Janda Chris Cornell Ungkap Pertanyaan yang Belum Terjawab terkait Kematian Suaminya

Vicky Cornell menanyakan hasil dari laporan toksikologi kematian sang vokalis

Oleh
Chris Cornell bersama istrinya Vicky Cornell saat pemutaran film 'The Promise' di Vatikan awal April lalu. twitter.com/ChrisCornell

Dua minggu setelah menanti laporan medis lebih lanjut terkait detail tambahan penyebab kematian Chris Cornell, janda Vicky Cornell menyatakan bahwa dirinya, "bingung karena pemeriksa medis telah mengumumkan penyebab kematian sementara laporan otopsi lengkapnya belum selesai."

Pengacara Vicky Cornell, Kirk Pasich mengklaim bahwa permintaan "laporan kematian Chris Cornell" terkait Undang-Undang Kebebasan Informasi telah ditolak oleh Departemen Hukum Kota Detroit.

"Berdasarkan informasi yang diberikan oleh personel Bagian Pembunuhan Kepolisian Kota Detroit (DPD), bahwa sepengetahuan kami, perkara ini masuk dalam kategori penyelidikan terbuka," klaim Pasich dalam suatu pernyataan.

"Dengan demikian mereka percaya bahwa perilisan informasi apapun saat ini, termasuk catatan yang apapun yang diminta, akan membahayakan dan/ atau mengganggu penyelidikan mereka," tambahnya.

Bulan lalu, menindak lanjuti kematian sang penyanyi berusia 52 tahun tersebut, Vicky mengatakan bahwa Cornell telah meminum obat Ativan di malam dirinya mencabut nyawanya sendiri dan sekaligus menanyakan apakah obat tersebut juga berkontribusi atas kematiannya.

"Ketika kami berbicara setelah pertunjukan, saya perhatikan bicaranya ngaco, dia berbeda," tulisnya. "Ketika dia mengatakan akan meminum dua atau beberapa Ativan lagi, saya menghubungi pengawalnya dan meminta dia untuk memeriksa keadaan Chris. Apa yang kemudian terjadi tak bisa dijelaskan dan saya berharap laporan medis lebih lanjut akan memberikan detail tambahan. Saya tahu bahwa dia sangat mencintai anak-anak kami dan dia tidak akan menyakiti mereka dengan sengaja mencabut nyawanya sendiri."

Sementara itu Pasich mengulangi kembali pernyataan Vicky Cornell saat itu, mengatakan bahwa dirilisnya laporan toksikologi lengkap dibutuhkan untuk menginvestigasi kematian Cornell secara menyeluruh.

"Tanpa hasil dari tes toksikologi, kami tidak akan tahu apa yang terjadi dengan Chris – atau jika ada zat-zat yang berkontribusi atas kematiannya," ungkapnya. "Chris, seorang pecandu yang sedang dalam pemulihan, memiliki resep untuk Ativan dan bisa jadi meminum Ativan lebih banyak dari dosis yang dianjurkan. Keluarga bercaya bahwa jika Chris bunuh diri, dia tidak tahu apa yang telah dilakukannya, dan obat-obatan itu atau substansi lainnya bisa jadi berpengaruh dalam aksi ini."

Dalam pernyataan terbarunya, Pasich menegaskan bahwa Vicky Cornell belum melihat adanya laporan polisi atau laporan toksikologi tentang kematian Cornell.

Di sisi lain pemerintah kota Detroit menolak merilis laporan polisi, dan menyebutnya sebagai suatu "investigasi terbuka", dari sebuah salinan laporan yang bocor yang diperoleh Detroit News, menyebutkan bahwa pengawal Cornell, Martin Kirsten mengatakan bahwa dirinya menemani sang penyanyi di dalam kamar hotel untuk membantunya memperbaiki komputernya dan memberinya dua butir Ativan, "yang dibutuhkan korban sebagai penenang," berdasarkan laporan tersebut.

