Pionir Sutradara Film Horor, George A. Romero, Wafat di Usia 77 Tahun

Pembuat film ‘Night of the Living Dead’ dan bapak film zombi modern akhirnya kalah dengan kanker paru-paru

Oleh
George A. Romero. Gage Skidmore

George A. Romero sutradara Night of the Living Dead yang membuat zombie menjadi fenomena budaya pop wafat pada hari Minggu di usia 77 tahun.

Dilansir Los Angeles Times, pembuat film horor tersebut tutup usia setelah bertarung singkat melawan kanker paru-paru yang ganas ketika sedang mendengarkan lagu film rilisan 1952, The Quiet Man yang ia produksi bersama rekannya, Peter Gurnwald.

Romero dihormati berkat pengaruh Zombie Trilogy miliknya – Nights of the Living Dead (1968), Dawn of the Dead (1978) dan Day of the Dead (1985) – sutradara itu juga mengarahkan film horor seperti The Crazies, Creepshow dan Monkey Shines.

Setelah memulai kariernya membuat film komersial dan pendek, Romero dengan anggaran yang kecil dan sekelompok teman-temannya – membuat Night of the Living Dead yang berhasil menjadi film horor klasik berpengaruh yang mengenalkan zombie pemakan manusia kepada generasi penggemar film. Itu juga merupakan salah satu film independen tersukses yang pernah dibuat: mengeluarkan uang lebih kurang 114.000 dolar AS (sekitar Rp 1,5 miliar), dan film tersebut menghasilkan keuntungan sebesar 30 juta dolar AS (sekitar Rp 394 miliar) di bioskop. (versi restorasi kemudian ditayangkan di Museum of Modern Art pada Oktober lalu)

"Kami selalu menggolongkan Night of the Living Dead sebagai kitab suci film zombie," ucap produser eksekutif The Walking Dead, Greg Nicotero kepada Rolling Stone pada 2013. "Semua aturan – Anda harus menembak di kepala untuk membunuhnya – sebelum 1969, hal semacam itu belum ada. Sekarang itu adalah bagian dari budaya populer. Jadi kami berhutang banyak pada visi George dan dunia yang ia bangun."

"Aku tak pernah menyangkanya. Benar-benar tidak," ucap Romero kepada NPR tentang kepopuleran tidak terduga zombie pada 2014. "Semua yang aku lakukan hanya membawanya keluar dari "exotica" dan aku membuat mereka tetangga. Kupikir tidak ada yang lebih menyeramkan dari tetangga."

"George Romero memberiku peran dalam kehidupan," kata Judith O"Dea, aktris yang memerankan Barbra dalam Night of the Living Dead kepada Rolling Stone melalui surel. "Memerankan Barbra sangat mengubah hidupku. Aku takkan melupakan ucapannya kepadaku beberapa dekade yang lalu di Pantai Barat ketika penayangan Land of the Dead, "Apakah kita pernah membayangkan akan jadi seperti ini?!" Tidak, George, tidak pernah! Dan itu tidak akan jadi seperti ini jika bukan karena talenta kreatif dan imajinasi hebat Anda. George itu sangat berbeda. Hari ini, dunia zombie berhutang banyak terima kasih kepadanya."

Tambahan pada kontennya yang kontroversial, Night of the Dead juga pionir dari beberapa film yang menampilkan aktor Afrika-Amerika sebagai pemeran utama pada masanya.

"Kami membuatnya pada "67, tapi tepat pada periode itu… di mana terdapat amarah, Anda tahu kerusuhan ras yang terjadi kemudian," ucap Romero. "Terdapat kisah yang selalu kuceritakan, ketika kami menyetir ke New York untuk menunjukkan filmnya ke distributor potensial, pada malam itu juga, di dalam mobil kami mendengar Martin Luther King telah terbunuh… Dan kami memiliki pemeran utama orang kulit hitam (aktor Duane Jones) pula dalam film ini, dan kupikir itu yang membuat film ini menjadi terkenal… Dia aktor terhebat di antara teman-teman kami."

