CD Review: Hightime Rebellion - 'Neurobic'

Oleh

Tertunda lahir setengah dekade tak membuat kematangan materi album menurun

Penantian panjang telah tuntas dalam status ideal, baik bagi penggemar Hightime Rebellion maupun personel bandnya sendiri. Album debut Neurobic, yang dijadwalkan rilis pada 2012, akhirnya resmi diluncurkan bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-72. Bukan sekadar ungkapan pecah telur yang dapat dirayakan, karena menariknya tingkat kematangan materi album ini tetap layak dikonsumsi di waktu sekarang.

Neurobic memuat sebelas lagu yang dengan jitu menggabungkan unsur funk, dance pop, hingga psychedelic. “Neurobic”, fragmen pertama di nomor pembuka, langsung memberikan suasana mengawang berkat asupan intensif dari departemen gitar dan drum. Kemudian fragmen kedua, “Pretty Pictures”, mengambil alih untuk memanaskan lantai dansa.

Kelenturan paduan nada vokal Rendy Surindrapati dan Miyane Soemitro menjadi salah satu peluru yang membius di album ini. “Crest of Mind” seperti terlahir dari pertumbuhan new wave dan disko Prancis. “Writer in the Window” begitu andal memadukan vokal psychedelic era ’60-an dengan rock Inggris modern. “Sunset People” mengalir syahdu penuh penjiwaan.

Salah satu lagu yang paling mudah mencuri perhatian adalah “Melody Taker”. Di dalam lagu ini terdapat semangat rock The Beatles yang tengah memasuki tahap pubertas, begitu juga tenteramnya funk ala Average White Band yang kali ini terlalu sering teler.

Akan tetapi Neurobic bukan album tanpa cela. Karakter produksinya terdengar kurang maksimal meski proses mastering-nya sudah dikerjakan oleh orang yang sangat kompeten, Indra Q. Penggarapan album yang dilakukan pada lima tahun lalu mungkin menjadi salah satu alasan utamanya.

Editor's Pick

Add a Comment