Live Review: Musik Bagus Day Vol.9

Oleh
Nona Ria yang akan rilis album akhir tahun nanti memeriahkan Musik Bagus Day di Cilandak Town Square, Jakarta (3/8) lalu. Bani Hakiki

Ramayana Soul bawakan psychedelic rock rohanis sebagai penutup

Dua orang berada di atas panggung, satu dengan set drumnya dan satu lagi berada di belakang dua turntable dan sebuah laptop. Paduan entakan drum yang penuh energi dan decitan dari piringan hitam yang digesek di atas turntable mereka berdua ciptakan untuk mengiringi lagu-lagu ternama seperti "Smells Like Teen Spirit" dari Nirvana, "Sweet Child O" Mine" dari Guns N" Roses, dan "Californication" dari Red Hot Chili Peppers. Agak canggung awalnya mendengar set DJ dipadukan dengan pukulan drum yang tidak elektronik. Akan tetapi, Ikmal Tobing, drummer yang pernah bekerja sama dengan Ahmad Dhani dalam T.R.I.A.D. dan Mahadewa, dan rekannya DJ Goeslann berhasil menghilangkan kecanggungan tersebut.

Kamis (3/8) malam itu keduanya membuka panggung Musik Bagus Day Vol.9. Siang hingga sore harinya, acara ini berisi berbagai macam workshop yang salah satunya bertema "Bicara tentang Aktuil Kini" untuk merayakan 50 tahun terbitnya majalah budaya pop legendaris asal Bandung tersebut. Selain panggung di mana Ikmal dan DJ Goeslann bermain, sebelumnya juga ada Hip Hop Stage, panggung di mana beberapa rapper bermain lalu ditutup dengan freestyle battle bagi pengunjung yang datang.

Setelah duo drum dan DJ set turun, panggung dibuat kalem dengan penampilan Nona Ria. Trio ini membawakan tembang-tembang ceria bernuansa swing jazz dengan balutan piano oleh Nona Nanin dan biola oleh Nona Yashinta menghiasi suara riang Nona Nesia yang juga bermain snare drum.

Lirik dan penampilan mereka sangat menunjukkan Indonesia. Mereka semua memakai batik dan membawakan lagu yang cocok dengan itu, "Baju Batik." Setelah itu Nona Nesia memperkenalkan lagu yang akan masuk dalam rilisan yang sedang mereka persiapkan.

"Selanjutnya lagu yang akan masuk dalam album kita yang semoga beres tahun ini, "Senandung,"" ujarnya di atas panggung. Lagu dengan ketukan waltz mampu membuat penonton tersenyum.

Setelah itu, mereka membawakan lagu cover "Sarinah" dari Ismail Marzuki, "Santai," dan "Antri Yuk!"

Dua vokalis, Kadri dan Jimmo yang tergabung dalam The KadriJimmo maju selanjutnya membawakan lagu-lagu pop rock mereka. Dalam lagu "Bertiga,"mereka mengundang Mian Tiara untuk mengisi vokal. Windy Setiady juga turut diundang untuk menambah suasana yang disebut Kadri, "folk Prancis" dengan akordeonnya. Mereka menutup penampilan dengan "Istriku," di mana Kadri yang juga berprofesi sebagai seorang advokat, terlihat sangat khusyuk menyanyikannya.

Yang diberi kehormatan untuk menutup acara kali ini adalah Ramayana Soul. Sebelum mereka tampil, pikiran terlintas bahwa aroma dupa akan cocok mengiringi psychedelic rock bernuansa India mereka. Benar saja sang pentolan, Angga membakar beberapa dupa di bawah panggung.

Mereka membuka penampilan dengan "9" yang diambil dari EP terakhir Elegi Prematur. Setelah itu, "Rhaksasa" dimainkan. Sound organ dalam permainan keyboard Angga untuk lagu dari SabdaTanMantra ini terdengar sekaligus seperti sebuah perpaduan antara Jon Lord-nya Deep Purple dengan Ray Manzarek-nya The Doors.

Pentolan yang bermain gitar pula di band Pestolaer itu beranjak dari keyboard ke sitar. Kali ini "Jaya Raga MiraNgga Bhineka Tungga Ika" dari album 2015 mereka yang dibawakan. Suara sitar benar-benar mengubah suasana terasa lebih rohanis.
Angga sempat turun dari pangung untuk menari bersama penonton. Sayangnya, karena mungkin mereka main terlalu malam, pengunjung tidak seramai sebelumnya.

Penampilan mereka ditutup dengan lagu lain dari EP mereka yang dirilis April lalu, "Menara Ksatria Mandala."

Musik Bagus Day sendiri akan kembali pada 7 September mendatang.

Editor's Pick

Add a Comment