Acara The Rock Campus Siap Digelar dalam Edisi Khusus 'Audisi Final Planetrox 2017'

Lima finalis akan berlomba untuk mendapat kesempatan tampil di festival musik Envol et Macadam, Quebec, Kanada

Oleh
Rising the Fall, juara Planetrox Indonesia 2016. Facebook Rising the Fall

The Rock Campus selaku acara rock berkala besutan Ezra Simanjuntak dari Zi Factor siap digelar pada Kamis (6/7) ini di Carburator Springs Café, Jakarta. Perhelatan The Rock Campus ke-87 ini terselenggara dalam edisi khusus yaitu audisi final kompetisi Planetrox 2017. The Rock Campus x Planetrox 2017 akan dimeriahkan pula oleh musisi tamu yaitu Saint Loco, Zi Factor, dan Rising the Fall yang memenangkan audisi tahun lalu.

Planetrox adalah ajang kompetisi rutin yang dilangsungkan di lima belas negara berbeda demi menemukan musisi-musisi segar yang siap meramaikan festival musik Envol et Macadam di Quebec, Kanada; tahun ini penyeleranggaraannya jatuh pada 7-9 September mendatang.

Proses audisi di Indonesia diselenggarakan pertama kali pada 2011 silam. Ada pun para pemenangnya berturut-turut adalah Cupumanik (2011), Navicula (2012), Saint Loco (2013), Bondan Prakoso (2014), Streetwalker (2015), dan Rising the Fall (2016).

Lima finalis yang berlomba mendapatkan hadiah utama tampil di Envol et Macadam 2017 adalah D"Ark Legal Society, BPW, Sloky Party, Kecoa Terbang, dan Vilvatikta. Kelimanya bakal menunjukkan kemampuan selama lima belas menit di hadapan para juri, yaitu Simon Gaudry selaku direktur Envol et Macadam; pendiri sekaligus pemandu acara The Rock Campus, Ezra Simanjuntak; dan Panji yang menjabat sebagai manajer Planetrox Indonesia. Para penonton dan pendukung masing-masing band juga akan diminta mengikuti pemungutan suara sebagai bagian dari penilaian.

The Rock Campus diselenggarakan pertama kali pada 5 Februari 2015 di Rolling Stone Café, Jakarta. Sempat mengalami masa rehat selama lima bulan, The Rock Campus melanjutkan perjalanannya di JK7 Club & Lounge, Jakarta. Tercatat sudah ada lebih dari 400 band yang meramaikan acara tersebut di antaranya Edane, Mel Shandy, Bunga, Seringai, Gugun Blues Shelter, Sandhy Sondoro, Kikan, Kelompok Penerbang Roket, Siksakubur, hingga Hellcrust.

"Gue menyadari betapa pentingnya kehadiran acara-acara rutin untuk rock, berhubung nggak ada venue yang khusus live music untuk band-band rock orisinal seperti di Amerika Serikat dan Eropa," jelas Ezra seperti dikutip dari siaran pers. "Padahal sebetulnya itu harus ada sebagai bagian dari infrastruktur dasar industri musik." (rn)

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. Afgan Dipaksa Turun Panggung di Prambanan Jazz Festival 2017
  2. Sixpence None the Richer, Dewa19, KLa Project, Stinky Siap Ramaikan The 90's Festival 2017
  3. Bos Prambanan Jazz Menjelaskan Insiden yang Menimpa Afgan
  4. Tertunda Lima Tahun, Hightime Rebellion Akhirnya Merilis Album Perdana
  5. Saksikan Trailer Film ‘Pengabdi Setan’ Garapan Ulang Joko Anwar

Add a Comment