10 Kolaborasi Seru yang Terjadi di Soundrenaline 2017

Powered by Soundrenaline

Oleh
Soundrenaline Project 3.0 yang menyertai Ari Lasso dan Nikita Dompas.

Soundrenaline kembali sukses diselenggarakan di kawasan indah Garuda Wisnu Kencana, Bali. Perhelatannya di 2017 menjadi edisi kelima belas bagi festival musik akbar ini, dan keseruan dan antusiasme pencinta musik tanah air masih juga belum surut.

Banyak pengalaman menarik yang terjadi di Soundrenaline 2017. Penonton tidak hanya disuguhkan penampilan para musisi-musisi andal di atas panggung, mereka juga dapat membeli makanan-makanan khas yang lezat, membeli merchandise band maupun Soundrenaline, hingga menikmati dengan sangat nyaman suasana syahdu GWK di sudut-sudut yang telah disediakan.

Untuk urusan jajaran penampil musisi luar tanah air, Soundrenaline 2017 mengalami peningkatan dibanding tahun lalu. Mereka yang tampil di tahun ini adalah band rock asal Denmark, Mew; band indie pop asal AS, Cults; band rock asal Australia, Jet; dan band emo asal AS, Dashboard Confessional.

Akan tetapi suguhan paling menarik Soundrenaline 2017 justru datang dari pasukan tanah air. Para musisinya banyak yang melakukan kolaborasi seru di atas panggung; tak sedikit kolaborasi ini baru terbentuk pertama kali di panggung Soundrenaline 2017.

Berikut adalah 10 Kolaborasi Seru yang Terjadi di Soundrenaline 2017:

Efek Rumah Kaca x Cognatio Orkest

Efek Rumah Kaca menjadi salah satu band pembuka di hari pertama Soundrenaline 2017. Mereka yang selalu melakukan ekspansi kekuatan di atas panggung hingga menjadi sembilan personel seperti belum cukup. Efek Rumah Kaca mengajak kolektif orkestra asal Semarang yang bernama Cognatio Orkest. Efek Rumah Kaca memainkan lagu-lagu kenamaan mereka, mulai dari materi album Sinestesia (2016),"Biru", hingga materi album Efek Rumah Kaca (2007), "Di Udara". Musiknya berpadu indah dengan tebing-tebing di kawasan GWK serta sinar dari matahari yang siap tenggelam.

Piston x Rey Baker (Kelompok Penerbang Roket)

Pasukan heavy rock asal Jakarta, Piston, bertandang ke GWK dengan lebih spesial. Kuartet ini menghadirkan salah satu gitaris rock muda yang tengah meluncur karir bermusiknya, Rey Baker dari Kelompok Penerbang Roket. Piston yang sore itu mengenakan seragam tim baseball lengkap dengan keterangan nama di belakangnya, memberi ruang kepada Rey untuk ikut membawakan lagu-lagu rock legendaris dari Duo Kribo, "Neraka Jahanam". Sore itu GWK menjadi kian memanas!

Soundrenaline Project 3.0

Salah satu aksi kolaborasi seru yang terjadi di Soundrenaline 2017 adalah United We Loud Project. Kolektif ini tampil di panggung utama A Stage pada pukul 19.45, menampilkan penyanyi-penyanyi Indonesia ternama seperti Danilla Riyadi, Candil, Shae, Aqi "Alexa", Monita Tahalea, dan Fadli "Musikimia". Mereka bergantian membawakan lagu-lagu populer seperti "Nada Kasih" dari Fariz RM, "Pemuda" dari Chasiero, "Black Hole Sun" dari Soundgarden, "Rehab" dari Amy Whitehouse, "Inikah Cinta" dari Kahitna, hingga "Kompor Meleduk" dari Benyamin.

Rhythm of People

Kolaborasi seru lainnya juga terjadi di United We Loud Stage, dimeriahkan oleh Stella Gareth (Scaller), Marco Steffiano (Barasuara), Iga Massardi (Barasuara), Kikan, dan Coki Bollemeyer (NTRL). Super band ini menggubah ulang lagu-lagu terbaik dari musisi tanah air semacam "Kehidupan" milik Godbless, "Kamu Harus Cepat Pulang" milik Slank, "Cinta Melulu" milik Efek Rumah Kaca, "Mobil Balap" milik Naif, hingga "Anjing Jalanan" milik Kelompok Penerbang Roket. Tak ketinggalan Rhythm of People juga membawakan materi orisinal milik para personelnya yaitu "Bendera" dari Cokelat, "Sendu Melagu" dari Barasuara, "Live and Do" dari Scaller, dan "Terbang Tenggelam" dari NTRL.