Setelah Night of the Living Dead, Romero membuat film komedi romantisnya sendiri, There"s Always Vanilla sebelum akhirnya secara permanen kembali ke genre film di mana ia dijuluki sebagai "Godfather of the Dead" oleh para penggemarnya, termasuk Edgar Wright, pembuat Walking Dead Robert Kirkman, dan Quentin Tarantino; ketika sutradara Pulp Fiction tersebut mempersembahkan Mastermind Award kepada Romero di ajang Scream Awards 2009. Tarantino saat itu menyebut huruf "A" dalam nama "George A. Romero" sebagai "A Fucking Genius".

Setelah The Crazies dan film vampir, Martin, Romero kembali ke genre zombie dengan Dawn of the Dead, sebuah kritik terhadap konsumerisme yang menjebak pemeran utamanya di dalam pusat perbelanjaan sementara kawanan zombie mengintai di luar. Dilanjut dengan Day of the Dead pada 1985, bersama film tersebut sekali lagi ia melawan pertanyaan tentang mana yang lebih berbahaya antara sifat manusia dan zombi di tengah-tengah kehancuran dunia.

Secara keseluruhan, Romero merupakan seorang pembuat film independen yang hanya membuat film sebentar saja bersama Hollywood, membuat enam film zombi: Trilogi kedua – Land of the Dead, Diary of the Dead, dan Survival of the Dead, film terakhir Romero muncul antara tahun 2005 dan 2009, di mana masing-masing film tersebut memiliki perspektif yang unik di masyarakat. Romero juga bertindak sebagai produser dalam pembuatan ulang Dawn of the Dead yang terkenal pada 2004, termasuk saat pembuatan ulang Night of the Living Dead dan versi baru dari Day of the Dead dan The Crazies.

"Sedih mendengar kolaborator favorit dan - temen lama - sekaligus teman baik lamaku, Romero wafat. George, tidak akan pernah ada lagi yang seperti Anda," tulis Stephen King di akun Twitter miliknya. Romero dan King bekerjasama dalam Creepshow pada 1982 dan antologi pendek King, The Dark Half (1993).

Sutradara Guillermo Del Toro menambahkan, "Romero telah wafat. Sulit untuk menemukan kata-kata sekarang. Sangat kehilangan," sementara pembuat film Zack Snyder menulis, "Dunia telah kehilangan seorang master. Terima kasih untuk inspirasi Anda. Anda mengubah hidupku dengan karya Anda. Anda akan selalu dirindukan." Bintang Evil Dead, Bruce Campbell menulis, "Night of the Living Dead adalah landasan sebuah genre. Memengaruhi secara massal. Dia cerdas dan sangat baik kepadaku. Berpetualang lah dengan aman, George."

"Baru saja mendengar berita tentang George Romero. Sulit untuk mengukur seberapa besar dia menginspirasiku & apa yang telah dia lakukan untuk sinema," demikian sutradara horor Eli Roth menulis dalam rentetan tweet. "Romero menggunakan genre untuk melawan rasisme 50 tahun lalu. Dia selalu memiliki beragam pemeran, dengan Duane Jones sebagai bintang heroik NOTLD. Sedikit yang mengambil risiko dalam dunia sinema. Dia lebih maju dalam keduanya pada masanya dan benar-benar menjadi apa yang sinema butuhkan ketika itu. Anda bisa mengikuti jejaknya dari NOTLD hingga Get Out. Dan… Romero membuat zombi modern. Gigitan infeksi. Tembak kepala. Semuanya."


Pada 2013, Romero berbicara kepada Daily Dead tentang tren zombi di film dan layar televisi, mulai dari The Walking Dead dan 28 Days Later hingga Pride and Prejudice and Zombies dan World War Z.

"Dulu saya satu-satunya orang di taman bermain ini, tapi sekarang sudah terlalu banyak," kata Romero. "Sangat sulit sekarang, terutama dengan World War Z. Ketika pertama kali melihatnya, saya tidak senang dengan itu, tapi akhir pekan berikutnya, saya melihat Man of Steel dan saya tiba-tiba mencintai World War Z."

Romero juga sempat bercanda dalam sebuah wawancara dengan AV Club, "Saya mengharapkan zombi segera muncul di Sesame Street, mengajari anak-anak untuk menghitung." (hqq/wnz)

Editor's Pick

Add a Comment