Duo Elektronik Filastine & Nova Merilis Album 'Drapetomania' di Indonesia

Berisikan dua belas lagu dengan jangkauan musik yang eklektik

Oleh
Nova Ruth & Grey Filastine Julieta Feroz

Duo elektronik eklektik Filastine & Nova merilis album anyar bertitel Drapetomania untuk pasar Indonesia. Album ini dirilis oleh Omuniuum (Bandung) dalam format CD dan sudah didistribusikan mulai 10 Juni 2017. Versi internasional dari album ini dirilis oleh label rekaman Post World Industries dalam format digital dan fisik (CD dan piringan hitam).

CD Drapetomania yang dipasarkan di Indonesia bisa didapatkan melalui berbagai toko rekaman, di antaranya Omuniuum (Bandung), Lawless (Jakarta), Warung Musik (Jakarta), atau Solidrock (Malang).

Drapetomania merupakan pertama kalinya duo Grey Filastine (produser/komposer) dari Amerika Serikat dan Nova Ruth (vokal) dari Indonesia memakai nama Filastine & Nova. Pasangan musisi ini sekarang bermukim di Barcelona (Spanyol). Keduanya meramu komposisi elektronik dan akustik yang bersumber dari berbagai bebunyian.

Perpaduan lintas negara ini dapat dinikmati melalui eksperimen musikal mereka yang memamerkan pendekatan kontemporer yang multi budaya. Grey memasukkan unsur bebunyian khas Afrika, Asia, Arabik, hingga gamelan Jawa di antara deru musik elektronik, drum & bass, industrial, dan dubstep. Nova Ruth pun menulis lirik dan 'bernyanyi' dalam bahasa Inggris, Indonesia, bahkan langgam Jawa.

Sikap 'menolak batas' itu tidak hanya tercermin dari musik dan liriknya saja. Dalam prosesnya pun, Filastine & Nova juga merekam materi Drapetomania di berbagai tempat yang mereka rancang sebagai 'studio musik' dadakan. Seperti di perahu kayu saat mereka berlayar di Samudera India, berkunjung ke dusun yang berdebu di Sahara, hingga pada berbagai ruang urban di Brooklyn sampai Barcelona.

"Sebenarnya, mengerjakan [album] ini secara nomaden bukanlah pilihan sadar kami, melainkan tergantung negara mana yang bisa kami datangi dan berapa lama dijinkan tinggal di sana. Pengalaman saat melintasi berbagai batas negara itu yang kemudian membentuk lirik-lirik kami, bahkan mempengaruhi seluruh proses pengerjaan album ini," ungkap Grey dalam rilis pers mengenai proses kreatif Filastine & Nova yang suka berpindah-pindah tempat dan kerap terbelit masalah visa di beberapa negara.

Album Drapetomania ini berisi total 12 lagu. Di dalamnya juga memuat empat karya audio-visual yang sempat dirilis sebagai episode dari serial Abandon: "The Miner" (Maret 2016), "The Cleaner" (Mei 2016), "The Salarymen" (Oktober 2016), dan "Los Chatarreros" (Februari 2017). Abandon merupakan serial video musik yang mengambil satu tema utama yaitu tarian pembebasan dari kelas pekerja atau buruh yang tertindas (dances of liberation from degrading work).

Titel Drapetomania sendiri diambil dari istilah diagnosa medis di abad 18 untuk menyebut budak atau buruh yang ingin berontak atau kabur, di mana saat itu tindakan mereka dianggap sebagai sebuah penyakit mental. Konsep pembebasan buruh seperti itu pernah digambarkan dalam empat video serial Abandon – yang kemudian dibawa juga ke dalam sesi tur dan pertunjukan Drapetomania yang selalu menggabungkan performa live music, video sinematik, dan tarian.

Pada album Drapetomania, Filastine & Nova juga menggandeng sejumlah musisi untuk diajak berkolaborasi, seperti misalnya Brent Arnold (cello), Safril (suling), Gondrong Gunarto (sitar, kendang, ukelele), Scott Adams (akordion), hingga Totok Tewel (gitar).

"Abah juga akan berangkat ke Belanda, ikut tampil membantu show kami di Holland Festival," kata Nova Ruth menyebut nama ayahnya, Totok Tewel, yang dikenal sebagai gitaris rock legendaris dari grup band Elpamas serta pernah membantu Iwan Fals, Swami, dan Kantata Takwa. Selain Totok Tewel, juga ada nama Gondrong Gunarto dan Wirastuti Susilaningtyas yang bakal bergabung dalam pertunjukan Filastine & Nova di Holland Festival, 16 Juni 2017.

Saat ini, Filastine & Nova sedang melakoni Drapetomania Live 2017, sebuah tur dalam rangka promosi album barunya ke beberapa negara. Sejak bulan April 2017, mereka telah berkeliling ke wilayah Eropa dan Amerika Utara. Selanjutnya, Filastine & Nova juga rencananya akan menyambangi Indonesia (September) dan Australia.

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. SORE Merekam Ulang Lagu Grup Fariz RM dan Erwin Gutawa
  2. Narasi Musik Metal Indonesia di Kancah Dunia
  3. Killing Me Inside Kolaborasi dengan Aiu eks-Garasi, Rilis Single Baru “Fractured”
  4. Saksikan Foo Fighters Memainkan Lagu Baru, "Lah Di Da"
  5. 10 Film Indonesia Terbaik 2016

Add a Comment