Endah N Rhesa x Adhitia Sofyan

Slim/Refined Stage, panggung yang berformat semi teater, sempat diberi kesejukan oleh musik yang disuguhkan oleh kolaborasi Endah N Rhesa x Adhitia Sofyan. Musiknya menjadi lebih kaya karena gitaris Endah Widiastuti kali ini tampil memainkan gitar elektrik. Sempat ketika ketiganya memainkan "When You Love Someone" kepunyaan Endah N Rhesa, area ini menggema indah oleh nyanyian para penonton.

Abdul and the Coffee Theory x Barry Likumahuwa

Grup jazz pop asal Jakarta, Abdul and the Coffee Theory, meramaikan Slim/Refined Stage pada pukul sepuluh malam. Di bagian pertama mereka tampil membawakan materi musik sendiri, kemudian Barry Likumahuwa bergabung ke atas panggung dengan aksi permain bassnya yang dahsyat. Di tengah-tengah aksi solonya, Barry bernyanyi lewat instrumennya membawakan lagu "Bento" kepunyaan Iwan Fals. Penonton yang duduk santai selanjutnya terpancing energinya oleh musik yang disuguhkan oleh Abdul and the Coffee Theory x Barry Likumahuwa.

Stars and Rabbit x Bottlesmoker

Kolaborasi ini memang sudah sering tampil di beberapa panggung sebelumnya. Akan tetapi mereka tidak pernah mengecewakan. Stars and Rabbit x Bottlesmoker tampil sebagai salah satu sajian penutup hari pertama di Slim/Refined Stage. Salah suguhan yang berbeda dari kolaborasi seru ini adalah interaksi langsung dari penonton dengan musik Stars and Rabbit x Bottlesmoker. Penonton dibagikan sebuah kartu QR Code yang bila dipindai, layar telepon genggamnya akan menyala penuh warna sesuai dengan ketukan musik yang ditampilkan. Kolaborasi seru yang mengerti bagaimana caranya bersenang-senang dengan penonton yang menyaksikan.

Andien x Scaller

Salah satu aksi yang menarik untuk disaksikan adalah kolaborasi seru Andien x Scaller di Burst Stage hari kedua. Perkawinan silang antara musik pop Andien yang khas juga kekuatan musik rock Scaller yang tengah naik daun, menjadi kekuatan utama dari kolaborasi ini. Mereka membawakan nomor-nomor kenamaan dunia di mana salah satunya adalah "Feel Good Inc" milik Gorillaz.

Kelompok Penerbang Roket x Glenn Fredly

Salah satu kolaborasi yang paling menarik perhatian di Soundrenaline 2017 adalah Kelompok Penerbang Roket x Glenn Fredly. Bagaimana tidak, penonton pada awalnya pasti tidak bisa membayangkan trio rock bengal ibu kota disandingkan dengan penyanyi pop paling romantis di industri musik Indonesia. Namun hasilnya malah memuaskan, mereka bersama-sama menampilkan lagu-lagu dari Kelompok Penerbang Roket seperti "Di Mana Merdeka?" juga "Tanda Tanya". Sebuah pengalaman yang unik sekaligus menyenangkan melihat kolaborasi seru ini.

Neonomora x HMGNC

Kolaborasi ini diberi nama The Collision, memadukan dua atmosfer musik yang kuat dari Neonomora maupun HMGNC. Mereka tampil di pengujung festival di Slim/Refined Stage. Penonton diberi suguhan musik yang begitu memukau, salah satunya berkat padanan vokal antara Neonomora dan Amandia Syachridar. Salah satu sajian penutup yang membekas dengan sangat baik untuk para penonton Soundrenaline 2017.



Related

Most Viewed

  1. Live Review: Mocca x Payung Teduh
  2. Payung Teduh Memperkenalkan Single Terbaru, "Di Atas Meja"
  3. SORE Merekam Ulang Lagu Grup Fariz RM dan Erwin Gutawa
  4. JRX, Frau, Iksan Skuter Bakal Tampil di Acara Solidaritas Korban Penggusuran Kulon Progo
  5. Live Review: Elephant Kind X Rock N Roll Mafia

Editor's Pick

Add a Comment