Album Terbaru Cavalera Conspiracy, ‘Psychosis,’ Siap Untuk Dirilis

Max menyatakan bahwa Soulfly akan merilis album baru pada hari jadinya yang ke-20 tahun depan

Oleh
Cavalera Conspiracy. Facebook/Cavalera Conspiracy

Belum lama ini pendiri Sepultura, Max Cavalera kembali angkat bicara mengenai album band proyek sampingannya bersama sang adik, Igor Cavalera telah siap untuk dirilis pada 17 November mendatang. Menurut Max dalam sebuah wawancara bersama Headbangers India, album bertajuk Psychosis yang dikerjakan bersama seorang produser yang juga kawan lamanya, Arthur Rizk akan dirilis lewat label indpenden Austria, Napalm Records.

Selain bekerja sama dengarn Arthur, proses mastering album ini dituntaskan oleh Joel Grind dari Toxic Holocaust. Sementara itu, Justin Broadrick dari Godflesh yang dikabarkan menjadi tamu dalam album ini akan mengisi vokal dalam salah satu lagu berjudul "Hellfire".

Dalam sebuah pernyataan, Max mengatakan bahwa "Hellfire" terinspirasi dari dua film, yaitu Eye In The Sky dan Good Kill yang menceritakan tentang bagaimana orang-orang di sebuah kantor dengan AC di Nevada yang duduk sambil melakukan pengeboman ke Afghanistan dan Pakistan menggunakan drone.

"Itu adalah lagu yang dibentuk dengan sangat keren, dan aku sangat suka vokal Justin," ujar Max. "Ia bernyanyi dengan lebih seperti vokal 'Streetcleaner' dari Godflesh awal-awal, itu terdengar sangat bagus."

Dalam kesempatan wawancara itu, Max menyatakan bahwa ia menulis sebuah lagu yang merangkum beberapa tragedi dunia, termasuk sistem pemerintahan Amerika yang panas saat ini. Sebuah nomor bertajuk "Insane" yang terdapat dalam barunya ini, Max menceritakan tentang pengeboman di Inggris juga Prancis, dan pemerintahan AS yang dipimpin oleh Donald Trump.

Dengan berpegang teguh pada baris distorsi dan kecepatan untuk album barunya ini, Max (vokal, gitar) dan Igor (drum) bersama Marc Rizzo (gitar) mempersiapkan sebuah hidangan lagu cadas yang lebih segar dari lagu-lagu Cavalera Conspiracy atau Soulfly sebelumnya. Bahkan, Cavalera mengeksplorasi aliran lain di luar metal yang menjadi identitas mereka pada sebuah lagu instrumental dalam albumnya.

Beberapa nomor lain yang akan muncul dalam album dengan format CD tersebut berjudul, "Impalament Execution", "Terror Tactics", "Excruciating", dan "Crom." Secara keseluruhan, musik keras dan cepat mereka yang direkam di studio Phoenix, Arizona, AS ini akan didampingi dengan lirik bertema aksi-aksi pertempuran di dunia.

"Ini menyenangkan. Ini gila. Album tersebut sangat cepat, tapi juga selesai dengan baik. Kami menghabiskan waktu dengan itu – setiap riff, setiap bagian. Itu seperti, 'Itu tidak cukup baik. Kita harus membuatnya lebih baik'" tutur Max mengenai perjalanan penulisan lagu dan album tersebut. "Terdapat sembilan lagu, terdapat satu yang instrumental; berjudul 'Psychosis' – itu bagus. Agak prog rock, sedikit. Dan yang lainnya benar-benar metal. Itu seperti 'Beneath The Remains' [Sepultura] bertemu Nailbomb bertemu Full of Hell".

Tiga album Cavalera sebelumnya selalu berhasil menembus tangga lagu Billboard 200, termasuk Pandemonium pada 2014, Blunt Force Trauma pada 2011, dan Inflikted pada 2008 dengan penjualan hingga 9.000 keping dalam satu pekannya.

Sementara itu, dalam sebuah pernyataan selama wawancara bersama Headbangers India, Max mengungkapkan bahwa Soulfly akan merayakan hari jadinya yang ke-20 pada tahun depan. Dalam perayaan tersebut, band ini akan menggarap sebuah album studio baru dan kampanye promosi yang besar untuk medukungnya

Soulfly sendiri terakhir merilis album pada 2015 lalu, Archangel. Dan pada album baru Soulfly mendatang, Max menjanjikan sebuah gedoran yang lebih groovy dan kembali ke era tribal. "Banyak orang akan menyukainya," tegas Max.

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. Film 'Turah' Dipilih untuk Mewakili Indonesia pada Oscars 2018
  2. Konferensi Musik Indonesia, Archipelago Festival, Siap Diselenggarakan Oktober Mendatang
  3. .Feast Resmi Merilis Album Penuh Perdana Bertajuk 'Multiverses'
  4. Proyek Musik Elektronik Putra Bungsu Addie MS, Mantra Vutura, Rilis Album Mini
  5. Sam Smith Dokumentasikan Perpisahan Romantis dalam Video ‘Too Good at Goodbyes’

Add a Comment