UU Permusikan Telah Sampai Babak Pembahasan di DPR

Setelah diadakannya pertemuan dengan Komisi X dalam Rapat Dengar Pendapat Umum di Senayan belum lama ini

Oleh
Para individu yang tergabung dalam Kami Musik Indonesia berkumpul sehari sebelum Rapat Dengar digelar di DPR. twittercom/andreOPA

Undang-Undang Permusikan yang diusulkan oleh para pelaku industri musik di Indonesia kini telah mencapai babak pembahasan di DPR. Bertempat di ruang rapat Komisi X DPR, Senayan Jakarta pada Rabu (7/6) lalu, Komisi X DPR RI menerima Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan dan berjanji akan melakukan kajian terhadap RUU tersebut.

Keputusan tersebut dihasilkan setelah Komisi X menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama rombongan artis, musisi, dan pengamat musik yang tergabung dalam forum Kami Musik Indonesia, yang diwakili oleh penyanyi sekaligus pencipta lagu, Glenn Fredly.

Selain Glenn, hadir pula dalam rombongan Kami Musik Indonesia, di antaranya Giring Nidji, rapper Saykoji dan Young Lex, Ian Antono, Bob Tutupoly, hingga pengamat musik Bens Leo. Rombongan ini menyampaikan beberapa tuntutan dan keluhan yang disampaikan kepada para Pimpinan Komisi X, seperti Teuku Riefky Harsya dan Ferdiansyah. Tak ketinggalan pula, hadir penyanyi dan pencipta lagu sekaligus anggota Komisi X, Anang Hermansyah.

Nantinya, hasil dari audiensi ini dilanjutkan kepada tahapan dimasukkannya RUU Permusikan ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2017.

"Komisi X DPR RI akan mengkaji usulan terbentuknya Undang-Undang tentang Permusikan dan akan memperjuangkan aspirasi Kami Musik Indonesia dan Insan Musik Indonesia untuk mendukung ekosistem dan perkembangan pemajuan musik Indonesia," jelas Teuku Riefky Harsya seperti dikutip dari detik.com.

Di sisi lain, Anang Hermansyah menjelaskan urgensi dibutuhkannya UU Permusikan bagi industri musik tanah air. Menurutnya, salah satu hal yang mendasari dibutuhkannya UU tersebut karena kondisi musik di Indonesia tidak bisa dibandingkan dengan kondisi musik di negara maju lainnya.

Di negara-negara maju, musik tidak diatur dalam bentuk regulasi namun perkembangan musiknya mengalami kemajuan.

Indikator kemunduran di bidang musik yang dimaksud Anang, terkait dengan kemajuan industri musik tanah air yang mengalami kondisi jalan di tempat, bahkan mundur. Praktik pembajakan yang masih tumbuh subur di Indonesia melengkapi kondisi obyektif para pekerja musik di tanah air.

"Kesejahteraan serta perlindungan musisi dan para pelaku di bidang musik tentu harus juga dipikirkan. Di situlah perlu diatur melalui sebuah regulasi," tambah Anang.

"(UU Permusikan makin dibutuhkan karena) Musik di Indonesia belum bisa mengatur dirinya sendiri (self regulation). Buktinya, Indonesia telah merdeka 71 tahun, namun musik di tanah air justru mengalami kemunduran dari tahun ke tahun," ungkap Anang usai pertemuan musisi dengan Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta masih di hari yang sama.

Perlu diketahui, sebelumnya Kami Musik Indonesia juga sempat beraudiensi degan Baleg DPR guna memberikan Naskah Akademik RUU Permusikan. Dalam pertemuan itu, Kami Musik Indonesia yang diwakili Glenn Fredly membahas tentang kesiapan RUU permusikan, yang mencakup semua gambaran potensi hingga permasalahan yang ada di industri musik Indonesia.

"Kami bicara bagaimana mengelola sumber daya kreatif, infrastruktur, pendidikan, kemudian sampai pengarsipan, sampai kepada industri pemasarannya, dan reservasi musik tradisi," jelas Glenn.

Sebelumnya, pada Hari Musik Nasional 9 Maret lalu, Anang telah menggulirkan RUU Tata Kelola Industri Musik Indonesia. Hal ini dipicu karena persoalan tata kelola musik hanya diatur melalui keberadaan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK). Persoalan lainnya bahkan belum diatur di UU Hak Cipta.

Editor's Pick

Related

Most Viewed

  1. SORE Merekam Ulang Lagu Grup Fariz RM dan Erwin Gutawa
  2. Narasi Musik Metal Indonesia di Kancah Dunia
  3. Killing Me Inside Kolaborasi dengan Aiu eks-Garasi, Rilis Single Baru “Fractured”
  4. Saksikan Foo Fighters Memainkan Lagu Baru, "Lah Di Da"
  5. 10 Film Indonesia Terbaik 2016

Add a Comment