Live Review: Ramadhan Jazz Festival 2017

Oleh
Fariz RM. Mohammad Zaki

Laporan pandangan mata dari festival musik jazz di bulan ramadhan satu-satunya di dunia

Di tengah-tengah penampilannya di Ramadhan Jazz Festival 2017, Fariz RM menyatakan bahwa dia senang tampil di acara festival jazz saat bulan Ramadhan satu-satunya di dunia. "Di belahan dunia lain nggak ada festival musik jazz seperti ini, hanya di sini," ucapnya.

Tampil dalam format kuartet, Fariz ditemani oleh drummer Adi Darmawan, pemain bass Edi Syakroni, dan pemain perkusi Iwan Wiradz. Selain membawakan hits "Sakura" dan "Barcelona", Fariz juga membawakan satu lagu sesuai dengan tema Ramadhan Jazz Fest tahun ini, "Morality in Harmony", yakni lagu Hati yang Terang.

Selain Fariz RM, di penyelenggaraannya yang ketujuh ini, Ramadhan Jazz Festival juga menghadirkan Teddy Adhitya, Soulvibe, Monita Tahalea, Abdul & The Coffee Theory, Andre Dinuth, Chiki Fawzi, Andre Hehanusa, Fariz RM Kwartet, Mondo Gascaro, Maliq & D"Essentials, Glenn Fredly, dan beberapa penampil lainnya.

Diantara para penampil tersebut, turut hadir pula drummer jazz senior, Karim Suweileh yang dulu terkenal bersama kelompok musik Bhaskara, juga Funk Section yang didirikan bersama mendiang Christ Kayhatu dan Yance Manussama. Dalam penampilan kali ini, dirinya dibantu gitaris muda, Tiyo Alibasjah, pemain bass, odi Purba, pemain keyboard, Andy Gomez, peniup harmonika Rega Dauna, dan vokalis jelita, Amelia Ong.

Diselenggarakan pada 9-10 Juni lalu dan seperti tahun-tahun sebelumnya, masih bertempat di Plaza Masjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta, di hari pertama, panggung Ramadhan Jazz Festival 2017 dibuka dengan penampilan penuh kesan dari Glenn Fredly. Membuka aksi dengan lantunan Sholawat Badar, sebelum naik ke atas panggung, Glenn tampil dengan membawa misi toleransi antar umat beragama. Ini praktis sejalan dengan apa yang digaungkan penyelenggara Ramadhan Jazz Festival 2017, Morality in Harmony.

"Ini pertama kalinya saya tampil di Ramadhan Jazz Festival," ujarnya membuka sapaan dari atas panggung. "Bagi kami sebagai orang Maluku, Kristen dan Islam adalah kakak adik. Kami yakin sekali harusnya itu terjadi di manapun yang mengenal cinta kasih, dan menjaga perdamaian."

Membawakan sederet hits seperti "My Everything", "Sekali Ini Saja", hingga menutup penampilan dengan "Kasih Putih", Glenn Fredly cukup menghidupkan panggung pembuka Ramadhan Jazz Festival tahun ini. Sekitar ratusan penonton penuh sesak memadati Plaza Masjid Cut Meutia ketika pelantun "Cukup Sudah" ini membuka festival.

Setelah Glenn, Karim Suweileh, dan Fariz RM, giliran gitaris band pengiring Glenn Fredly, Andre Dinuth yang unjuk gigi. Gitaris berkacamata ini membawakan nomor-nomor seperti "Sahara", hits milik Chrisye "Ketika Tangan dan Kaki Berkata", dan "Praha Cinta" yang turut menampilkan kolaborasi dengan Amelia Ong.

Meski tampil dengan energi maksimal, para penampil ini menjadi kurang optimal karena setlist yang dimainkan hanya berkisar empat hingga lima lagu. Entah apa yang menyebabkan setiap penampil menjadi irit setlist, yang jelas di setiap penampilan di hari pertama, para penampil terasa sangat tanggung.

Di hari ke dua, masih digelar setelah ibadah shalat Tarawih, Soulvibe dan Andre Hehanusa menjadi dua diantara penampil lainnya yang cukup menjadi pemikat acara malam itu. Andre Hehanusa sukses memainkan antusiasme penonton dengan lagu-lagu andalan, "Karena Ku tahu Engkau Begitu (KKTEB)", "Kuta Bali", dan "Bidadari", yang disambut koor massal ratusan penonton yang kebanyakan masih berbaju muslim ketika itu.

Maliq & D"Essentials dan hujan, adalah dua hal impresif yang sukses meninggalkan kesan di Ramadhan Jazz Festival tahun ini. Membawakan sederet hits seperti "Dia", "Untitled", "Pilihanku", dan "Terdiam", Angga Puradiredja dan kawan-kawan tetap membawakan lagu lainnya dengan konsep medley. "Funk Flow" misalnya, diselipkan diantara lagu pembuka, "Terlalu" dan "Terdiam". Semakin impresif, karena "Funk Flow" versi ini diisi oleh Indah yang melakukan rap di sepanjang lagu.

Pun "Himalaya" yang diselipkan di antara "Untitled" dan "Setapak Sriwedari", menjadikan penampilan band ini menjadi total dan anti tanggung, meski berkejar-kejaran dengan susunan acara yang sepertinya molor dari rencana awal.

"Pilihanku" pun menutup Ramadhan Jazz Festival tahun ini, setelah dibawakannya "Senang", sebagai perkenalan Maliq & D"Essentials atas single terbarunya dari album ketujuh, Senandung Senandika. Penonton pun terhibur, pihak penyelenggara turut senang, karena kabarnya berhasil mengumpulkan sejumlah lima puluh kantong darah dari para pendonor, 282 donasi buku, dan lebih dari Rp 41 juta donasi uang tunai.

Editor's Pick

Add a Comment