Segera setelahnya, Cornell dan Vicky berbicara di telepon dengan sang vokalis, berdasarkan laporan polisi. Ia berbicara ngaco, dan mengakui mungkin dia terlalu banyak meminum Ativan dan berkali-kali mengatakan, "saya hanya lelah" sebelum tiba-tiba menutup telepon. (Vicky Cornell membantah laporan polisi terkait kata-kata terakhir suaminya kepadanya via Twitter.)

Setelah percakapan itu, Vicky Cornell memanggil Kirsten untuk segera memeriksa suaminya. Setelah menendang pintu kamar hotel hingga terbuka, Kirsten menemukan Cornell "tergeletak di lantai kamar mandi" dengan darah mengalir dari mulutnya dan seutas tali merah mengalungi lehernya. Seorang dokter pun menguumkan kematian Cornell pada 1:30 dini hari waktu setempat.

Vicky Cornell belakangan menulis sebuah surat terbuka untuk sang suami tercinta bulan lalu setelah kematiannya, dia menulis, yang sebagiannya berbunyi, "Kita telah melalui hari-hari dalam hidup kita beberapa dekade terakhir dan saya meminta maaf, sayangku, bahwa saya tidak menyadari apa yang terjadi padamu malam itu. Saya minta maaf kamu sendirian, dan saya tahu itu bukanlah dirimu yang sebenarnya, Christopher-ku sayang. Anak-anakmu juga tahu itu, jadi kamu bisa beristirahat dengan damai."

Kepolisian Detroit hingga kini belum mengumumkan kapan laporan toksikologi Cornell akan dirilis. "Kami bersyukur atas dukungan yang tak henti-hentinya saat kami berkabung atas kematian Chris, namun kami masih memiliki beberapa pertanyaan yang belum terjawab tentang apa yang menyebabkan kematiannya, " Vicky Cornell menambahkan dalam pernyataan terbarunya. " Kami yakin laporan toksikologi akan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini."

Pernyataan lengkap dari pegacara keluarga Cornell dan Vicky Cornell

Kirk Pasich, pengacara untuk keluarga Chris Cornell, hari ini mengatakan bahwa departemen hukum kota Detroit menolak permintaan pihaknya atas Undang-Undang Kebebasan Informasi untuk laporan terkait kematian Chirs Cornell, yang menyatakan "Berdasarkan informasi yang diberikan oleh personel dari Bagian Pembuhan Kepolisian Kota Detroit (DPD), kami memahami bahwa ini adalah penyelidikan terbuka. Oleh karena itu mereka percaya bahwa dirilisnya informasi dalam bentuk apapun saat ini, termasuk catatan-catatan yang teridentifikasi sebagai permintaan Anda, akan membahayakan dan/ atau mengganggu penyelidikan mereka."

Tuan Pasich mengkonfirmasikan bahwa pihak keluarga belum melihat laporan toksikologi atau laporan kepolisian dalam bentuk apapun, sehingga menimbulkan kebingungan dari pihak keluarga ketika pemeriksa medis mengumumkan penyebab kematian sementara padahal laporan otopsi lengkap belum selesai.

Berdasarkan informasi di atas, Tuan Pasich mengatakan bahwa keluarga berharap jangan ada lagi spekulasi soal penyebab kematian Mr. Cornell sementara pihak keluarga menunggu kepastian dan laporan selengkapnya. Vicky Cornell, janda dari sang bintang, mengatakan, "Kami bersyukur atas dukungan yang tak henti-hentinya saat kami berkabung atas kematian Chris, namun kami masih memiliki beberapa pertanyaan yang belum terjawab tentang apa yang menyebabkan kematiannya. Kami yakin laporan toksikologi akan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini." (mz/wnz)

Editor's Pick

Most Viewed

  1. 12 Lagu Esensial Linkin Park
  2. Iko Uwais Bertarung Bersama Tony Jaa dan Tiger Chen di Film Terbaru, 'Triple Threat'
  3. Linkin Park Batalkan Tur Setelah Kematian Chester Bennington
  4. Dunkirk
  5. Justin Broadrick dari Godflesh Tampil di Album Baru Cavalera Conspiracy

Add a Comment