Everloud III

Oleh
Deadsquad saat tampil di Everloud III yang diadakan di The Establishment, Jakarta pada Minggu (13/8) lalu. Bani Hakiki

Sederet kelompok musik cadas papan atas Indonesia seperti NOXA, Deadsquad, Jasad, Dead Vertical, Funeral Inception tampil di ajang death metal reguler Jakarta

Sebuah gelaran pesta para metalhead bertajuk Everloud III dihelat di sebuah venue anyar megah baru bernama The Establishment di kawasan SCBD, Jakarta. Sederet kelompok musik cadas papan atas Indonesia seperti NOXA, Dead Squad, Jasad, Dead Vertical, Funeral Inception, temasuk Hellhound dari Malang juga Trojan dari Bali, dan yang lainnya ikut pula mengisi kebisingan pada hari itu.

Dimulai sekitar pukul 1 siang setempat dengan matahari yang tepat di atas kepala, namun seluruh penggemar musik yang hadir disambut ke dalam sebuah gedung yang cukup mewah untuk sebuah gelaran berdistorsi tinggi ini. Sebuah hall yang memiliki sebuah panggung permanen tepat berada di tengahnya. Sistem tata cahaya yang bagus dan gedoran tata suara yang penuh tenaga makin menambah sangar kualitas acara ini.

Para pengunjung tidak hanya disuguhkan penampilan musik hidup saja, terdapat beberapa tenda merchandise dan permainan di sana. Pihak pembesut, Loudboys sendiri bekerja sama dengan sejumlah sponsor untuk acara ini. Pesta distorsi Everloud sendiri pernah diadakan sebelumnya pada Desember tahun lalu dan juga Mei lalu di Borneo Beer House, Jakarta.

Kali ini acara dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dibuka oleh Acromatica yang disambut cukup ramai oleh para metalhead yang sudah menunggu sejak pintu masuk dibuka. Dilanjut dengan gedoran musik campuran death metal dengan black metal dari sebuah band asal timur Jakarta, Karnak.

Hellhound, sebuah band asal Malang menjadi penampil ketiga sekaligus band luar ibu kota pertama yang unjuk gigi pada siang hari itu. Lalu tampil pula band kenamaan asal Kota Kembang, Auticed yang mengambil alih panggung seusainya.

Hari pun semakin sore, suasana acara tersebut semakin riuh, ramai, dan terlihat lebih padat.

Barulah sebuah armada brutal death metal veteran, Funeral Inception asal ibu kota yang digawangi Doni Iblis (vokal), Fadjar (gitar), Gatot (drum), Donirro (bass), dan sepasang suami istri, Ai pada gitar dan Sasya pada piano. Band yang terakhir kali merilis album pada 2016 tersebut mencatatkan kebangkitan lainnya setelah cukup lama mati suri dari panggung-panggung musik keras dan menutup penampilannya dengan menggeber hit lama mereka, "Surga di Bawah Telapak Kaki Anjing." Para penonton pun serta merta ikut menyanyikan beberapa bait lirik lagu tersebut.

Setalah Funeral Inception turun panggung, kini, giliran Panic Disorder menghentak panggung dengan beberapa lagu mereka, termasuk di antaranya "Singgasana Hitam," "Dimensi Rosemary," dan "Air Mata Darah."

Salah satu aksi cadas lainya, kelompok bertopeng asal Bandung, Gore Infamous membawakan sejumlah lagu dalam durasi tiga puluh menit, termasuk salah satu nomornya yang berjudul "Bacterium Cerebrum Infectus". Kali itu, band tersebut mengajak pemain drum kawakan asal Ujung Berung, Bandung yaitu Papap (eks-Jasad) yang kini bermain untuk Dismemberment Torture. Selanjutnya, band black metal Abgotter menutup sesi pertama menampilkan beberapa lagu mereka, termasuk yang berjudul "Such An Illusion" dan "Datang Hidup Hanya Untuk Mati."

