Afgan Dipaksa Turun Panggung di Prambanan Jazz Festival 2017

Penampilan Afgansyah Reza dipaksa berhenti di hari kedua festival tersebut

Oleh
Afganisme melakukan aksi solidaritas di depan panggung Afgan yang gelap. Narendra Kameshwara

Festival tahunan Prambanan Jazz telah usai diselenggarakan pada 18, 19, 20 Agustus lalu di pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta. Puluhan musisi ternama didatangkan langsung untuk meramaikan festival ini, mereka di antaranya adalah Shakatak, Shane Filan, Katon Bagaskara, /rif, Shaggydog, Sarah Brightman, Afgansyah Reza, Tulus, Naif, Kla Project, Raisa x Isyana Sarasvati, Kahitna, hingga Stars and Rabbit.

Terdapat insiden pada hari kedua penyelenggaraan Prambanan Jazz 2017, Afgan yang tampil di panggung Festival Show dipaksa turun dari panggung. Afgan, pihak manajemen, juga para Afganisme sempat tidak menerima keputusan tersebut, membuat pihak penyelenggara mengambil keputusan sepihak dengan mematikan semua pencahayaan di panggung Afgan.

Berikut pernyataan dari Afgan lewat laman Instagram miliknya:

Semalem ngalamin pengalaman manggung yang gak mengenakan, pertama kali ngalamin kaya gini. Jadi dari awal memang acaranya ngaret banget, gw seharusnya perform jam 8 malam. Tapi gw baru naik panggung sekitar jam 10 malam. Padahal gw sudah stand by satu jam lebih awal untuk antisipasi. Dan karena ada international artist yang harus main di waktu yang sama, gw malah dibilang gak usah main sama panitia, cuman karena gw lihat banyak sekali penonton yang sudah nunggu di depan panggung, bahkan ada yang sudah dateng jauh2 dari luar Jogja, akhirnya gw dan management fight untuk naik. Walaupun sound awalnya gak dinyalain oleh mereka, gw tetep nyanyi, at least fans gak sia-sia udah nunggu. Eh di lagu ke 4, lampu panggung semua di matiin, alias gw diusir. Akhirnya semua penonton nyalain flashlight dr handphone masing2, tanda mereka tetep ingin gw nyanyi. Moment ini yang buat gw dan anak2 band terharu, mengobati kekecewaan kita semua. Terimakasih buat semua yang hadir semalam, gak tau lagi deh kalo gak ada support kalian. It means the world to us! Sayang sekali padahal acaranya bisa digarap dengan bagus, semoga bisa jadi pelajaran buat penyelenggara Prambanan Jazz. Dan semoga kedepannya local artist bisa dapat apresiasi yang sama dengan International artist. Cause we're all just trying to give our best on stage.. 📷 @nareend

Sebuah kiriman dibagikan oleh Afgan (@afgansyah.reza) pada


CEO dari promotor Prambanan Jazz 2017, Anas Syahrul Alimi, pun menyampaikan permohonan maafnya kepada semua pihak yang merasa dirugikan akibat insiden ini. Lewat sebuah video yang diunggah di laman Instagram resmi Prambanan Jazz, Anas mengatakan:

Kami selaku pihak penyelenggara Prambanan Jazz, meminta maaf kepada manajemen Afgan, Afgan sendiri, dan Afganisme selaku penggemar Afgan. Jadi saya bersama project director memang melakukan negosiasi tadi malam. Yang pertama kami memang mohon maaf karena molornya beberapa checkline dari sebelumnya, sehingga mengakibatkan molor.

Karena konser Sarah konsepnya live orchestra jadi pihak Sarah Brightman tidak mau ada suara dari festival show, karena kalau orchestra begitu diam, suara masuk. Kami melakukan negosiasi ke pihak Afgan, bagaimana kalau mainnya setelah Sarah Brightman? Dan terjadi kesalahan komunikasi karena memang dari pihak Afgan tidak bersedia untuk memainkan konser setelah Sarah Brightman. Akhirnya kami sepakati Afgan tetap main dengan resiko yang harus kami ambil. Tapi kenyataannya memang begitu main, pihak Sarah Brightman tetap minta harus dicut.

Dan ini adalah pilihan tersulit yang harus saya ambil. Kesepakatannya memang Afgan akan main enam lagu, tapi saya tetap minta empat lagu. Tapi kemarin kalau tidak salah sudah lima lagu, ya? Dan itu adalah pilihan tersulit yang harus kami ambil. Saya mohon maaf sekali kejadian kemarin, pada lima lagu Afgan harus berhenti.

Karena kejadian ini pihak promotor tetap berusaha sebaik-baiknya untuk penyelenggaraan tahun depan bisa lebih baik. Kami akan lebih ketat lagi dalam hal rundown. Mudah-mudahan Afgan masih bersedia kami undang karena saya sendiri menganggap bahwa Afgan adalah penting bagi industri musik Indonesia dan memiliki basis penggemar yang sangat banyak. Saya berharap hal ini menjadi jelas. Sekali lagi saya sebagai promotor meminta maaf, itu adalah pilihan tersulit yang harus kami ambil. Terima kasih.

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. Mundur dari Payung Teduh, Is: “Saya Enggak Egois”
  2. SORE Merekam Ulang Lagu Grup Fariz RM dan Erwin Gutawa
  3. Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak
  4. Perpaduan Gairah Musik dan Skateboard di Volcom: Road to Cakrawala
  5. Inilah Para Pemenang AMI Awards 2017

Add a Comment