Telah Berpulang: Benny Panjaitan dari Panbers

Musisi legendaris Benny Panjaitan meninggalkan sejarah panjang

Oleh
Benny Panjaitan.

Vokalis sekaligus pendiri Panbers, Benny Panjaitan dikabarkan telah berpulang pada pagi (23/10) ini. Setelah dilanda penyakit stroke yang panjang, di hari Selasa ini beliau mengembuskan nafas terakhir pada jam 9.50 WIB di kediaman pribadi di Taman Asri, Ciledug, tangerang Selatan.

Sebelumnya kabar tentang penyakit yang menimpa Benny sudah lama berembus. Malah sempat juga beberapa hari yang lalu ia dikabarkan meninggal yang kemudian segera dibantah oleh anaknya. Baru hari inilah ia benar-benar berpulang.

Bulan lalu, Benny telah merayakan ulang tahun ke-70. Rencananya akan diluncurkan buku tentang perjalanan kariernya bertajuk "Perjalanan Sang Legenda" dan sebuah konser yang akan diselenggarakan di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki pada Kamis, 23 November 2017.

Beliau terlahir di Tarutung, Sumatera Utara pada 14 September 1947. Bersama saudara-saudaranya, ia membentuk Panbers yang merupakan singkatan dari Panjaitan Bersaudara. Ada yang menyebutkan band terbentuk pada 1967, ada juga yang 1969. Namun yang jelas band ini terbentuk ketika para anggotanya masih bersekolah.

Mendiang Denny Sakrie sebelumnya mencatat, Panbers sempat mengejutkan khalayak musik lewat penampilannya di Istora Senayan. Disitu mereka membawakan lagu "Djakarta City Sound" yang mengeluarkan hawa rock. Penampilan panggung mereka juga mencengangkan terutama drummer Asido Panjaitan yang kerap berakrobat.

Tak lama setelahnya, mereka merilis album Sound 1: Kami Tjinta Perdamaian. Album yang berisikan lagu seperti "Djakarta City Sound", "Let Us Dance Together", dan "Haai" ini kebanyakan lagunya ditulis oleh Benny Panjaitan. Album ini dirilis oleh label milik Dick Tamimi yaitu Dimita Moulding Industries.

Album pertama tersebut kemudian meledak dan mereka bisa mensejajarkan diri dengan Koes Plus. Lalu dirilislah album-album lainnya yang bernuansa sama. Namun sebenarnya era Panbers memainkan musik rock agak terlupakan dibanding lagu-lagu popnya. Bagi khalayak umum, Panbers dikenal sebagai musisi evergreen dengan tembang kenangan seperti "Gereja Tua" atau "Ayah". Mereka juga dikenal sebagai band yang mempopulerkan genre Pop Batak karena lagu-lagu Batak versi pop yang mereka buat.

Kini formasi asli hanya menyisakan Asido Panjaitan. Setelah sebelumnya Hans dan Doan telah lebih dulu berpulang. Hans pada 1995, Doan pada 2010. Mereka sebenarnya juga punya adik perempuan yang di awal karier membantu mengisi keyboard yaitu Natasya. Natasya berpulang lebih dulu pada 1973 karena demam berdarah.

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. Mundur dari Payung Teduh, Is: “Saya Enggak Egois”
  2. SORE Merekam Ulang Lagu Grup Fariz RM dan Erwin Gutawa
  3. Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak
  4. 10 Destinasi Wisata Musik Legendaris di Inggris
  5. Perpaduan Gairah Musik dan Skateboard di Volcom: Road to Cakrawala

Add a Comment