Prambanan Jazz: Seni, Musik, dan Budaya

Prambanan Jazz Festival akan kembali pada Agustus tahun ini, dengan bintang utama Sarah Brightman

Oleh
Prambanan Jazz 2016 Rajawali Indonesia

Setelah dua tahun berturut-turut berlangsung, pada tahun ini Prambanan Jazz Festival kembali diselenggarakan. Selama tiga hari pada 18 sampai 20 Agustus 2017 di lokasi megah nan indah Candi Prambanan, Yogyakarta, festival ini memasang Sarah Brightman sebagai headliner dan menjanjikan konsep acara yang segar.

Brightman yang di festival nanti akan tampil dengan iringan live orchestra ini merupakan salah satu penyanyi awal yang memadukan teknik menyanyi klasik dengan lagu-lagu populer. Namanya mulai dikenal sejak 1981 saat ia tampil dalam musikal Cats karya Andrew Lloyd Webber di West End, London, Inggris. Setelah itu musikal The Phantom of the Opera (juga garapan Webber) semakin melambungkan namanya berkat penjualan album yang mencapai 40 juta kopi alias terbesar dalam kategori musikal sepanjang sejarah.

CEO Rajawali Indonesia Communication Anas Syahrul Alimi sebagai promotor menyatakan bahwa  di samping sebagai acara musik, festival ini merupakan media untuk memperkenalkan kembali Candi Prambanan sebagai warisan budaya Indonesia kepada dunia. “Prambanan Jazz mampu menarik wisatawan mancanegara lebih banyak lagi untuk datang ke Indonesia. Tentu saja sebuah promosi kebudayaan harus dilakukan secara terus menerus. Itulah mengapa Prambanan Jazz kami coba hadirkan setiap tahunnya secara berkesinambungan,” ujarnya.

Menurut Anas, festival musik ini akan terus diadakan sebagai sinergi jangka panjang dalam upaya memperkenalkan pariwisata di dunia internasional sebagai bentuk diplomasi budaya atau kekuatan baru dalam memperkuat branding nasional.

Untuk menghasilkan kesan segar dan berbeda, pada tahun ini ada tema 90’s Moment. Sejumlah nama yang populer di era tersebut seperti Andre Hehanusa, The Groove, Lingua, Katon Bagaskara, Base Jam, sampai Ada Band akan menjadi aksi di hari pertama. Ini bisa jadi merupakan trik jitu sebagai aksi yang menggegerkan di hari pertama, terutama mengingat nostalgia musik 1990-an selalu berhasil dan menarik massa dalam jumlah besar.

"Ini menjadi hal yang sangat seksi,” kata Anas, “mendatangkan musisi yang sangat melegenda pada zamannya dan mencoba mengobati rasa rindu kepada para penonton, khususnya generasi ’90-an.” Anas juga menambahkan bahwa beberapa di antara mereka yang termasuk line up di 90’s Moment adalah band yang sudah tidak aktif. Namun Prambanan Jazz 2017 memberikan panggung dan ruang yang mempertemukan mereka kembali untuk reuni. 

Krakatau Reunion di Prambanan Jazz 2016 (foto: Rajawali Indonesia)

 

Dari dalam negeri, Prambanan Jazz Festival juga termasuk tanggap akan nama-nama baru atau yang sedang digemari seperti Payung Teduh, Kunto Aji, atau Yura Yunita. Anas menyatakan bahwa promotor memang tidak terpaku pada artis-artis jazz saja, bahkan menampilkan artis dari tiga generasi, yang kurang lebih bisa diwakili oleh Shakatak, KLa Project, Glenn Fredly, sampai ke Raisa, Isyana Sarasvati, dan Tulus.

Indihome Telkom Indonesia kembali menjadi sponsor utama, menjadikan acara ini secara resmi bernama Indihome Prambanan Jazz 2017 dengan semboyan Art, Music & Culture. Ini datang dari konsep utama acara ini yang mempertemukan dua mahakarya, yaitu Candi Prambanan dan musik. Akan ada dua panggung utama dalam acara ini, yaitu Hanoman sebagai panggung special show di area Lapangan Brahma serta Rorojonggrang sebagai panggung festival show di area Lapangan Wisnu.

Sisi seni yang kental juga tampak dari terlibatnya sejumlah perupa, seperti Dipo Andy di jalur pop art yang akan merespons Sarah Brightman dalam karya seni. “Eksperimen seni dan budaya akan direalisasikan dalam tata dekorasi dan artistik,” tambah Anas. Salah satu segi budaya lain muncul dalam bentuk makanan, dikemas dalam Pasar Kangen. Di sini akan ada sensasi kuliner tradisi Yogyakarta tempo dulu, menyajikan sensasi bagi kawula muda dan nostalgia bagi orang tua.

Antusiasme terhadap acara ini bisa diraba dari tiket presale yang sudah habis dibeli sejak April lalu. Sementara tiket harga normal sudah tersedia, dan informasi seputar Prambanan Jazz 2017 dapat dilihat di akun resminya di Instagram, Twitter, atau Facebook.

Keberlangsungan acara ini selama tiga tahun berturut-turut dan sebagai salah satu festival musik yang mendapat respons baik layak dipuji. Bagi Anas, kunci dari menjalankan acara ini adalah konsep dan konsistensi. “Sebuah festival musik jika tetap konsisten dengan konsep yang diusung akan menjadi tontonan yang berbeda. Dan ini akan menjadi hiburan alternatif yang tak melulu menawarkan acara yang membosankan. Kekuatan konsep adalah hal paling dasar dari sukses tidaknya festival musik digelar,” ujarnya. 

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. Chester Bennington: Reaksi Musisi dan Penggemar Tenar terhadap Kematian Vokalis Linkin Park
  2. Chester Bennington, Vokalis Linkin Park, Tewas di Usia 41 Tahun
  3. Forgotten - "Tumbal Postkolonial"
  4. Kilas Balik: Chester Bennington dan Chris Cornell Berduet Lagu ‘Hunger Strike’
  5. Stone Gossard dari Pearl Jam Menulis Surat Penghormatan bagi Chris Cornell

Add a Comment