I think. Kalaupun tercuci otak, mungkin saya rasa itu adalah cuci otak terbaik. Sama dengan generasi muda sekarang. Saya tidak akan menyalahkan generasi muda bila sekarang mereka lebih dibilang semakin apatis dan skeptis. Bagaimana bisa mereka tidak apatis dan skeptis melihat keadaan sekarang? Tapi saya tidak percaya kalau sebagian besar dari mereka hanya apatis dan skeptis. Muak dengan keadaan negara ini mungkin, tapi saya percaya generasi muda kita akan membangun bangsanya de-ngan caranya sendiri. I always have hopes.

Kembali ke lirik, sayangnya lirik-lirik lokal bagus kini jauh berkurang, atau malah menghilang. Saya merin-dukan lirik-lirik era 70-an a la Duo Kribo dalam lagu Mencarter Rocket, hingga lirik-lirik lagu-lagu awal Iwan Fals. Beberapa musisi memiliki penulis li-rik lagu yang bagus, tapi memang menjadi hit and miss. Kalau untuk musik mainstream, saya tidak mengeks-pektasikan lirik yang brilian, karena boro-boro lirik bagus, kebanyakan media tidak peduli terhadap musik yang baik (ada yang membaca artikel majalah ini edisi bulan lalu, Musik Indonesia Hari Ini?). Tapi sayangnya, masih sedikit li-rik-lirik dari scene independen atau underground yang menginspirasi. I do know, ka-rena saya banyak mengo-leksi dan membaca lirik-lirik lokal scene ini. Seharusnya, ketika memang di jalur independen, lirik yang ditulis adalah lirik-lirik alternatif, sebuah counter dari budaya mainstream. Tapi keba-nyakan lirik yang ditulis dalam bahasa Inggris hanyalah terjemahan dari lines band favorit mereka, atau lebih buruk lagi, ketika diterjemahkan, tidak jauh beda de-ngan lirik lagu menye-menye lagu pop lokal kekinian. Tentu, bebas-bebas saja menulis lirik terutama kalau mengibarkan bendera independen, hanya saja sayang kalau kesempatan yang sudah ada tidak digunakan secara maksimal.


Saya senang band lokal sekarang, seperti band pop independen Efek Rumah Kaca atau band punk rock Marjinal, yang membuktikan kalau lirik dalam musik me-reka sangat inspiratif, thinking out of the box. Lirik-lirik yang seharusnya memotret apa yang terjadi dalam lingkung-an sosial kita, lirik puitis yang tidak pasaran dan dari sudut pandang berbeda, lirik yang diciptakan dengan passion akan musik itu sendiri. Heartful. Bahkan saya mendengar kalau Armand Maulana dari Gigi sangat mendengarkan Efek Rumah Kaca, dan saya berharap ini akan menginspirasikan Armand untuk menulis lagu dengan tema-tema yang lebih luas, haha. Saya kira musik Indonesia perlu lebih banyak penulis lirik se-perti Efek Rumah Kaca dan Marjinal.


Saya sendiri, sebagai seorang penulis lirik, masih belajar. Penghargaan terbesar yang pernah saya dapatkan adalah ketika seorang fans Se-ringai datang ke saya dan mengatakan salah satu lagu kami menemaninya di saat-saat susah, dan liriknya menginspirasikannya untuk tetap survive dalam hidupnya. Sama seperti ketika saya mengalami masa-masa sulit dan lirik-lirik band favorit saya menjadi inspirasi saya untuk tetap survive. Thats where I felt alive.


(rlt/rlt)

Hasil Rating Pembaca:  icon_star_officon_star_officon_star_officon_star_officon_star_off
Form Rating

Rating :

icon_star_full   icon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full   icon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_fullicon_star_full  

Share:

Komentar terkini (0 Komentar)
1

Kirim komentar anda:

Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
logo_detikhot 
Kamis, 02 Oktober 2014 19:02 WIB

Ditinggal Satu Personel, Bagaimana Nasib Trio Macan?

Ditinggal Satu Personel, Bagaimana Nasib Trio Macan?
Di usia 9 tahunnya, grup dangdut bernama Trio Macan diterpa kabar tidak sedap. Hari ini, salah satu personelnya, Iva..
 
Rabu, 01/10/2014 20:09 WIB

Ilmuwan-ilmuwan Swedia Mengabadikan Karya Bob Dylan dalam Penelitian Ilmiah

Tujuhbelas tahun berlalu, terkuak bahwa sekelompok ilmuwan asal Swedia telah menggelar kompetisi internal .....
 
 

Incoming

Rabu, 03/09/2014 11:55 WIB

Incoming: Gilbert Pohan: Penyanyi, Pencipta Lagu, Pendatang Baru, Pekerja Keras

Gilbert Pohan, penyanyi dan pencipta lagu pendatang baru yang berada di bawah naungan Musik Bagus Indonesia selaku platform..

Music Biz

Kamis, 14/08/2014 19:30 WIB

Jumat Akan Jadi Hari Rilis Musik Global

Setidaknya mulai setahun dari sekarang – sekitar Juli tahun depan – sebuah peraturan yang mengatur hari perilisan..

Q & A

Rabu, 01/10/2014 18:32 WIB

Q&A: Jack Antonoff (fun.,Bleachers)

"Saya sedang mencerna kenyataan bahwa saya yang membuat album ini,” kata Jack Antonoff. “Pada awalnya, ini terasa..