Ernest Prakasa Siapkan Film Layar Lebar Ketiganya, 'Susah Sinyal'

Dibintangi oleh Adinia Wirasti, Aurora Riberi, Niniek L. Karim, Darius Sinathrya, dan sejumlah bintang ternama lain

Oleh
Suasana konferensi pers pengumuman film 'Susah Sinyal' yang disutradarai Ernest Prakasa. Bani Hakiki

Komedian tunggal dan sutradara Ernest Prakasa tengah mempersiapkan film layar lebar terbarunya yang berjudul Susah Sinyal. Film ketiganya itu diumumkan pada jumpa pers hari Selasa (5/9) lalu di Comic Cafe, Jakarta. Acara tersebut dihadiri oleh para pemeran film antara lain Adinia Wirasti, Aurora Riberi, Niniek L. Karim, Darius Sinyathrya, dan Soleh Solihun.

Ernest menyampaikan bahwa Susah Sinyal akan memulai proses syuting pada 7 September. Sementara pemutarannya ditargetkan terjadi pada Desember mendatang. Sebelumnya Ernest telah menyutradarai Ngenest pada 2015 dan Cek Toko Sebelah pada 2016 yang ditonton oleh sekitar 2,7 juta penonton.

Kali ini Ernest bekerja sama dengan istrinya, Meira Anastasia, dalam menulis naskah film. "Merasa perlu tandem dengan Meira karena dua karakter utama film ini adalah perempuan, tentunya perspektif perempuan menjadi sangat penting," tutur Ernest melalui siaran pers.

Film ini bercerita tentang Ellen (Adinia Wirasti), seorang pengacara sukses yang baru membuka praktik bersama Iwan (Ernest Prakasa). Ellen sendiri merupakan orang tua tunggal dari Kiara (Aurora Ribero) yang tengah duduk di bangku kelas satu Sekolah Menengah Atas (SMA). Kiara sendiri adalah selebgram yang sering mengunggah video dirinya bernyanyi. Ellen yang sibuk dengan kariernya tak mampu membagi waktu luang yang cukup untuk sang anak, sehingga Kiara harus lebih sering diasuh oleh neneknya, Agatha (Niniek L. Karim).

"Saya dan Meira menulis skenario ini dengan perjuangan yang luar biasa berat," jelas Ernest. "Pertama karena beban untuk menyamai kesuksesan Cek Toko Sebelah, kedua karena saya bercerita tentang dua hal yang sama sekali di luar dunia saya, yakni pengacara dan single parenthood."

Ernest menjelaskan bahwa dirinya tidak asal menunjuk Meira untuk ikut menulis naskah Susah Sinyal. Selain alasan ideologi, Ernest mengaku telah mengajarkan sejumlah teknis penulisan naskah kepada Meira, ditambah lagi mereka memang sering berbincang soal film dan dunia hiburan sejak lama.

"Dalam setiap hal kita satu frekuensi," ujar Meira pada sore itu. "Dari awal dia menulis untuk stand up comedy, dari awal dia berkarier dalam dunia entertainment, saya sudah dilibatkan."

Selain mengajak sang istri, Ernest juga didampingi oleh Jenny Jusuf sebagai konsultan skenario. Ada pula Stefanus Haryanto dan Arry Wibowo yang menguasai bidang hukum sebagai penasihat skenario serta Vera Uli yang paham soal psikologi. Hal tersebut dilakukan Ernest agar ia dapat membedah lebih dalam masing-masing karakter dalam filmnya.

Judul Susah Sinyal dipilih bukan hanya karena pada kenyataannya sinyal memang sulit didapat di lokasi syuting, tetapi juga melambangkan kondisi masyarakat masa kini yang terlalu bergantung kepada ponsel pintar di derasnya arus globalisasi. Film ini berkenan menyampaikan pesan betapa pentingnya melihat sekitar dan berkomunikasi tatap muka. (rn)

Editor's Pick

Add a Comment