Aktivitas pun diistirahatkan sejenak beberapa saat sebelum adzhan maghrib berkumandang hingga sekitar pukul 6.30 malam. Setelah beristirahat sekitar 45 menit, gedoran pertama di sesi kedua dibuka oleh band death metal muda asal Bandung, Viscral. Lalu, dilanjut dengan penampilan Trojan pasukan death metal lainnya asal Pulau Dewata, salah satu lagu yang dibawakannya adalah "Pleasure of Sickness."

Pada sesi kedua, para penonton tidak menunggu waktu lama untuk kembali padat memenuhi gedung tersebut. Hantaman distorsi yang ditampilkan oleh Viscral dan Trojan bahkan membuat para metalhead berdansa lebih liar di arena moshpit dibandingkan pada sesi pertama. Terutama kepadatan semakin terlihat ketika Revenge lanjut membawakan sejumlah lagu mereka, termasuk "Dominator Plague" dan "Enter the Void" dari album terbaru mereka Omega yang dirilis pada 2015 lalu.

Tanpa diberi istirahat lama, penonton langsung disuguhkan trio aksi grindcore timur Jakarta yang digawangi Boy pada gitar dan vokal, Bonny "Deadbonz" pada bass, dan Aryablood pada drum, Dead Vertical. Riff gitar cepat dan ketukan drum beruntung ala grind gaya band satu ini berhasil membuat penonton bergeliat dalam pusaran. Trio ini menggeber sejumlah lagu, di antaranya "Lepas Tunggal" dan "My Suffering".

Band yang membawakan dua lagu teranyarnya tersebut mengatakan segera merilis albumnya pada 2018 mendatang. "Tema albumnya nanti bakal tentang kenalakan anak remaja," ujar Boy dalam sebuah wawancara singkat ketika ditemui Rolling Stone di belakang panggung.

Setelah trio grindcore itu turun, para penonton yang masih dalam tensi adrenalin yang tinggi kembali digempur oleh band death metal legendaris asal Bandung, Jasad. Band dengan formasi terbarunya, yaitu Man pada vokal, Yuli pada bass, Ferly pada gitar, Redu pada gitar, dan Oki pada drum membawakan set lagu yang sering mereka tampilkan belakangan ini termasuk "Nagara Ragana Naraga", "Liman Soka", dan "Siliwangi".

Seperti pada penampilan biasanya, Jasad tampil dengan gedoran tata suara yang padat dan sangat keras. Pada sela-sela penampilannya, Man berbicara secara komunikatif dan sering kali bergurau bersama para penonton.

Ketika ditemui seusai penampilannya, bassist Yuli memberikan sedikit komentarnya tentang acara tersebut dan menceritakan sedikit rencana ke depan dari bandnya. "Semakin sini semakin bagus, tempatnya hebat, termasuk sound-nya juga," ujarnya. "Album baru segera tahun ini. Kalau rencana tur ke luar [negeri] mungkin tahun depan."

Setelah itu, lanjut Deadsquad naik ke atas panggung dan mengambil alih komando para penonton untuk membentuk circle pit. Kali itu, massa penonton bergerak paling liar hingga sejumlah orang berkali-kali berhasil melakukan stage diving. Pada kesempatan kali itu, Deadsquad juga membakar arena dengan sejumlah lagu andalan mereka, termasuk di antaranya "Anatomi Dosa", "Dominasi Belati", "Pasukan Mati", "Pragmatis Sintetis", dan "Manufaktur Replika Baptis".

Penampilan terakhir ditutup oleh band grindcore kawakan asal Jakarta, Noxa. Mereka tampil membawakan serentetan lagu jagoan, termasuk "Kill The Racism", "Tanah Air Beta", dan "Sinetron Suck". Drummer mereka, Alvin tampak tampil dengan kaki yang dibalut perban karena baru saja mengalami cedera.

Selain itu, Tonny, Dipa, dan Alvin tidak tampil bersama sang gitaris Ade pada helatan itu. Posisi gitaris sementara digantikan oleh Amri dari Panic Disorder.

Editor's Pick

Add a Comment